Skip to content
30/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Selat Hormuz yang “Dikendalikan”: Batasan Kapal dan Biaya Tinggi Iran Pasca-Gencatan Senjata dengan AS

Selat Hormuz yang “Dikendalikan”: Batasan Kapal dan Biaya Tinggi Iran Pasca-Gencatan Senjata dengan AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Batasan Kapal dan Biaya Tinggi Iran Pasca-Gencatan Senjata dengan AS
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Pasca-pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, Selat Hormuz yang menjadi arteri vital pasokan energi dunia ternyata tidak sepenuhnya terbuka lebar. Iran dilaporkan berencana membatasi lalu lintas kapal melintasi selat tersebut hanya sekitar 12 unit per hari, dengan tuntutan biaya transit yang bisa mencapai hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp34,2 miliar) per kapal tanker raksasa.

Pembatasan ini muncul meski Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengumumkan pembukaan kembali selat tersebut menyusul kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Rabu (8/4) malam. Selat Hormuz sendiri selama ini menjadi jalur pengangkutan sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) global, sehingga setiap pembatasan langsung berdampak pada stabilitas harga energi internasional.

Menurut sumber yang dekat dengan para pemilik kapal dari berbagai negara, negosiasi sedang berlangsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk memperoleh izin melintas. Kapal-kapal yang akhirnya diizinkan disebutkan harus mengikuti jalur khusus yang telah ditentukan serta memenuhi persyaratan izin yang ketat, termasuk koordinasi langsung dengan pihak berwenang Iran.

Langkah ini mencerminkan upaya Iran mempertahankan pengaruh strategisnya atas selat tersebut, bahkan dalam kerangka gencatan senjata sementara. Sebelum konflik memanas, lalu lintas harian di Selat Hormuz biasanya mencapai lebih dari 100 kapal, termasuk tanker minyak yang mengangkut jutaan barel crude oil setiap harinya. Pembatasan drastis ke level belasan kapal per hari berpotensi memperpanjang gangguan rantai pasok energi global, meski gencatan senjata telah dicapai.

Para analis maritim menilai bahwa pendekatan ini bukan sekadar langkah keamanan pasca-konflik, melainkan juga instrumen diplomasi ekonomi. Biaya transit yang tinggi dan persyaratan koordinasi dengan IRGC dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Iran sekaligus alat tekanan dalam negosiasi jangka panjang dengan Washington dan mitra internasional lainnya.

Dampaknya sudah terasa di pasar global. Harga minyak sempat mengalami fluktuasi tajam sejak penutupan efektif selat beberapa waktu lalu, dan kini ketidakpastian pembukaan penuh terus membebani pemulihan ekonomi pasca-gencatan senjata. Negara-negara importir besar seperti China, India, Jepang, dan Eropa yang sangat bergantung pada jalur ini kini menghadapi dilema antara memenuhi tuntutan transit atau mencari rute alternatif yang jauh lebih mahal dan memakan waktu.

Baca juga : Tanah Adat Papua di Ambang Bahaya: MRP Dorong Perdasus Larang Jual Beli Lahan untuk Jaga Masa Depan Generasi

Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang dimediasi melalui jalur diplomatik termasuk Pakistan diharapkan menjadi jembatan menuju perundingan yang lebih komprehensif. Namun, dengan adanya pembatasan operasional di Selat Hormuz, banyak pihak mempertanyakan sejauh mana komitmen kedua belah pihak untuk memulihkan stabilitas kawasan sepenuhnya.

Para pengamat hubungan internasional menekankan bahwa Selat Hormuz bukan hanya soal perdagangan energi, melainkan juga simbol kedaulatan dan keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Bagaimana Iran mengelola lalu lintas kapal ke depan akan sangat menentukan apakah gencatan senjata ini menjadi titik balik menuju perdamaian berkelanjutan atau hanya jeda sementara di tengah ketegangan yang belum tuntas.

Situasi ini terus dipantau ketat oleh komunitas internasional, termasuk organisasi pelayaran global dan negara-negara konsumen energi, yang berharap agar pembatasan tidak berlarut-larut dan selat dapat kembali berfungsi sebagai jalur bebas yang aman bagi perdagangan dunia.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tanah Adat Papua di Ambang Bahaya: MRP Dorong Perdasus Larang Jual Beli Lahan untuk Jaga Masa Depan Generasi
Next: Perang Iran Menggerus “Pivot ke Asia”: AS Kembali Tersandung di Timur Tengah di Tengah Ancaman China atas Taiwan

Related Stories

Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik

Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Putin Tingkatkan Eskalasi di Kyiv

Putin Tingkatkan Eskalasi di Kyiv: Strategi Bertahan di Tengah Kebuntuan dan Kelelahan Perang

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Trump Tunda Keputusan Perpanjangan Gencatan Senjata Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Trump Tunda Keputusan Perpanjangan Gencatan Senjata Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Menuju Pariwisata Emas: ESG Jadi Kunci Daya Saing Indonesia di Mata Investor Global
  • Jakarta Merangkai Harmoni: Pesparani 2026 jadi Bukti Nyata Toleransi sebagai Modal Kota Global
  • Indonesia Siap Menyongsong Era Pasca-2030: Bappenas Tekankan Fondasi Pembangunan Berkelanjutan
  • Bareskrim Polri Bekukan Aktivitas PT WIN di Torobulu, Keselamatan Warga Jadi Prioritas Utama
  • Sinergi Pemerintah dan Fatayat NU Jateng Perkuat Perlindungan Pesantren dari Kekerasan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.