RI News. Jakarta, 28 Agustus 2026 — Dinamika tata kelola kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan nasional memasuki babak baru pascaputusannya uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR RI. Keputusan strategis legislatif tersebut secara resmi menetapkan Dr. Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih untuk masa jabatan 2026–2031. Penetapan ini melegitimasi kapasitas keilmuan dan rekam jejak akademis kebanksentralan Solikin yang diproyeksikan bakal memperkuat pilar kebijakan makroprudensial dan ketahanan moneter Indonesia di tengah kompleksitas ekonomi global.
Terpilihnya Solikin pada Kamis (27/8/2026) melengkapi jajaran pimpinan tertinggi eksekutif Bank Sentral setelah melalui proses penilaian ketat. Pengangkatan ini menjadi penjelas komitmen independensi dan kapabilitas teknis otoritas moneter, di mana keberadaan akademisi sekaligus praktisi senior dinilai sangat krusial dalam menavigasi volatilitas pasar finansial global. Keputusan ini mempertegas bahwa kepemimpinan Bank Indonesia mendatang didasari oleh kompetensi substantif yang komprehensif.

Integrasi Akademis dan Pengalaman Kebanksentralan
Penetapan Solikin sebagai Deputi Gubernur menambah rekam jejak panjang pengabdiannya di Bank Sentral yang telah terbangun selama 32 tahun. Perjalanan kariernya mencerminkan perpaduan solid antara kedalaman pemikiran akademis dan eksekusi kebijakan publik. Menyitir data resmi Bank Indonesia per 28 Agustus 2026, pria kelahiran Surabaya pada 10 Oktober 1967 ini menyelesaikan studi sarjana di bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Airlangga pada tahun 1991, yang menjadi fondasi awal pemikirannya mengenai struktur makroekonomi domestik.
Pengayaan keilmuan ekonomi dilanjutkannya di jenjang magister pada University of Michigan, Amerika Serikat, dengan meraih gelar Master di bidang Economics pada tahun 1998. Solikin kemudian mengukuhkan kepakaran kepemimpinannya di bidang kebanksentralan dengan meraih gelar Doktor di bidang Ekonomi Moneter dari Universitas Indonesia pada tahun 2005. Pendalaman teoritis pada ranah moneter dan keuangan ini menjadi pijakan ilmiah dalam setiap perumusan formulasi kebijakan yang ia rancang.
Dedikasi Portofolio Institusional dan Kepemimpinan Strategis
Karier Solikin di Bank Indonesia dimulai sejak 20 September 1994. Dalam kurun tiga dekade, ia memegang serangkaian posisi manajerial dan strategis yang krusial bagi transformasi organisasi Bank Sentral. Pengalaman memimpin Departemen Institut Bank Indonesia baik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) pada periode 2016–2018 maupun Kepala Departemen pada 2018–2022 membuktikan kontribusinya dalam membangun riset, riset kebijakan, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia bank sentral secara berkelanjutan.
Selanjutnya, kepemimpinannya di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022–2023) memperkuat perannya dalam perumusan respons kebijakan moneter domestik. Sejak 16 Juni 2023 hingga keterpilihannya, Solikin dipercaya memimpin Departemen Kebijakan Makroprudensial. Di posisi ini, ia berfokus pada mitigasi risiko sistemik dan penguatan stabilitas sistem keuangan nasional.
Proses keterpilihan Solikin tahun 2026 mencerminkan proses seleksi kompetitif di tingkat legislatif. Setelah sebelumnya mengikuti ujian kepatutan pada Januari 2026 bersama Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono—di mana proses tersebut menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur—Solikin kembali dipercaya mengikuti uji kelayakan pada 27 Agustus 2026 berdampingan dengan M. Anwar Bashori, hingga akhirnya terpilih secara mutlak.
Sinergi Dewan Gubernur dan Pengesahan Paripurna
Penetapan Solikin M. Juhro merupakan bagian komprehensif dari regenerasi kepemimpinan Dewan Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031. Sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah menyepakati penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia pasca-uji kelayakan pada Rabu (26/8/2026), serta menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Sinergi ketiganya diharapkan mampu membangun soliditas kebijakan dalam menjaga kestabilan nilai tukar, ketahanan makroekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses penilaian teknis di tingkat komisi telah selesai dilaksanakan dengan berlandaskan prinsip transparansi dan obyektivitas. Hasil penetapan ini akan dibawa ke tingkat pengesahan tertinggi parlemen dalam waktu dekat.
Dengan tuntasnya pengesahan pada Paripurna mendatang, proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia dapat segera dilaksanakan, memastikan kesinambungan arah kebijakan moneter dan makroprudensial nasional di bawah kepemimpinan jajaran Dewan Gubernur yang baru.
Tagline: #SolikinMJuhro, #DeputiGubernurBI, #BankIndonesia, #KomisiXIDPRRI, #KebijakanMoneter, #EkonomiIndonesia, #FitAndProperTest, #DewanGubernurBI,

