Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Bentrokan Druze–Badui di Suriah: Krisis Kemanusiaan dan Tantangan Transisi Pascaperang

Bentrokan Druze–Badui di Suriah: Krisis Kemanusiaan dan Tantangan Transisi Pascaperang

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 min read
Krisis Kemanusiaan dan Tantangan Transisi Pascaperang
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Mazraa, Suriah — Situasi di provinsi Sweida, Suriah selatan, kembali menegaskan rapuhnya transisi pascaperang di negara tersebut. Setelah sepekan bentrokan sengit antara milisi komunitas minoritas Druze dan klan Badui Muslim Sunni, kelompok Badui pada Minggu (14/7) mengumumkan penarikan diri dari kota Sweida. Penarikan ini terjadi menyusul gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan masuknya konvoi bantuan kemanusiaan ke wilayah yang rusak parah akibat pertempuran.

Konflik sektarian ini menewaskan ratusan orang, memicu gelombang pengungsian lebih dari 128 ribu jiwa, dan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah melanda Suriah pascaperang saudara. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB mencatat, sebanyak 43.000 orang terpaksa mengungsi hanya dalam satu hari pada Sabtu (13/7).

Pertikaian antara milisi Druze dan klan Badui dipicu oleh serangkaian penculikan balasan di sejumlah kota kecil sebelum menyebar ke pusat kota Sweida. Pasukan pemerintah Suriah sempat dikerahkan untuk meredam pertempuran, namun kemudian ditarik kembali. Presiden sementara Ahmad al-Sharaa — yang dipandang lebih bersimpati kepada kelompok Badui — mengimbau agar semua pihak mematuhi gencatan senjata.

“Kami berterima kasih atas sikap heroik kaum Badui, tetapi menuntut kepatuhan penuh pada gencatan senjata serta ketaatan terhadap perintah negara,” ujar Al-Sharaa dalam pidato kenegaraannya.

Israel turut memperburuk eskalasi konflik dengan meluncurkan puluhan serangan udara di provinsi Sweida, menargetkan posisi pasukan pemerintah yang dinilai berpihak pada kelompok Badui. Serangan ini semakin meningkatkan ketegangan di wilayah selatan Suriah, yang menjadi titik rawan geopolitik antara rezim Damaskus, kelompok oposisi, dan kekuatan eksternal.

Bentrokan berdampak serius terhadap kehidupan warga sipil. Puluhan warga Druze tewas dalam serangan terarah yang dilakukan kelompok Badui dan pasukan pemerintah. Video di media sosial memperlihatkan aksi penghinaan terhadap simbol budaya Druze, termasuk perusakan potret tokoh agama dan tradisi, yang memicu serangan balasan ke wilayah mayoritas Badui di pinggiran provinsi Sweida.

Baca juga : Rusia Terbuka untuk Perdamaian dengan Ukraina, namun Prioritaskan Pencapaian Tujuan Strategis

Bulan Sabit Merah Suriah melaporkan pengiriman 32 truk bantuan berisi makanan, obat-obatan, air, dan bahan bakar. Namun, distribusi bantuan terkendala oleh gesekan politik. Sheikh Hikmat al-Hijri, tokoh spiritual Druze, dituding menghalangi delegasi pemerintah yang mendampingi konvoi bantuan. Al-Hijri membantah tuduhan ini, menegaskan bahwa pihaknya “tidak memiliki konflik berbasis agama atau etnis” dan mengutuk upaya provokasi yang memecah belah masyarakat.

Krisis Sweida memperlihatkan kompleksitas transisi politik Suriah pasca kejatuhan rezim Assad. Meskipun sebagian besar komunitas Druze mendukung berakhirnya kekuasaan keluarga Assad, banyak yang menaruh curiga terhadap pemerintahan baru Al-Sharaa yang dinilai berhaluan Islamis. Konfrontasi antara al-Hijri dengan Al-Sharaa menunjukkan ketegangan antara strategi diplomasi dan perlawanan bersenjata di kalangan Druze.

Washington melalui utusan khususnya, Tom Barrack, menilai konflik ini sebagai hambatan serius bagi stabilisasi politik Suriah. “Semua faksi harus segera meletakkan senjata, menghentikan permusuhan, dan mengakhiri siklus dendam kesukuan. Suriah berada di persimpangan kritis — perdamaian dan dialog harus segera diwujudkan,” tegasnya di platform X.

Konvoi batuan saat melintasi Provinsi Daraa, Suriah, Minggu, 20 Juli 2025, menuju kota Busra al-Sham.

Lebih dari setengah dari sekitar 1 juta penganut Druze dunia bermukim di Suriah, sementara lainnya berada di Lebanon dan Israel, termasuk di Dataran Tinggi Golan. Ketegangan di Sweida dikhawatirkan akan memicu ketidakstabilan di kawasan yang telah lama menjadi arena konflik geopolitik antara Suriah, Israel, dan kekuatan global.

Dengan kondisi kemanusiaan yang memburuk, keberhasilan gencatan senjata dan distribusi bantuan kemanusiaan akan menjadi ujian bagi legitimasi pemerintah sementara Suriah. Konflik Druze–Badui juga menunjukkan bahwa rekonsiliasi nasional membutuhkan pendekatan multi-dimensi yang mencakup rekonstruksi sosial, jaminan keamanan, dan peran aktif komunitas internasional dalam mediasi perdamaian.

Pewarta : Setiawan S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Rusia Terbuka untuk Perdamaian dengan Ukraina, namun Prioritaskan Pencapaian Tujuan Strategis
Next: Krisis Kemanusiaan di Gaza: 85 Warga Palestina Tewas Saat Mencari Bantuan Pangan di Tengah Eskalasi Konflik

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Paguyuban Prawan’80 Surabaya Kunjungi Kampung Coklat Blitar untuk Promosi Wisata dan Produk Lokal
  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.