Skip to content
21/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Gugatan Ekologis dari Lereng Ungaran: Resistensi Kebudayaan dan Preservasi Ruang Hidup Menghadapi Industri Geotermal

Gugatan Ekologis dari Lereng Ungaran: Resistensi Kebudayaan dan Preservasi Ruang Hidup Menghadapi Industri Geotermal

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 5 minutes read
Gugatan Ekologis dari Lereng Ungaran
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Bawen Kabupaten Semarang, 3 September 2026 — Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam gerakan Semar Gugat menyatakan sikap tegas menolak rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geotermal di kawasan Gunung Ungaran. Pernyataan sikap kolektif ini disampaikan melalui forum konsolidasi budaya yang berlangsung hangat di Basecamp Kendalisodo, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, pada Rabu (2/9/2026) sore.

Forum konsolidasi lintas komunitas tersebut dibuka secara resmi oleh Pak Rahman selaku pemilik Basecamp Kendalisodo. Dalam pidato pembukanya, ia memberikan garis bawah tebal terkait ancaman nyata eksploitasi industri terhadap daya dukung lingkungan di kawasan bentang alam lereng gunung. Rahman menegaskan bahwa komodifikasi energi hidrothermal tersebut berpotensi merusak struktur hidro-geologis lokal secara masif.

“Geotermal ini akan menguras air di Gunung Ungaran, mengurangi pertumbuhan vegetasi yang ada, dan merusak sumber-sumber air warga. Biarlah mereka bilang tidak akan terjadi apa-apa, tetapi dengan semangat kita yang berkumpul di sini, mudah-mudahan kita bisa terus melindungi Gunung Ungaran,” tegas Pak Rahman di hadapan puluhan perwakilan komunitas yang hadir.

Konstruksi Diskursus Lingkungan dan Identitas Kultural

Penolakan terhadap proyek ekstraksi ini tidak hanya berakar di area sekitar tapak proyek, namun juga memicu gelombang solidaritas regional dari kawasan urban. Sriyanto, Koordinator Forum Tokoh Masyarakat Berintegritas (Fortama) Bambankerep, Ngaliyan, Kota Semarang, menyampaikan pandangan bahwa ancaman degradasi lingkungan di Gunung Ungaran merupakan ancaman sistemik bagi seluruh ekosistem penunjang di Kota Semarang dan sekitarnya.

Secara filosofis dan akademis, Sriyanto menggarisbawahi artikulasi kosmologis masyarakat lokal yang menempatkan kawasan pegunungan bukan semata-mata sebagai komoditas atau entitas fisik pasif, melainkan sebagai ruang hidup spiritual dan penyangga kehidupan lintas generasi.

“Kita berdiri di sini bukan hanya sebagai saksi, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari tanah yang kita pijak. Gunung Ungaran, bagi kita masyarakat Semarang dan sekitarnya, bukanlah sekadar tumpukan batu dan tanah dengan pemandangan indah. Dia adalah bapa angkasa, ibu bumi—sumber utama kehidupan, penyedia air bersih yang tak pernah putus, dan penjaga keseimbangan ekosistem,” papar Sriyanto.

Lebih jauh, Sriyanto mengkritik paradigma pembangunan ekstraktif yang kerap mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan jangka panjang. Ia menegaskan pentingnya etika intergenerasi dalam pengelolaan sumber daya alam. “Setiap tetes air yang mengalir dari sana adalah berkah, setiap embusan anginnya adalah napas. Membiarkan proyek geotermal merusak jantung gunung ini sama saja dengan membiarkan kita memutus urat nadi kehidupan anak cucu kita di masa depan. Kita tidak menolak kemajuan, namun kita tegas menolak kemajuan yang mengorbankan akar kehidupan,” tegasnya.

Baca juga: Kaji Aspek Regulasi dan Potensi Konflik, Pemkab Sragen Tahan Izin Pengisian Perdes di 16 Desa

Kritik Riset Lingkungan dan Potensi Eksternalitas Negatif

Perspektif teknis ekologis dan advokasi lingkungan diperkuat oleh perwakilan komunitas pecinta dan pegiat alam, Bambang Wilis. Dalam argumentasinya, Bambang menuntut penghentian segera atas seluruh rencana pengeboran PLTP di kawasan tersebut mengingat tingginya risiko kerentanan bencana alam dan krisis ekologis yang dapat terdistribusi luas ke kawasan penyangga di tingkat tapak maupun regional.

