Skip to content
01/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025

Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta, 30 Mei 2026 – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan peningkatan tajam kasus kekerasan seksual terkait konflik di seluruh dunia pada tahun 2025. Angka yang terverifikasi mencapai 9.788 kasus, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 4.617 kasus yang tercatat pada 2024.

Laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB yang diserahkan kepada Dewan Keamanan pada 28 Mei dan dirilis untuk publik sehari setelahnya tersebut menggambarkan pola kekerasan yang semakin brutal. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak perempuan, yang kerap menjadi sasaran pemerkosaan, pemerkosaan berkelompok, penculikan, serta bentuk-bentuk perbudakan seksual oleh aktor negara maupun non-negara.

“Kasus kekerasan seksual terkait konflik yang terverifikasi oleh PBB pada 2025 meningkat tajam dari 2024, ditandai dengan kebrutalan ekstrem,” ungkap laporan tersebut.

Laporan edisi ke-17 ini menyoroti bahwa kekerasan seksual semakin sering digunakan sebagai taktik perang, alat penyiksaan, terorisme, dan represi politik di tengah krisis yang saling tumpang tindih. Warga sipil menjadi sasaran utama, sementara perempuan dan anak perempuan yang mengungsi atau dalam perjalanan migrasi menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi.

Kekerasan seksual juga kerap terjadi di fasilitas penahanan di berbagai wilayah konflik, termasuk di Israel dan Palestina, serta Rusia dan Ukraina. Selain itu, eksploitasi seksual dalam konteks penculikan dan perdagangan manusia terus menjadi bagian dari strategi kelompok teroris.

Sebanyak 77 pihak tercatat dalam daftar pelaku, mencakup aktor negara dan non-negara di 21 negara yang dilanda konflik. Dua aktor negara baru masuk dalam daftar yaitu angkatan bersenjata dan pasukan keamanan Israel serta angkatan bersenjata dan pasukan keamanan Rusia. Sementara tiga aktor non-negara baru beroperasi di Republik Demokratik Kongo.

Meski angka tersebut sudah sangat tinggi, PBB menegaskan bahwa data ini jauh dari menggambarkan realitas keseluruhan. Konflik yang berkepanjangan, kerawanan, dan pembatasan akses kemanusiaan menyebabkan sebagian besar kasus tidak terlaporkan. Situasi ini semakin diperburuk oleh pemangkasan anggaran misi PBB, di mana program perlindungan perempuan dan isu gender sering menjadi korban pertama.

Baca juga : Tragedi Tunggal di Simpang Jl. Teuku Umar: Pengendara Yamaha Mio Tewas Usai Hilang Kendali di Tengah Malam

Impunitas tetap menjadi masalah utama. Lebih dari 65 persen pihak yang tercantum dalam laporan merupakan pelaku berulang yang telah muncul dalam daftar selama lima tahun atau lebih tanpa adanya perbaikan atau akuntabilitas yang signifikan. Tingkat kepatuhan terhadap norma-norma hukum internasional pun masih sangat rendah.

Lonjakan kasus ini terjadi di tengah semakin kompleksnya konflik global, di mana batas antara perang konvensional, terorisme, dan krisis kemanusiaan semakin kabur. Para ahli melihat kekerasan seksual bukan sekadar dampak sampingan konflik, melainkan senjata strategis yang sengaja digunakan untuk menghancurkan komunitas, memecah belah masyarakat, dan menimbulkan trauma antargenerasi.

Laporan PBB ini menjadi pengingat mendesak bagi komunitas internasional untuk memperkuat mekanisme pencegahan, perlindungan korban, serta penegakan akuntabilitas terhadap pelaku—baik aktor negara maupun kelompok bersenjata non-negara. Tanpa langkah konkret, siklus kekerasan ini berpotensi terus berlanjut dan semakin parah di tahun-tahun mendatang.

Pewarta; Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi Tunggal di Simpang Jl. Teuku Umar: Pengendara Yamaha Mio Tewas Usai Hilang Kendali di Tengah Malam
Next: Menuju PMI Berkualitas: Bappenas Dorong Penempatan Pekerja Migran ke Sektor Bernilai Tinggi

Related Stories

Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik

Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik: Kapal Angkut Militer Jepang Bertolak Padamkan Karhutla Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
JSDF Kirim Kapal Tempur

JSDF Kirim Kapal Tempur & Helikopter ke Indonesia: Jepang Dukung Pemadam Karhutla dengan 600 Personel

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Banjir Bandang Nepal

Banjir Bandang Nepal: 10.000 Keluarga Terancam Kehilangan Rumah, IFRC Panggil Situasi Sebagai Katastropik

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

https://www.youtube.com/watch?v=-AYUn868fZk

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Konstruksi Kolaborasi Kelembagaan dan Integritas Hukum dalam Rekayasa Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Kontemporer di Kabupaten Melawi
  • Restrukturisasi Ekonomi Perdesaan: Inkubasi Generasi Muda melalui Pendekatan Teknokratis
  • Mengubah Paradigma Kebijakan Kebencanaan: Kesiapsiagaan Dini Sektor Publik dan Penguatan Mitigasi Multi-Aktor di Lingkar Sinabung
  • Melampaui Lahan Pertanian: Dekonstruksi Sektor Pangan Maju dan Inkubasi Ekosistem Agropreneur Gen ZMelampaui Lahan Pertanian: Dekonstruksi Sektor Pangan Maju dan Inkubasi Ekosistem Agropreneur Gen Z
  • Dilema Transisi Energi dan Marjinalisasi Informal: Gugatan Buruh Pemilah Sampah TPA Putri Cempo Terhadap Tekno-Sentrisme Pengelolaan Rekayasa Lingkungan Surakarta
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by