RI News. Melawi – Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla memimpin rombongan instansi terkait mengikuti rapat koordinasi virtual penanganan bencana El Nino yang diselenggarakan Mabes Polri. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Tribrata dan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Drs. Dedi Prasetyo.
Rombongan yang mendampingi Kapolres Melawi terdiri dari Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Melawi, Kepala BMKG Kabupaten Melawi, Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Wakil Kapolres Melawi, serta sejumlah Pejabat Utama Polres setempat. Pertemuan virtual ini menjadi forum penting untuk menyinkronkan strategi nasional dan daerah dalam menghadapi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meningkat akibat fenomena iklim El Nino.
“Mendengarkan langsung arahan dari Waka Polri berkenaan dengan penanganan bencana yang menjadi perhatian bersama, khususnya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan,” ujar AKBP Harris Batara Simbolon seusai mengikuti rapat.

Menurutnya, Polres Melawi telah mengambil langkah konkret melalui edukasi, himbauan, dan sosialisasi masif kepada masyarakat tentang dampak langsung Karhutla. Pendekatan ini bertujuan mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar yang masih kerap dilakukan sebagian warga.
“Kami ingin memastikan masyarakat memahami aturan hukum serta dampak luas akibat kebakaran hutan dan lahan, dengan harapan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” terang AKBP Harris.
Polres Melawi berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh pihak terkait. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan pencegahan yang lebih efektif di lapangan.
Baca juga : Amnesti Migran Spanyol 2026: Strategi Berani Integrasi Tenaga Kerja di Tengah Krisis Demografi Eropa
“Polres Melawi bersama pihak terkait berkomitmen melakukan upaya pencegahan bersama. Pencegahan adalah tujuan utama,” pungkas AKBP Harris Batara Simbolon.
Rapat koordinasi ini mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung strategi nasional penanggulangan bencana, terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Melawi yang rawan kekeringan dan Karhutla saat musim kemarau. Pendekatan preventif melalui edukasi masyarakat dan kolaborasi antarinstansi diharapkan mampu meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, kesehatan, serta kerugian ekonomi akibat bencana iklim tersebut.
Pewarta: Lisa Susanti