Bambang menjelaskan bahwa Gunung Ungaran berfungsi sebagai koridor keanekaragaman hayati (biodiversitas) yang asri serta sejuk bagi kelestarian flora dan fauna endemik, sekaligus menjadi penyimpan akuifer air tanah melimpah. Penetratoran teknologis melalui aktivasi sumur eksplorasi panas bumi dikhawatirkan memicu keretakan lapisan akuifer, menurunkan debit air matang, hingga kontaminasi zat kimia berbahaya pada sumber mata air warga.

Selain ancaman krisis air hidrologis, Bambang membeberkan risiko pencemaran udara akibat potensi kebocoran gas beracun (seperti asam sulfida/H₂S) sebagaimana rekam jejak kegagalan mitigasi yang pernah terjadi di sejumlah kawasan operasi PLTP daerah lain. Dari dimensi sosiokultural, eksplorasi skala industri ini berpotensi merusak dan menggeser situs-situs purbakala cagar budaya peninggalan sejarah yang belum teridentifikasi sepenuhnya. Dampak langsung dari degradasi lingkungan tersebut diyakini akan langsung merusak struktur mata pencaharian warga lokal yang bergantung pada sektor pertanian komoditas hortikultura, sayuran, dan buah-buahan.

Atas dasar kalkulasi risiko lingkungan yang komprehensif tersebut, Bambang Wilis mengonsolidasikan seluruh jejaring pegiat alam untuk berdiri sejajar bersama warga dalam menolak proyek panas bumi Gunung Ungaran secara mutlak.

Baca juga: Ancaman Asap TPA Putri Cempo: Evaluasi Tata Kelola Sampah dan Resiko Ekologis Kota Solo

Artikulasi Mobilisasi Kebudayaan dan Relevansi Komunitas Lintas Daerah

Strategi perlawanan yang diusung oleh gerakan Semar Gugat memiliki keunikan metodologis, yakni dengan mengintegrasikan pendekatan seni dan ritual kebudayaan lokal. Penyelenggara kegiatan yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Rawa Pening bidang Seni Budaya, Heru Gentho, menyampaikan bahwa jalur kebudayaan dipilih secara sadar untuk memfasilitasi artikulasi kritis masyarakat serta membangun kesadaran kolektif lintas wilayah sebelum dampak lingkungan terjadi secara permanen.

Secara akademis, substansi tuntutan dan kekhawatiran warga yang terartikulasi dalam gerakan ini bertumpu pada lima pilar utama:

  • Perlindungan Sumber Air & Sektor Pertanian: Pengeboran panas bumi dikhawatirkan menguras, merusak, dan mencemari akuifer air tanah yang menjadi tumpuan utama kebutuhan domestik warga, pasokan air bersih kawasan perkotaan, hingga irigasi pertanian hortikultura.
  • Kelestarian Vegetasi, Flora & Fauna: Penurunan kualitas dan daya dukung lingkungan berisiko merusak ekosistem habitat alami tempat tumbuh dan berkembangnya beragam flora serta fauna endemik Gunung Ungaran.
  • Risiko Kebocoran Gas & Pencemaran Udara: Menyoroti bahaya nyata dampak kebocoran gas beracun dari sumur geotermal yang mengancam keselamatan jiwa dan kesehatan jangka panjang masyarakat sekitar.
  • Pelestarian Situs Cagar Budaya: Mengantisipasi kerusakan lanskap bersejarah mengingat Gunung Ungaran menyimpan banyak situs purbakala peninggalan masa lalu yang rentan tergerus proyek skala industri.
  • Penghentian Total Aktivitas Eksplorasi: Menuntut pembatalan, penghentian, dan penolakan penuh terhadap masuknya proyek eksploitasi geotermal di seluruh wilayah administrasi Kabupaten Semarang.

Konsolidasi Semar Gugat ini berhasil memobilisasi solidaritas lintas batas administratif. Perwakilan warga dan komunitas tampak hadir berpartisipasi dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY, mencakup Salatiga, Kota Semarang, Kendal, Batang, Blora, Jepara, Pekalongan, hingga Yogyakarta.

Sebagai agenda taktis lanjutan, koalisi Semar Gugat merencanakan aksi massa simpatik bertajuk ritual dan upacara adat berbahasa Jawa yang ditargetkan melibatkan sekitar 2.000 peserta. Aksi budaya ini dijadwalkan berlangsung di kawasan cagar budaya Candi Gedong Songo pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila, sebagai simbol ketahanan warga menjaga tanah air dan ruang hidupnya.

