Skip to content
16/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025

Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta, 30 Mei 2026 – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan peningkatan tajam kasus kekerasan seksual terkait konflik di seluruh dunia pada tahun 2025. Angka yang terverifikasi mencapai 9.788 kasus, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 4.617 kasus yang tercatat pada 2024.

Laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB yang diserahkan kepada Dewan Keamanan pada 28 Mei dan dirilis untuk publik sehari setelahnya tersebut menggambarkan pola kekerasan yang semakin brutal. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak perempuan, yang kerap menjadi sasaran pemerkosaan, pemerkosaan berkelompok, penculikan, serta bentuk-bentuk perbudakan seksual oleh aktor negara maupun non-negara.

“Kasus kekerasan seksual terkait konflik yang terverifikasi oleh PBB pada 2025 meningkat tajam dari 2024, ditandai dengan kebrutalan ekstrem,” ungkap laporan tersebut.

Laporan edisi ke-17 ini menyoroti bahwa kekerasan seksual semakin sering digunakan sebagai taktik perang, alat penyiksaan, terorisme, dan represi politik di tengah krisis yang saling tumpang tindih. Warga sipil menjadi sasaran utama, sementara perempuan dan anak perempuan yang mengungsi atau dalam perjalanan migrasi menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi.

Kekerasan seksual juga kerap terjadi di fasilitas penahanan di berbagai wilayah konflik, termasuk di Israel dan Palestina, serta Rusia dan Ukraina. Selain itu, eksploitasi seksual dalam konteks penculikan dan perdagangan manusia terus menjadi bagian dari strategi kelompok teroris.

Sebanyak 77 pihak tercatat dalam daftar pelaku, mencakup aktor negara dan non-negara di 21 negara yang dilanda konflik. Dua aktor negara baru masuk dalam daftar yaitu angkatan bersenjata dan pasukan keamanan Israel serta angkatan bersenjata dan pasukan keamanan Rusia. Sementara tiga aktor non-negara baru beroperasi di Republik Demokratik Kongo.

Meski angka tersebut sudah sangat tinggi, PBB menegaskan bahwa data ini jauh dari menggambarkan realitas keseluruhan. Konflik yang berkepanjangan, kerawanan, dan pembatasan akses kemanusiaan menyebabkan sebagian besar kasus tidak terlaporkan. Situasi ini semakin diperburuk oleh pemangkasan anggaran misi PBB, di mana program perlindungan perempuan dan isu gender sering menjadi korban pertama.

Baca juga : Tragedi Tunggal di Simpang Jl. Teuku Umar: Pengendara Yamaha Mio Tewas Usai Hilang Kendali di Tengah Malam

Impunitas tetap menjadi masalah utama. Lebih dari 65 persen pihak yang tercantum dalam laporan merupakan pelaku berulang yang telah muncul dalam daftar selama lima tahun atau lebih tanpa adanya perbaikan atau akuntabilitas yang signifikan. Tingkat kepatuhan terhadap norma-norma hukum internasional pun masih sangat rendah.

Lonjakan kasus ini terjadi di tengah semakin kompleksnya konflik global, di mana batas antara perang konvensional, terorisme, dan krisis kemanusiaan semakin kabur. Para ahli melihat kekerasan seksual bukan sekadar dampak sampingan konflik, melainkan senjata strategis yang sengaja digunakan untuk menghancurkan komunitas, memecah belah masyarakat, dan menimbulkan trauma antargenerasi.

Laporan PBB ini menjadi pengingat mendesak bagi komunitas internasional untuk memperkuat mekanisme pencegahan, perlindungan korban, serta penegakan akuntabilitas terhadap pelaku—baik aktor negara maupun kelompok bersenjata non-negara. Tanpa langkah konkret, siklus kekerasan ini berpotensi terus berlanjut dan semakin parah di tahun-tahun mendatang.

Pewarta; Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi Tunggal di Simpang Jl. Teuku Umar: Pengendara Yamaha Mio Tewas Usai Hilang Kendali di Tengah Malam
Next: Menuju PMI Berkualitas: Bappenas Dorong Penempatan Pekerja Migran ke Sektor Bernilai Tinggi

Related Stories

Tragedi Mematikan di Bangkok

Tragedi Mematikan di Bangkok: Kobaran Api di Pub Na Ladprao Merenggut 27 Nyawa

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani: Sang Visioner yang Mengubah Qatar Menjadi Kekuatan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Ketegangan Global Kembali Memuncak

Ketegangan Global Kembali Memuncak: Serangan Balik AS dan Iran Mengguncang Selat Hormuz

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

https://www.youtube.com/watch?v=-AYUn868fZk

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • AI untuk Petani: Danrem Yogya Gandeng Startup Muda Genjot Ketahanan Pangan
  • APBD Harus Jadi Senjata Utama Lawan Kemiskinan dan Kesenjangan Daerah
  • Kodim Wonogiri Latih Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau
  • Gunungkidul Semakin Kuat: Dua Pamong Baru Petir Dilantik, Siap Mengabdi untuk Masyarakat
  • Ekonom UI Peringatkan: Perampingan BUMN Jangan Jadi ‘Accounting Kosmetik’, Utamakan Manfaat untuk Rakyat
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.