RI News. Melawi — Meski masih pagi buta, puluhan personel Satuan Lalu Lintas Polres Melawi telah berjaga di titik-titik strategis sejak Senin (4/5/2026). Kegiatan ploting point rutin ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari pengguna jalan.
Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla, melalui Kasat Lantas AKP P. Supriatna, S.H., menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar formalitas. Petugas masih kerap menemukan pelanggaran yang terlihat jelas di lapangan.
“Tidak menggunakan helm, pengendara menggunakan knalpot kendaraan tidak sesuai spesifikasi, dan tidak menggunakan kelengkapan TNKB. Kami tidak memberikan toleransi,” tegas AKP P. Supriatna.

Menurutnya, pelanggaran tersebut kerap dilakukan baik oleh pelajar maupun pengendara dewasa. Hal ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kecelakaan fatal. “Ini menjadi kerja keras kita bersama dengan tujuan pencegahan dini fatalitas kecelakaan serta diharapkan pengendara memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku,” ujarnya.
Bagi pelanggar yang ditemukan, petugas langsung memberikan teguran sekaligus melakukan tindakan korektif. Mereka diwajibkan memakai helm standar, mengganti knalpot dengan yang sesuai spesifikasi, serta memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang sah.
Baca juga : Ironi Banyumudal: Kekayaan Air Melimpah, Ribuan Warga Kehausan di Tanah Sendiri
Kasat Lantas juga menyampaikan himbauan langsung kepada seluruh masyarakat pengguna jalan. “Keselamatan berkendara adalah prioritas dan paling utama. Mari kita bersama-sama membangun budaya lalu lintas yang tertib, karena nyawa dan masa depan keluarga kita berada di ujung jalan,” pungkasnya.
Kegiatan ploting point pagi ini diharapkan tidak hanya menekan angka pelanggaran, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.
Pewarta: Lisa Susanti


