RI News. Yogyakarta – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta, Kolonel Laut (P) Hendra Siregar, turut hadir dalam Upacara Pemakaman Militer dengan penuh khidmat bagi Almarhum Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (5/4/2026).
Upacara yang berlangsung secara militer penuh tersebut menjadi bentuk penghormatan tertinggi negara kepada seorang prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI, Letjen TNI Candra Wijaya, menyampaikan amanat yang menyentuh hati seluruh yang hadir.
“Dalam amanatnya, Letjen TNI Candra Wijaya menegaskan bahwa almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan diri dengan dedikasi dan loyalitas luar biasa kepada negara dan tugas perdamaian internasional,” ungkap sumber resmi di lapangan.

Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, prajurit dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Dam IM, gugur pada 29 Maret 2026 saat menjalankan misi perdamaian sebagai anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama prajurit, dan seluruh komponen bangsa.
Semasa hidup, almarhum dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi dan profesional. Dedikasinya dalam tugas operasi perdamaian PBB diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk Satyalancana serta medali misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kehadiran Kolonel Laut (P) Hendra Siregar dalam upacara tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata solidaritas dan rasa persaudaraan di tubuh Tentara Nasional Indonesia. Sebagai perwira tinggi TNI AL yang bertugas di wilayah Yogyakarta, kehadirannya menunjukkan bahwa pengorbanan seorang prajurit darat dalam misi internasional turut dirasakan seluruh matra TNI.
Baca juga : Paus Abu-abu Muda Mati di Hulu Sungai Willapa: Sinyal Krisis Makanan di Arktik yang Semakin Mengkhawatirkan
“Pengorbanan almarhum mengingatkan kita semua bahwa tugas menjaga perdamaian dunia sering kali menuntut harga tertinggi. Semangat pengabdiannya harus menjadi teladan bagi generasi prajurit TNI mendatang,” ujar seorang perwira senior yang hadir dalam acara tersebut.
Upacara pemakaman militer di TMP Giripeni berlangsung dengan penuh disiplin dan khidmat, dihadiri keluarga almarhum, rekan-rekan seperjuangan, serta sejumlah pejabat TNI dari berbagai satuan. Bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai tanda duka cita nasional, sementara tembakan salvo menghormati kepergian sang pahlawan perdamaian.
Kepergian Kopda Farizal Rhomadhon sekali lagi mengingatkan betapa beratnya tanggung jawab prajurit Indonesia yang ditempatkan di berbagai misi perdamaian dunia. Di tengah konflik yang masih membara di Lebanon Selatan, pengorbanannya menjadi bukti nyata komitmen Indonesia sebagai negara pencinta perdamaian yang tidak hanya berbicara, tetapi juga siap berkorban.
Semoga almarhum Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semangat pengabdiannya terus menginspirasi seluruh anak bangsa.
Pewarta: Lee Anno

