RI News. Jakarta, 4 Juli 2026 — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) akan mengerahkan teknologi drone thermal guna mendeteksi titik-titik api tersembunyi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini diambil untuk memperkuat upaya pengendalian kebakaran yang telah berlangsung sejak Selasa (30/6) lalu.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyatakan pengerahan drone thermal bertujuan mempermudah petugas lapangan dalam mengidentifikasi dan mengendalikan sumber api yang sulit dijangkau. “Nah, tadi kami juga sudah minta tim Gakkum untuk koordinasi dengan pihak bandara, dengan TNI AU, agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone thermal secara berkala,” ujar Wamen Diaz usai meninjau lokasi kebakaran pada Sabtu siang.
Menurutnya, penggunaan teknologi ini menjadi terobosan penting dalam menangani kebakaran TPA Jatiwaringin yang sudah memasuki hari kelima. Penanganan melibatkan tim gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), KLH, Kementerian Kehutanan, serta pemerintah daerah. Tantangan utama adalah keberadaan api yang berasal dari gas metan di bawah tumpukan sampah yang sangat dalam, sehingga sulit terdeteksi secara visual.

Wamen Diaz menambahkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan otoritas bandara dan TNI AU untuk memperoleh izin terbang drone. Hal ini penting agar operasi pemadaman melalui helikopter water bombing tidak terganggu. “Tetapi ini karena daerahnya banyak helikopter yang lewat dan juga dekat dengan bandara, sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu,” jelasnya.
Karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin disebut mirip dengan kebakaran lahan gambut. Di permukaan tampak sudah padam, namun api di lapisan bawah masih aktif dan berpotensi menyala kembali. “Jadi kapan saja bisa terus kebakaran, dan karena ada CH-4, bisa ada potensi ledakan,” ungkap Wamen Diaz.
Baca juga : Indonesia-Rusia Perkuat pagar Anti-Narkotika Lintas Batas, Bali jadi Prioritas Utama
Pantauan di lokasi pada Sabtu siang masih menunjukkan kepulan asap tebal dan titik-titik api yang menyala di beberapa gunungan sampah. Pemadaman terus dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat. Dua helikopter water bombing milik BNPB kembali dikerahkan untuk menyiram area-area yang sulit diakses dari darat.
Berdasarkan laporan BNPB, dari total luasan 15 hektare, penanganan kebakaran telah berhasil mengendalikan sekitar 40 persen titik api di lapangan. Upaya ini diharapkan dapat segera memulihkan kondisi lingkungan di sekitar TPA dan mencegah dampak lebih lanjut terhadap kesehatan masyarakat serta kualitas udara.
Pewarta : Yogi Hilmawan
Tagline: #KebakaranTPA, #DroneThermal, #KLH, #PengendalianLingkungan, #TangerangBanten, #WaterBombing, #GasMetan,

