Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Perang Iran Menggerus “Pivot ke Asia”: AS Kembali Tersandung di Timur Tengah di Tengah Ancaman China atas Taiwan

Perang Iran Menggerus “Pivot ke Asia”: AS Kembali Tersandung di Timur Tengah di Tengah Ancaman China atas Taiwan

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 4 minutes read
AS Kembali Tersandung di Timur Tengah di Tengah Ancaman China atas Taiwan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Washington, 12 April 2026 — Lima belas tahun setelah Presiden Barack Obama mengumumkan strategi ambisius “pivot to Asia” untuk menghadapi kebangkitan China, Amerika Serikat kembali menghadapi paradoks strategis yang sama. Alih-alih sepenuhnya beralih ke kawasan Indo-Pasifik, Washington kini terjebak dalam konflik militer di Timur Tengah melawan Iran, yang justru menguras sumber daya dan perhatian dari prioritas jangka panjangnya di Asia.

Perang dengan Iran tidak hanya menyebabkan Presiden Donald Trump menunda kunjungan penting ke China selama beberapa minggu, tetapi juga memaksa Pentagon memindahkan aset militer strategis dari Asia-Pasifik ke kawasan Teluk. Mulai dari sistem pertahanan rudal di Korea Selatan hingga unit Marinir respons cepat di Jepang, relokasi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan sekutu AS di Asia bahwa komitmen Washington terhadap pencegahan agresi China semakin rapuh.

Para pengamat strategi Asia menilai situasi ini sebagai saat yang paling tidak tepat. “Ini justru waktu yang salah bagi Amerika untuk kembali tersedot ke konflik Timur Tengah yang sulit diakhiri,” ujar Danny Russel, rekan senior di Asia Society Policy Institute. Menurutnya, upaya rebalancing ke Asia yang telah lama menjadi kepentingan nasional AS justru terus terkikis oleh serangkaian keputusan yang kurang bijaksana.

Kunjungan Trump ke China yang ditunda semakin memperburuk persepsi bahwa AS sedang kehilangan fokus. Pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping tersebut semestinya membahas isu-isu ekonomi krusial, termasuk rantai pasok teknologi dan ketegangan perdagangan. Keterlambatan ini dikhawatirkan akan memperkuat persepsi Beijing bahwa peluang untuk bertindak lebih tegas di kawasan — khususnya terhadap Taiwan — semakin terbuka.

Senator Jeanne Shaheen, pimpinan Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, baru-baru ini memimpin delegasi bipartisan ke Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Di ketiga negara tersebut, para pemimpin lokal menyampaikan kekhawatiran mendalam atas lonjakan biaya energi akibat konflik Timur Tengah serta berkurangnya kehadiran militer AS. Shaheen berusaha menenangkan sekutu dengan menegaskan bahwa “kegagalan bukanlah pilihan”, mengingat China telah berulang kali menyatakan kesediaannya menggunakan kekuatan untuk menguasai Taiwan sesuai jadwal yang dipercepat.

Namun, kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Kurt Campbell, mantan wakil menteri luar negeri era Biden, menyatakan keprihatinannya bahwa kemampuan militer yang dibangun secara bertahun-tahun di Indo-Pasifik mungkin tidak akan pulih sepenuhnya pasca-perang Iran. Sementara itu, Zack Cooper dari American Enterprise Institute menambahkan bahwa semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula sumber daya dan fokus yang dialihkan dari Asia. Produksi amunisi AS yang terkuras di Timur Tengah juga diprediksi akan memperlambat penjualan senjata ke sekutu Asia di masa mendatang.

Baca juga : Selat Hormuz yang “Dikendalikan”: Batasan Kapal dan Biaya Tinggi Iran Pasca-Gencatan Senjata dengan AS

Di sisi lain, sebagian kalangan mendukung pendekatan Trump yang menangani ancaman secara berurutan. Matt Pottinger, mantan wakil penasihat keamanan nasional, berpendapat bahwa Beijing merupakan sponsor utama bagi berbagai aktor yang menjadi lawan AS. Oleh karena itu, menyelesaikan tantangan di Timur Tengah terlebih dahulu dianggap sebagai langkah strategis yang tepat.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte bahkan memperingatkan bahwa konflik masa depan kemungkinan tidak akan terbatas pada satu teater saja. “Ini akan menjadi masalah multi-teater,” katanya. Jika China memutuskan bergerak terhadap Taiwan, negara itu bisa memanfaatkan “mitra juniornya” di berbagai wilayah untuk mengalihkan perhatian AS.

Strategi keamanan nasional AS yang dirilis akhir 2025 memang menegaskan prioritas pada pencegahan militer di Selat Taiwan dan Rantai Pulau Pertama. Dokumen tersebut menekankan pentingnya menjaga akses terhadap chip semikonduktor Taiwan serta kebebasan navigasi di Laut China Selatan. Namun, dokumen yang sama juga menyatakan bahwa perhatian terhadap Timur Tengah seharusnya berkurang seiring peningkatan produksi energi domestik AS.

Realitas di lapangan kini berbeda. Konflik Iran justru memperpanjang keterlibatan AS di Timur Tengah dan menguji ketahanan industri pertahanan Amerika dalam memenuhi kebutuhan amunisi. Sementara itu, China disebut-sebut semakin diuntungkan dengan persiapan ekonominya yang berorientasi “masa perang”, termasuk penimbunan cadangan dan diversifikasi sumber energi.

Obama dulu menyatakan bahwa “gelombang perang sedang surut” dan Amerika harus memandang ke depan ke potensi Asia-Pasifik. Kini, 15 tahun kemudian, strategi tersebut tampak semakin sulit diwujudkan. Alih-alih menjadi abad Pasifik bagi Amerika, dinamika global justru menunjukkan betapa rapuhnya upaya Washington untuk memprioritaskan satu kawasan tanpa terganggu oleh krisis di tempat lain.

Bagi sekutu AS di Asia, pesan yang tersirat jelas: meski komitmen Washington tetap ada, kemampuan untuk mewujudkannya sedang diuji. Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan kini semakin giat meningkatkan kemampuan pertahanan sendiri, menyadari bahwa stabilitas kawasan tidak lagi bisa sepenuhnya bergantung pada kehadiran AS yang terus-menerus terganggu.

Perang Iran bukan hanya konflik regional. Bagi banyak analis, ia menjadi pengingat bahwa “pivot ke Asia” yang telah lama diimpikan masih jauh dari kenyataan — dan ketidakpastian ini justru bisa menjadi faktor pemicu ketidakstabilan yang lebih besar di Indo-Pasifik.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Selat Hormuz yang “Dikendalikan”: Batasan Kapal dan Biaya Tinggi Iran Pasca-Gencatan Senjata dengan AS
Next: Beijing Tawarkan “Jembatan Perdamaian” ke Taiwan: Penerbangan Langsung dan Impor Produk Akuakultur Kembali Dibuka Pasca Kunjungan Ketua KMT

Related Stories

Kedaulatan Kognitif Anak

Kedaulatan Kognitif Anak: Polandia Memulai Era Sekolah Bebas Ponsel

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik

Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik: Kapal Angkut Militer Jepang Bertolak Padamkan Karhutla Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
JSDF Kirim Kapal Tempur

JSDF Kirim Kapal Tempur & Helikopter ke Indonesia: Jepang Dukung Pemadam Karhutla dengan 600 Personel

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by