Pewarta: Antok

Tagline: #SemarGugat, #TolakGeotermalUngaran, #SelamatkanGunungUngaran, #JagaMataAir, #KedaulatanLingkungan, #GedongSongo1Oktober, #PertahankanRuangHidup, #BudayaMenjagaAlam, #SemarangTolakPLTP, #MasyarakatAdatSadarLingkungan,

Ulat di Ompreng MBG SMKN Bulukerto Wonogiri Sempat Viral
Jawa Tengah Regional

Ulat di Ompreng MBG SMKN Bulukerto Wonogiri Sempat Viral, Sekolah Tegaskan Menu Lain Aman

Jurnalis RI News Portal
20/10/2026 0
Empat Nama Berebut Kursi Kades Tasikhargo
Jawa Tengah Regional

Empat Nama Berebut Kursi Kades Tasikhargo, Jatisrono, Wonogiri. Wajah Petahana Masih Mendominasi

Jurnalis RI News Portal
19/10/2026 0
Slamet Tutup Pengabdian di Desa Kotesan
Jawa Tengah Regional

Slamet Tutup Pengabdian di Desa Kotesan: Titip Harapan agar Penerus Bawa Desa Lebih Maju

Jurnalis RI News Portal
16/10/2026 0
Gubernur Luthfi Serukan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Lewat Kolaborasi Pembangunan
Jawa Tengah Regional

Dari Alun-Alun Banyumas, Gubernur Luthfi Serukan Kemanunggalan TNI dan Rakyat Lewat Kolaborasi Pembangunan

Jurnalis RI News Portal
16/10/2026 0

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Dinamika Kebakaran TPA Putri Cempo: Uji Resiliensi Mitigasi Bencana Lintas Daerah dan Manajemen Bencana Perkotaan
Next: Bayang-Bayang Residivisme di Jalan Merdeka: Mengurai Anatomi Peredaran Sabu dan Tantangan Penegakan Hukum di Padangsidimpuan

Related Stories

Ulat di Ompreng MBG SMKN Bulukerto Wonogiri Sempat Viral

Ulat di Ompreng MBG SMKN Bulukerto Wonogiri Sempat Viral, Sekolah Tegaskan Menu Lain Aman

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Dari Lahan 3000 Meter Persegi hingga Masjid Rp10 Miliar

Dari Lahan 3.000 Meter Persegi hingga Masjid Rp10 Miliar: Sulsel Perkuat Ekosistem Haji dan Dorong UMKM Raih Peluang Triliunan Rupiah

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Enam Pemuda Diamankan Usai Tawuran Petasan di Manggarai

Enam Pemuda Diamankan Usai Tawuran Petasan di Manggarai, Polisi Gandeng Tokoh Warga Perkuat Pengawasan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Pompa Air Sekolah Diduga Bocor Arus Listrik, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Tewas
  2. Zulfian andesta mengenai Regenerasi Kepemimpinan di Polda Jateng: 13 Posisi Strategis Berganti, Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pegangan
  3. Tukino/T.gaul mengenai Menjaga Mahkota Lumbung Pangan: Ngawi Kebut Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal yang Tembus 12 Ton per Hektare
  4. Warudi mengenai Gubernur Papua Pilih “Mendayung Bersama”: Tiga Transformasi Disiapkan untuk Selamatkan Fiskal Daerah yang Menyusut
  5. Yudha Purnama mengenai Ombudsman RI Petakan Kesehatan Mata Generasi Muda dari Seleksi Poltek Imipas

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ulat di Ompreng MBG SMKN Bulukerto Wonogiri Sempat Viral, Sekolah Tegaskan Menu Lain Aman
  • Kapolri dan Panglima TNI Rapatkan Barisan Hadapi Kejahatan Lintas Batas hingga Ancaman Siber
  • Jejak Dana di Balik Akun Pialang: KPK Panggil Petinggi Perusahaan Berjangka dalam Kasus Gratifikasi Setjen MPR
  • Kesejahteraan di Garis Depan: Mendagri Tito Tegaskan Warga Perbatasan sebagai Benteng Nasionalisme
  • Dari Tanggul hingga Mangrove: Pantura Jawa Dilindungi dengan Dua Pendekatan Sekaligus
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by