Skip to content
20/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Trending
  • Penelitian Terbaru: Biaya Hidup dan Ketidakpastian Ekonomi Jadi Penghalang Utama Pernikahan bagi Generasi Z dan Milenial Muda

Penelitian Terbaru: Biaya Hidup dan Ketidakpastian Ekonomi Jadi Penghalang Utama Pernikahan bagi Generasi Z dan Milenial Muda

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 bulan ago 4 minutes read
Biaya Hidup dan Ketidakpastian Ekonomi Jadi Penghalang Utama Pernikahan bagi Generasi Z dan Milenial Muda
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 29 November 2025 – Sebuah studi longitudinal yang dilakukan oleh Pusat Kajian Demografi Universitas Indonesia (2023-2025) mengungkap fakta yang kini tak lagi bisa dianggap sekadar “keluhan generasi strawberi”. Lebih dari 68% responden berusia 23-35 tahun menyatakan bahwa mereka secara sadar menunda atau bahkan membatalkan rencana pernikahan karena tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi jangka panjang.

Penelitian yang melibatkan 8.400 responden di 12 kota besar ini menemukan bahwa alasan finansial mengalahkan jauh semua faktor lain yang selama ini sering diduga menjadi penyebab, seperti “takut komitmen” atau “masih ingin menikmati hidup”. Sebanyak 72,4% responden menyebut “biaya pernikahan dan biaya hidup setelah menikah” sebagai pertimbangan nomor satu, disusul “ketidakpastian pekerjaan dan penghasilan” (61,7%), serta “belum memiliki tabungan atau aset untuk masa depan anak” (54,3%).

“Yang menarik,” ungkap Dr. Sunny Tanuwidjaja, ketua tim peneliti, “ketika kami meminta responden memilih satu alasan paling berat, jawaban yang paling dominan adalah: ‘Saya tidak ingin menikah dulu kalau hanya akan membuat pasangan saya ikut menderita secara finansial’. Ini menunjukkan pergeseran nilai yang sangat signifikan: pernikahan tidak lagi dilihat sebagai ‘tujuan hidup’, melain sebagai ‘tanggung jawab bersama yang membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat’.”

Data lapangan juga memperlihatkan angka-angka yang mencemaskan. Rata-rata biaya pernikahan sederhana di kota besar kini mencapai Rp180-250 juta (termasuk resepsi, catering, dokumentasi, dan sewa gedung), belum termasuk biaya tempat tinggal. Sementara itu, 58% responden berusia 25-30 tahun masih berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan, dan 41% di antaranya masih tinggal bersama orang tua atau kontrak kos karena belum mampu membeli atau menyicil rumah.

Persepsi terhadap pernikahan pun telah berubah total dibandingkan generasi sebelumnya. Jika pada era 1990-2000-an, menikah di usia 25 tahun bagi perempuan dan 28 tahun bagi laki-laki dianggap “tepat waktu”, kini usia rata-rata pernikahan pertama di perkotaan telah bergeser ke 31,2 tahun bagi perempuan dan 33,8 tahun bagi laki-laki. Stigma “perawan tua” atau “bujangan tua” nyaris lenyap di kalangan generasi muda perkotaan terdidik. Yang muncul justru stigma baru: “menikah tapi miskin” atau “menikah lalu cerai karena ekonomi”.

Para peneliti menilai, tanpa intervensi kebijakan yang konkret, tren ini berpotensi menciptakan “jebakan demografi terbalik”: angka pernikahan terus turun, angka kelahiran menukik, dan beban tanggungan lansia di masa depan semakin berat karena jumlah anak produktif semakin sedikit.

Baca juga : Ketidakpastian Regulasi Hulu Migas: Ancaman Nyata bagi Target Swasembada Energi 2035

Beberapa solusi konkret yang diusulkan dalam laporan tersebut antara lain:

  • Program subsidi perumahan khusus pasangan muda yang baru menikah (bukan hanya untuk yang sudah punya anak) dengan tenor cicilan hingga 30 tahun dan bunga di bawah 3%.
  • Insentif pajak progresif bagi perusahaan yang memberikan tunjangan pernikahan atau tunjangan anak kepada karyawan kontrak dan outsourcing.
  • Pengembangan skema KPR syariah berbasis bagi hasil (bukan bunga) yang benar-benar terjangkau bagi pekerja informal dan gig economy.
  • Kampanye nasional yang menggeser paradigma “pernikahan harus mewah” menjadi “pernikahan cukup sederhana tapi berkelanjutan secara ekonomi”.

