Skip to content
25/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Titik Balik Kritis di Gaza: Hamas di Persimpangan Antara Pelucutan Senjata dan Rekonstruksi Pasca-Konflik

Titik Balik Kritis di Gaza: Hamas di Persimpangan Antara Pelucutan Senjata dan Rekonstruksi Pasca-Konflik

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Hamas di Persimpangan Antara Pelucutan Senjata dan Rekonstruksi Pasca-Konflik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Yerusalem 28 Maret 2026 — Kelompok Hamas sedang mempertimbangkan proposal pelucutan senjata secara bertahap yang diajukan melalui mediator internasional. Langkah ini menjadi syarat utama bagi implementasi rencana rekonstruksi Gaza yang didukung Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Proposal tersebut, yang disampaikan melalui Badan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Trump, menuntut penghancuran seluruh infrastruktur militer Hamas — termasuk terowongan bawah tanah dan fasilitas produksi senjata — serta penyerahan senjata secara permanen. Jika disetujui, langkah ini berpotensi membuka jalan bagi penarikan pasukan Israel secara bertahap, pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina, serta program rekonstruksi jangka panjang di wilayah yang hancur akibat konflik lebih dari dua tahun.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025 telah menghentikan pertempuran skala besar dan meningkatkan masuknya bantuan kemanusiaan. Namun, situasi di lapangan masih rapuh. Serangan sporadis terus terjadi, dan Israel masih menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza. Menurut data pejabat kesehatan setempat, ratusan warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, menegaskan di hadapan Dewan Keamanan PBB baru-baru ini bahwa “masa depan Gaza sepenuhnya bergantung pada pelucutan senjata oleh Hamas.” Pernyataan ini mencerminkan posisi Washington bahwa tanpa demiliterisasi, tidak akan ada kemajuan signifikan dalam upaya pembangunan kembali.

Nickolay Mladenov, direktur Badan Perdamaian yang memimpin pengawasan gencatan senjata, menjelaskan bahwa proposal yang didukung mediator Turki, Qatar, dan Mesir menawarkan proses bertahap. Pelucutan dimulai dari senjata berat seperti roket dan bahan peledak, kemudian berlanjut ke senjata ringan. Proses ini akan disertai penarikan pasukan Israel secara bertahap dan penyerahan kendali keamanan kepada komite teknokrat Palestina yang baru dibentuk.

“Pelucutan senjata merupakan satu-satunya jalan menuju rekonstruksi dan keberhasilan pemerintahan baru di Gaza,” ujar Mladenov. Bagi dua juta penduduk Gaza yang mayoritas masih tinggal di tenda pengungsian, keputusan ini memiliki dampak mendalam — antara harapan pemulihan atau risiko kembalinya kekerasan.

Baca juga : G7 Terpecah Sikap terhadap Perang Iran: AS Dorong Kerja Sama Pasca-Konflik, Eropa Tekankan Diplomasi dan Perlindungan Sipil

Sumber-sumber yang dekat dengan perundingan menyebutkan bahwa Hamas menerima proposal tersebut secara prinsip, tetapi dengan sejumlah catatan. Kelompok ini ingin adanya jaminan yang lebih kuat atas penghentian serangan Israel dan penarikan pasukan secara konkret. Hamas juga berupaya membedakan antara senjata berat dan ringan, serta mengaitkan proses demiliterisasi dengan komitmen Israel untuk mundur.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menyatakan bahwa tidak akan ada kemajuan rekonstruksi tanpa pelucutan senjata penuh. Sementara itu, banyak negara donor enggan menyalurkan dana atau pasukan penjaga perdamaian jika risiko konflik baru masih tinggi.

Analis geopolitik memandang momen ini sebagai inflection point (titik balik) dalam dinamika Timur Tengah pasca-gencatan senjata. Keberhasilan atau kegagalan negosiasi ini tidak hanya menentukan nasib Gaza, tetapi juga stabilitas kawasan yang lebih luas, terutama di tengah ketegangan yang melibatkan Iran.

Saat ini, ratusan ribu warga Gaza masih bergantung pada bantuan kemanusiaan. Penundaan berkepanjangan dalam negosiasi berisiko memperburuk krisis kemanusiaan dan meningkatkan kemungkinan pecahnya kekerasan baru.

Respons resmi Hamas terhadap proposal ini diperkirakan akan disampaikan dalam waktu dekat. Sementara itu, komunitas internasional terus mendorong semua pihak untuk memanfaatkan peluang ini guna mencapai penyelesaian yang berkelanjutan, di mana keamanan, tata kelola, dan rekonstruksi dapat berjalan beriringan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: G7 Terpecah Sikap terhadap Perang Iran: AS Dorong Kerja Sama Pasca-Konflik, Eropa Tekankan Diplomasi dan Perlindungan Sipil
Next: Diplomasi Drone Ukraina di Teluk: Zelenskyy Kunjungi Arab Saudi di Tengah Tekanan terhadap Armada Bayangan Rusia

Related Stories

Delapan Negara Arab dan Islam Kutuk Penghinaan Ben-Gvir terhadap Aktivis Flotilla Global Sumud

Delapan Negara Arab dan Islam Kutuk Penghinaan Ben-Gvir terhadap Aktivis Flotilla Global Sumud

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Ledakan Hipersonik di Langit Kyiv

Ledakan Hipersonik di Langit Kyiv: Malam Paling Mengerikan dalam Empat Tahun Perang

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Rubio di New Delhi

Rubio di New Delhi: Upaya Perbaikan Hubungan AS-India di Tengah Arus Ketegangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Prabowo Gelorakan Swasembada Protein: Tambak Udang Modern Jadi Andalan Ketahanan Pangan Indonesia
  • Ahli Waris Berusia 87 Tahun Tempuh Jalur Hukum atas Sengketa Tanah Turun-Temurun di Kendal
  • Harapan Baru dari Sungai Sesayap: Hiu Gangga yang Nyaris Punah Ditemukan Kembali di Kalimantan
  • Miliaran Rupiah untuk Makan-Minuman Rapat DPRD Padangsidimpuan Dipertanyakan, Ketua WIB: Segera Diaudit !
  • Revitalisasi SMPN 2 Angkola Selatan: Dugaan Pemborosan APBN dan Ancaman Keselamatan Siswa di Balik Campuran Rangka Kayu Lapuk
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.