RI News. News Delhi – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengunjungi India dalam upaya meredakan ketegangan bilateral yang mencapai titik terendah dalam lebih dari 20 tahun terakhir. Kunjungan ini terjadi di tengah friksi ekonomi akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks di Indo-Pasifik.
Rubio melakukan pembicaraan bilateral dengan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar pada Minggu. Keduanya menegaskan komitmen untuk memperdalam kemitraan strategis antara kedua negara, meski masing-masing tetap mengedepankan kepentingan nasionalnya.
Dalam konferensi pers bersama, Rubio menyebut India sebagai salah satu mitra strategis paling penting bagi Amerika Serikat. Ia optimistis kesepakatan perdagangan bilateral dapat segera dirampungkan. “Saya tidak melihat hubungan kami dengan negara mana pun sebagai pengorbanan terhadap aliansi strategis dengan India,” tegas Rubio. Ia juga menjelaskan bahwa kebijakan tarif Trump bersifat global dan bukan ditujukan secara khusus kepada India.

Jaishankar menanggapi dengan pendekatan yang realistis. Menurutnya, kemitraan AS-India terbangun atas “konvergensi kepentingan nasional”. Ia menegaskan bahwa India menganut prinsip “India First”, sebagaimana Amerika menerapkan “America First”.
India, dengan populasi 1,4 miliar jiwa, terus mencari sumber energi yang beragam, andal, dan terjangkau. “Kami akan terus diversifikasi pasokan demi menjaga harga tetap wajar,” kata Jaishankar.
Baru-baru ini India aktif memperluas jaringan perdagangan internasional dengan menandatangani kesepakatan dengan Oman, Selandia Baru, Inggris, dan Uni Eropa. Langkah ini dilihat sebagai upaya New Delhi untuk mengurangi ketergantungan dan meningkatkan posisi tawar di panggung global.
Baca juga : Kudatuli di Markas CHP: Krisis Internal Oposisi Turki yang Mengguncang Demokrasi Erdogan
Namun, hubungan AS-India tetap diwarnai ketegangan. Para analis mencatat adanya defisit kepercayaan akibat pernyataan Washington terkait isu keamanan dan perdagangan India dalam setahun terakhir. Ashok Malik, mantan penasihat kebijakan Kementerian Luar Negeri India, menyebut kunjungan Rubio akan dianggap berhasil jika mampu menghentikan penurunan hubungan lebih lanjut.
Hubungan kedua negara semakin dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk konflik di Timur Tengah, sikap India terhadap Rusia, dan persaingan dengan China di kawasan Indo-Pasifik. Melalui forum Quad bersama Australia dan Jepang, AS dan India berupaya menjaga stabilitas maritim, meski New Delhi tetap menjaga keseimbangan dalam kebijakan luar negerinya.

Praveen Donthi dari International Crisis Group menilai hubungan AS-India menghadapi tantangan struktural. “Politik luar negeri India semakin dipengaruhi oleh dinamika domestik, sehingga menjadi lebih tegas dan hitam-putih,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa New Delhi kemungkinan akan menerapkan kesabaran strategis sambil menantikan konsensus bipartisan di Washington yang lebih stabil.
Kunjungan Rubio selama empat hari ini juga mencakup pertemuan Quad dan rangkaian acara memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Meski hubungan kedua negara sempat mengalami pasang surut, para pengamat melihat masih terdapat fondasi kuat yang dapat dijadikan pijakan untuk memperbaiki kerja sama di masa depan.
Pewarta : Setiawan Wibisono

