RI News. Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan menekankan pentingnya memperkuat tata kelola dan kerangka hukum dalam memanfaatkan kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, potensi sumber daya alam yang melimpah harus dikelola secara maksimal demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa,” ujar Otto Hasibuan, seperti disampaikan di Jakarta, Jumat. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rangkaian kunjungan kerja ke Aceh, di mana ia melakukan audiensi dengan Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haythar di Banda Aceh pada Minggu (31/5).
Otto menilai Aceh sebagai salah satu wilayah dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar dan berpeluang menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Namun, ia juga mengingatkan adanya berbagai tantangan yang harus diatasi, termasuk penanganan banjir yang kerap melanda beberapa daerah. “Diperlukan upaya mitigasi, evaluasi, dan koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan bencana dapat lebih efektif,” tegasnya.

Selain isu pembangunan, Otto menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan berdialog langsung dengan Wali Nanggroe. “Saya sangat senang dapat berkunjung ke Aceh dan mendengar langsung berbagai cerita sejarah dari pelaku sejarah Aceh. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk memahami perjalanan daerah yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa Indonesia,” tuturnya.
Teungku Malik Mahmud Al-Haythar menyambut baik kunjungan tersebut dan menyoroti urgensi pengelolaan sumber daya alam Aceh secara optimal serta berkelanjutan. Ia memaparkan sejarah panjang Aceh, latar belakang lembaga Wali Nanggroe, serta peran strategis provinsi ini dalam perjalanan bangsa. “Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dengan Aceh dalam mendorong pembangunan, menjaga komunikasi, serta mengoptimalkan potensi daerah yang kami miliki,” ujar Teungku Malik.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan hukum dan HAM, optimalisasi potensi sumber daya alam, hingga strategi keberlanjutan pembangunan di Aceh. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperdalam pemahaman bersama tentang sejarah dan tantangan pembangunan daerah.
Baca juga : Kembalikan Anak ke Dunia Nyata: Kemkomdigi Luncurkan Tunas Jakarta Hadapi Paparan Digital Berlebih
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pusat dan daerah, diharapkan potensi Aceh dapat diwujudkan secara bertanggung jawab, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjadi teladan pengelolaan kekayaan alam berbasis hukum dan keberlanjutan di Indonesia.
Pewarta : Anjar Bramantyo
Tagline : #OttoHasibuan, #WaliNanggroeAceh, #PotensiSDAAceh, #PembangunanBerkelanjutan, #TataKelolaHukum, #SinergiPusatDaerah, #KekayaanAlamIndonesia,

