Skip to content
12/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Petugas ICE di Bandara: “Bantuan” yang Mengundang Kontroversi di Tengah Krisis Shutdown

Petugas ICE di Bandara: “Bantuan” yang Mengundang Kontroversi di Tengah Krisis Shutdown

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Petugas ICE di Bandara
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Washington – Di tengah kekacauan antrean panjang di bandara-bandara Amerika Serikat akibat pemadaman pemerintahan parsial, ratusan petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) dikerahkan untuk membantu mengurai kemacetan. Namun langkah ini justru memicu perdebatan sengit: apakah kehadiran mereka benar-benar meringankan beban, atau malah menambah ketegangan baru bagi para penumpang?

Berbeda dengan penempatan petugas keamanan biasa, ICE bukanlah lembaga yang terlatih dalam keselamatan penerbangan. Mereka lebih dikenal sebagai garda terdepan penegakan hukum imigrasi yang kontroversial di era Presiden Donald Trump. Pakar industri penerbangan menilai, meski bisa membantu tugas ringan seperti mengawasi jalur keluar, petugas ICE tidak mungkin menggantikan peran inti Transportation Security Administration (TSA) dalam memeriksa bagasi dan melakukan pemeriksaan fisik.

Keith Jeffries, mantan kepala keamanan TSA di Bandara Internasional Los Angeles, menegaskan keterbatasan itu dengan tegas. “Mereka tidak memiliki pelatihan berbulan-bulan seperti petugas TSA. Mengoperasikan mesin X-ray atau pat-down bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari dalam sekejap,” ujarnya. Menurut Jeffries, satu-satunya kontribusi realistis adalah membantu mengatur kerumunan, bukan menjadi pengganti sejati.

Zach Griff, pengamat perjalanan udara, menyambut potensi bantuan tersebut dengan catatan besar. “Saya agak optimis mereka bisa membantu, tapi ini jelas bukan solusi permanen,” katanya. Griff menambahkan bahwa pemeriksaan bagasi merupakan inti pekerjaan TSA yang membutuhkan keahlian khusus, sehingga integrasi ICE hanya bersifat sementara dan terbatas.

Di sisi lain, kehadiran petugas ICE yang biasanya bersenjata dan sering menggunakan masker saat bertugas justru dikhawatirkan memicu ketidaknyamanan publik. Trump sendiri sempat menyebut bandara sebagai “wilayah subur” untuk operasi imigrasi, meski kemudian menegaskan bahwa tugas mereka kali ini murni membantu mengurai antrean. Ia juga meminta petugas ICE melepas masker saat bertugas di bandara, berbeda dengan saat menangkap “kriminal berat”.

Kritik paling keras datang dari kubu Demokrat. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyatakan, “Di mana pun ICE muncul, masalah selalu ikut muncul. Bandara kemungkinan besar tidak akan menjadi pengecualian.” Demokrat menolak mendanai Departemen Keamanan Dalam Negeri sebelum ada jaminan bahwa petugas ICE tidak menggunakan masker dan tidak ditempatkan di bandara.

Baca juga : Tragedi Putumayo: Pesawat Hercules Jatuh Setelah Lepas Landas, Satu Nyawa Melayang dan 77 Tentara Terluka

Para analis menekankan bahwa penempatan ICE hanyalah tambal sulam sementara. Solusi sejati, menurut Jeffries, adalah mengakhiri kebuntuan politik di Kongres agar Departemen Keamanan Dalam Negeri kembali mendapatkan dana penuh. “Tidak ada pengganti yang sesungguhnya. Bahkan ICE sendiri pun menyadari hal itu,” pungkasnya.

Hingga kini, antrean panjang masih terjadi di sejumlah bandara besar, sementara kehadiran ICE terus menjadi sorotan: apakah mereka akan membawa ketenangan, atau justru menjadi sumber keributan baru di tengah suasana perjalanan yang sudah tegang. Situasi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya sistem keamanan penerbangan ketika politik memasuki wilayah operasional.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi Putumayo: Pesawat Hercules Jatuh Setelah Lepas Landas, Satu Nyawa Melayang dan 77 Tentara Terluka
Next: Feradi WPI Semarang Sambut Hari Spesial Ketua Umumnya yang ke-44

Related Stories

Timor Leste Siap Pimpin ASEAN 2029

Timor Leste Siap Pimpin ASEAN 2029: Bukti Evolusi Komunitas yang Semakin Inklusif

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Kunjungan Trump ke Beijing di Tengah Ketegangan Global

Kunjungan Trump ke Beijing di Tengah Ketegangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Dua Agen Ganda China Divonis Bersalah Lakukan Pengawasan Gelap terhadap Aktivis Hong Kong

Dua Agen Ganda China Divonis Bersalah Lakukan Pengawasan Gelap terhadap Aktivis Hong Kong

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sultan Liwa mengenai Benteng Kebenaran di Era Banjir Informasi: Pers Indonesia Siap Hadapi Hoaks
  2. Sammy Sandinata mengenai Program MBG Banten: Rp1 Miliar Per Bulan dari Setiap Titik Gizi, Ekonomi Bergerak Signifikan
  3. rendro mengenai Dua Agen Ganda China Divonis Bersalah Lakukan Pengawasan Gelap terhadap Aktivis Hong Kong
  4. Sammy Sandinata mengenai Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 1 Jatiroto: Ratusan Siswa dan Guru Alami Diare, Penyebab Masih Diselidiki
  5. Sultan Liwa mengenai Surat dari Balik Jeruji: Chyntia Kalangit Mempertanyakan Keadilan di Balik Tuduhan Korupsi Pasca Bencana Ruang

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Memperkuat Solidaritas Global South: Indonesia dan Etiopia Bangun Kemitraan Strategis Berorientasi Hasil
  • Progres Menggembirakan MRT Jakarta: Wapres Gibran Puas dengan Kerapian Terowongan Harmoni
  • Gerry Utama, Penerima Beasiswa Baznas, Raih Ki Hajar Dewantara Award atas Riset Sains Polar-Tropis yang Perkuat Diplomasi RI-Rusia
  • Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Picu Krisis Dapur di Padangsidimpuan, Harga Melambung hingga Rp30.000
  • Djamari Chaniago: Latihan Keras dan Disiplin, Modal Utama Prajurit Garuda di Tengah Konflik Lebanon yang Memanas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.