“Pemerintah tidak bisa lagi hanya berkata ‘nikah muda, dapat bonus’. Bonus Rp10-15 juta tidak berarti apa-apa kalau cicilan rumah 30 tahun ke depan masih mencekik,” tegas Sunny.

Studi ini juga mencatat satu temuan yang menggembirakan sekaligus ironis: meski banyak yang menunda pernikahan, 84% responden tetap menyatakan bahwa mereka “sangat ingin menikah dan punya anak” jika kondisi ekonomi memadai. Artinya, keinginan untuk berkeluarga tidak hilang — yang hilang hanyalah kemampuan untuk mewujudkannya.

Jika tidak ada langkah nyata dalam lima tahun ke depan, Indonesia berisiko memasuki fase “low fertility trap” yang dialami Jepang dan Korea Selatan, di mana angka kelahiran turun di bawah 1,0 dan sulit sekali untuk kembali naik meski pemerintah sudah menggelontorkan triliunan rupiah.

“Pernikahan bukan lagi soal adat atau agama semata. Di era ini, pernikahan telah menjadi isu ekonomi dan keadilan sosial,” tutup laporan tersebut.

Studi ini akan dipresentasikan secara lengkap pada Seminar Nasional Demografi 2025 bulan depan dan diharapkan menjadi salah satu masukan utama bagi penyusunan RPJMN 2025-2029.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ketidakpastian Regulasi Hulu Migas: Ancaman Nyata bagi Target Swasembada Energi 2035
Next: Kritik Pedas Terhadap PT Agincourt Resources: Open Donasi untuk Korban Banjir Batang Toru Dinilai Tidak Pantas bagi Perusahaan Tambang Skala Besar

Related Stories

Dari Lahan 3000 Meter Persegi hingga Masjid Rp10 Miliar

Dari Lahan 3.000 Meter Persegi hingga Masjid Rp10 Miliar: Sulsel Perkuat Ekosistem Haji dan Dorong UMKM Raih Peluang Triliunan Rupiah

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Enam Pemuda Diamankan Usai Tawuran Petasan di Manggarai

Enam Pemuda Diamankan Usai Tawuran Petasan di Manggarai, Polisi Gandeng Tokoh Warga Perkuat Pengawasan

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Pembiayaan Koperasi Merah Putih di Kediri Tunggu Penjelasan Berbasis Dokumen

Menimbang Selisih Rp150–200 Juta: Pembiayaan Koperasi Merah Putih di Kediri Tunggu Penjelasan Berbasis Dokumen

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Pompa Air Sekolah Diduga Bocor Arus Listrik, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Tewas
  2. Zulfian andesta mengenai Regenerasi Kepemimpinan di Polda Jateng: 13 Posisi Strategis Berganti, Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pegangan
  3. Tukino/T.gaul mengenai Menjaga Mahkota Lumbung Pangan: Ngawi Kebut Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal yang Tembus 12 Ton per Hektare
  4. Warudi mengenai Gubernur Papua Pilih “Mendayung Bersama”: Tiga Transformasi Disiapkan untuk Selamatkan Fiskal Daerah yang Menyusut
  5. Yudha Purnama mengenai Ombudsman RI Petakan Kesehatan Mata Generasi Muda dari Seleksi Poltek Imipas

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kapolri dan Panglima TNI Rapatkan Barisan Hadapi Kejahatan Lintas Batas hingga Ancaman Siber
  • Jejak Dana di Balik Akun Pialang: KPK Panggil Petinggi Perusahaan Berjangka dalam Kasus Gratifikasi Setjen MPR
  • Kesejahteraan di Garis Depan: Mendagri Tito Tegaskan Warga Perbatasan sebagai Benteng Nasionalisme
  • Dari Tanggul hingga Mangrove: Pantura Jawa Dilindungi dengan Dua Pendekatan Sekaligus
  • Wonogiri Kunci Rapat Keamanan Pilkades: 150 Personel Siaga dalam Operasi Aman Desa 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by