Skip to content
20/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Ancaman Poros Perlawanan Bangkit Kembali di Tengah Krisis Iran yang Memuncak

Ancaman Poros Perlawanan Bangkit Kembali di Tengah Krisis Iran yang Memuncak

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Ancaman Poros Perlawanan Bangkit Kembali di Tengah Krisis Iran yang Memuncak
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Dubai, United Arab Emirates —  Gejolak internal yang belum reda, dua kelompok bersenjata yang selama ini menjadi ujung tombak pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah kembali mengeluarkan sinyal kesiapan tempur. Houthi di Yaman dan Kataib Hezbollah di Irak secara terpisah menyatakan potensi aksi baru, tepat ketika kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln beserta armada pendukungnya mendekati perairan regional. Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat posisi Teheran yang tengah menghadapi tekanan ganda: represi domestik brutal terhadap demonstrasi massal serta ancaman militer eksternal dari Washington.

Pemberontak Houthi, yang mengendalikan sebagian besar wilayah barat laut Yaman, pada Senin lalu merilis pesan singkat berisi gambar kapal terbakar disertai kata “Segera”. Pesan itu diikuti tayangan ulang rekaman serangan mereka terhadap kapal tanker di Teluk Aden awal 2024. Meski telah menghentikan operasi setelah gencatan senjata sebelumnya, kelompok ini berulang kali menegaskan bahwa serangan terhadap pelayaran komersial di Laut Merah dapat dilanjutkan kapan saja jika dianggap perlu—terutama sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran di tengah krisis saat ini.

Sementara itu, dari Irak, juru bicara Kataib Hezbollah, Ahmad “Abu Hussein” al-Hamidawi, mengeluarkan pernyataan tegas: perang terhadap Republik Islam Iran tidak akan berlangsung mudah bagi musuh. Ia memperingatkan bahwa agresi apa pun akan berujung pada “bentuk kematian paling pahit” bagi pihak penyerang, dan tidak akan menyisakan jejak bagi mereka di kawasan. Ancaman ini muncul hanya sehari sebelum armada AS terlihat bergerak ke arah Teluk.

Kedua kelompok tersebut memang tidak turut serta secara aktif dalam konflik singkat namun dahsyat antara Israel dan Iran pada Juni tahun lalu, yang berakhir dengan serangan udara Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran. Ketiadaan partisipasi mereka waktu itu mencerminkan kerapuhan jaringan yang oleh Teheran disebut sebagai “Poros Perlawanan”. Aliansi tersebut sempat runtuh pasca-operasi militer Israel terhadap Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, serta jatuhnya rezim Bashar al-Assad di Suriah pada 2024—semua sekutu utama Iran.

Situasi kini semakin rumit karena protes di dalam negeri Iran terus membesar. Demonstrasi yang meletus sejak akhir Desember 2025 dipicu anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar AS, yang memicu lonjakan harga kebutuhan pokok secara drastis. Penindasan keras oleh aparat keamanan telah menyebabkan ribuan korban jiwa. Aktivis hak asasi manusia berbasis di luar negeri melaporkan angka korban tewas mendekati atau bahkan melebihi 5.000 orang, dengan puluhan ribu lainnya ditangkap. Pemerintah Iran sendiri mengakui korban mencapai lebih dari 3.000 jiwa, meski membedakan antara warga sipil, petugas keamanan, dan apa yang mereka sebut sebagai “teroris”.

Baca juga : Nomor Ponsel Berubah Jadi Identitas Digital: Era Anonimitas Berakhir di Indonesia

Presiden AS Donald Trump telah menetapkan dua “garis merah” yang jika dilanggar akan memicu respons militer: pembunuhan terhadap demonstran damai serta eksekusi massal terhadap tahanan protes. Pernyataannya disertai pengiriman armada besar ke kawasan, yang menurutnya dilakukan “untuk berjaga-jaga”. Di sisi lain, Iran merespons dengan spanduk provokatif di Lapangan Enghelab, Teheran, yang menampilkan gambar kapal induk berlumur darah dan peringatan: “Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai.”

Uni Emirat Arab secara tegas menyatakan tidak akan mengizinkan wilayahnya—baik udara, darat, maupun laut—digunakan untuk operasi militer terhadap Iran, seraya menekankan penyelesaian melalui dialog. Dari Lebanon, Hizbullah—yang masih pulih dari kerugian besar pada 2024—menyatakan sedang bersiap menghadapi kemungkinan agresi, namun belum memberikan komitmen jelas untuk ikut campur jika Iran diserang langsung.

Juru bicara pertahanan Iran menegaskan bahwa segala bentuk serangan akan dibalas dengan cara yang “lebih menyakitkan dan tegas” dibandingkan sebelumnya, sementara Kementerian Luar Negeri memperingatkan bahwa ketidakamanan di kawasan bersifat menular dan akan memengaruhi semua pihak. Di tengah ketegangan ini, banyak maskapai internasional menghindari wilayah udara Iran, mengingat insiden penembakan pesawat sipil Ukraina pada 2020 yang menewaskan 176 orang.

Krisis Iran saat ini bukan sekadar soal ekonomi atau protes jalanan. Ia menjadi titik persimpangan antara represi internal yang mematikan, kerapuhan aliansi regional, dan risiko eskalasi militer global. Bagi kawasan Timur Tengah, langkah selanjutnya dari Teheran, Washington, atau kelompok-kelompok proksi bisa menentukan apakah ketegangan ini mereda atau justru meledak menjadi konflik yang lebih luas.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Nomor Ponsel Berubah Jadi Identitas Digital: Era Anonimitas Berakhir di Indonesia
Next: Pembersihan Militer Terbesar: Xi Jinping Copot Sekutu Terdekatnya di Puncak Komando PLA

Related Stories

Trump Longgarkan Sanksi Minyak Venezuela
4 min read

Trump Longgarkan Sanksi Minyak Venezuela: Langkah Strategis Redam Krisis Energi Global di Tengah Perang Iran

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Gencatan Senjata Jelang Idul Fitri
3 min read

Gencatan Senjata Jelang Idul Fitri: Pakistan-Afghanistan Hentikan Api Perang di Tengah Tragedi Rumah Sakit Kabul

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Bayang Krisis Energi Global- Israel Habisi Menteri Intelijen Iran
3 min read

Bayang Krisis Energi Global: Israel Habisi Menteri Intelijen Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Dramatis

Jurnalis RI News Portal Posted on 24 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ucapan Doa Restu dari Keraton Surakarta Menyapa Masyarakat Trenggalek di Hari Fitri 1447 H
  • Jokowi Lanjutkan Tradisi Bagi Sembako dan Santunan Tunai di Solo Jelang Lebaran 2026
  • Pengusaha Visioner Djarum Berpulang: Michael Bambang Hartono Direncanakan Dimakamkan di Tanah Jawa Tengah
  • Program Makan Bergizi Gratis Hemat Triliunan Rupiah Saat Libur Idul Fitri: Efisiensi Fiskal di Tengah Tekanan APBN
  • Reuni Tokoh Lama di Tengah Ketidakpastian Dunia: Pertemuan Prabowo-Megawati Soroti Politik Bebas Aktif dan Sense of Urgency
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.