RI News. Kyiv, 19 April 2026 — Sebuah insiden penembakan massal yang jarang terjadi di ibu kota Ukraina menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai sepuluh lainnya, termasuk seorang anak kecil. Kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu (18 April 2026) di Distrik Holosiivskyi, Kyiv, dan berujung pada operasi pengepungan serta penyerbuan polisi di sebuah supermarket.
Menurut Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko, pelaku awalnya melepaskan tembakan secara acak terhadap warga yang sedang berada di jalanan. Beberapa korban tewas di tempat, sementara yang lain mengalami luka serius. Pelaku kemudian memasuki sebuah supermarket di dekat lokasi dan menyandera sejumlah orang di dalamnya.
Tim medis segera membawa korban yang terluka, termasuk anak kecil, ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Klitschko menyatakan bahwa korban keenam — seorang perempuan muda — meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

Operasi penangkapan berlangsung selama sekitar 40 menit. Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko menjelaskan bahwa negosiasi dengan pelaku melalui perunding gagal. Akhirnya, unit polisi taktis khusus melakukan penyerbuan ke dalam supermarket. Pelaku tewas saat berusaha melawan petugas yang hendak menangkapnya.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban. “Saat ini lima orang telah dipastikan tewas. Sepuluh orang lainnya dirawat di rumah sakit karena luka dan trauma. Empat sandera berhasil diselamatkan,” ujar Zelenskyy. Ia menegaskan bahwa semua keadaan sedang diselidiki secara menyeluruh oleh aparat terkait.
Jaksa Agung Ukraina mengidentifikasi pelaku sebagai pria berusia 58 tahun yang berasal dari Moskow. Meski demikian, ia telah memperoleh kewarganegaraan Ukraina dan sempat tinggal di Bakhmut, Oblast Donetsk, sebelum akhirnya menetap di Distrik Holosiivskyi, Kyiv.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik penembakan tersebut belum diungkap secara resmi. Klymenko menyatakan bahwa pelaku menggunakan senjata yang telah terdaftar secara legal. Insiden ini menjadi perhatian serius karena jarang terjadi di Kyiv, meski kota tersebut kerap menjadi target serangan rudal dan drone akibat konflik yang masih berlangsung dengan Rusia.
Pihak berwenang terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap latar belakang pelaku serta kemungkinan adanya faktor lain yang memicu aksi kekerasan ini. Sementara itu, bantuan medis dan psikologis terus diberikan kepada para korban luka dan keluarga yang ditinggalkan.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan keamanan publik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Ukraina saat ini.
Pewarta : Setiawan Wibisono

