Skip to content
22/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Penjaga Integritas Nusantara di Tengah Badai Global: Setiawan Wibisono dan Kewaspadaan terhadap Jejak George Soros di Era Ekonomi Prabowo

Penjaga Integritas Nusantara di Tengah Badai Global: Setiawan Wibisono dan Kewaspadaan terhadap Jejak George Soros di Era Ekonomi Prabowo

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 4 minutes read
Setiawan Wibisono dan Kewaspadaan terhadap Jejak George Soros di Era Ekonomi Prabowo
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Semarang – Di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto membangun fondasi ekonomi yang lebih mandiri dan berdaulat, muncul suara kritis dari dalam negeri yang mengingatkan akan kerentanan terhadap pengaruh modal transnasional. Setiawan Wibisono, Ketua Umum Lembaga Custos Integritatis Archipelagi (C.I.A.)—yang bermakna Penjaga Integritas Kepulauan—menjadi salah satu figur yang konsisten menyoroti dinamika tersebut. Melalui analisis politiknya, ia menekankan perlunya kewaspadaan nasional terhadap pola filantropi yang sering menyertai agenda globalisasi, khususnya yang terkait dengan jaringan George Soros.

Lahir di Budapest pada 1930 sebagai György Schwartz, George Soros selamat dari pendudukan Nazi dan rezim komunis Hungaria sebelum membangun kerajaan keuangan di New York. Strategi spekulasi agresifnya, termasuk short selling pound sterling pada Black Wednesday 1992 yang meraup keuntungan miliaran dolar, menjadikannya simbol kekuatan individu dalam mengguncang stabilitas negara. Pendekatan investasinya berbasis analisis fundamental sering dipuji sebagai efisiensi pasar, namun juga dikritik karena menunjukkan betapa rapuhnya sistem keuangan global terhadap modal swasta besar.

Di balik kesuksesan finansial, Soros mendirikan Open Society Foundations (OSF) yang telah menyalurkan puluhan miliar dolar untuk inisiatif hak asasi manusia, masyarakat sipil, dan “masyarakat terbuka” ala filsuf Karl Popper. Pendukung melihatnya sebagai pemberdayaan demokrasi pasca-otoritarian, sementara kritikus memandangnya sebagai bentuk intervensi halus yang dapat memicu instabilitas politik tanpa kekuatan militer langsung. Fenomena “revolusi warna” di Eropa Timur sering dikaitkan dengan jaringan pendanaannya, meski OSF selalu menegaskan fokus pada transparansi dan reformasi.

Di Indonesia, di era transisi ekonomi Prabowo yang menekankan ketahanan pangan, hilirisasi, dan kemandirian nasional, pola serupa menjadi sorotan. Menurut data yang dihimpun Lembaga C.I.A., dukungan OSF di Tanah Air tidak disalurkan secara langsung dalam skala besar, melainkan melalui perantara lokal seperti Yayasan Kurawal dan sebelumnya TIFA Foundation. Fokusnya pada penguatan masyarakat sipil, reformasi media, akses keadilan, serta program youth leadership dan narasi publik kerap dipuji sebagai kontribusi bagi konsolidasi demokrasi pasca-Reformasi 1998. Namun, hal itu juga memicu pertanyaan tentang potensi pengaruh eksternal terhadap dinamika domestik.

Baca juga : Diplomasi di Ambang Harapan: PBB Dorong AS dan Iran Manfaatkan Jendela Gencatan Senjata untuk Perdamaian Abadi di Timur Tengah

Setiawan Wibisono dalam berbagai analisisnya menyoroti bahwa di tengah tekanan ekonomi global dan upaya pemerintah membangun fondasi yang kuat, aliran dana asing semacam ini perlu diawasi agar tidak menjadi alat “perang asimetris”. Ia menekankan bahwa integritas Nusantara bukan hanya soal batas wilayah, melainkan juga ketahanan ideologi, ekonomi, dan institusi terhadap pengaruh luar yang halus. “Penjaga integritas harus mampu membedakan antara bantuan yang tulus dengan agenda yang menyertainya,” ujarnya dalam salah satu paparan lembaga.

Kontroversi semakin tajam menyusul protes nasional Agustus-September 2025 yang menolak sejumlah kebijakan pemerintah. Dokumen internal yang beredar menyebut alokasi dana dari OSF melalui intermediary untuk program penguatan ruang sipil, termasuk dukungan cepat tanggap bagi aktivis, safe house, serta inisiatif di Papua terkait kebijakan strategis pemerintah. Skala dana yang disebutkan relatif terbatas—puluhan miliar rupiah untuk periode beberapa tahun—namun efek katalisatornya terhadap koordinasi gerakan sipil dinilai signifikan oleh pengamat. Beberapa pihak melihat ini sebagai penguatan check and balance, sementara yang lain memperingatkan risiko fragmentasi dan ketergantungan yang dapat melemahkan kedaulatan.

Wibisono dan Lembaga C.I.A. menempatkan isu ini dalam kerangka yang lebih luas: di era di mana ekonomi Prabowo berupaya keluar dari jebakan ketergantungan modal asing, kewaspadaan terhadap non-state actor dengan sumber daya global menjadi krusial. Bukan berarti menutup diri dari kerjasama internasional, melainkan memastikan setiap aliran dana dan narasi selaras dengan kepentingan nasional. Analisis akademis serupa di berbagai negara menunjukkan bahwa filantropi transnasional dapat memperkuat kapasitas lokal sekaligus menciptakan ketegangan dengan prinsip kedaulatan, terutama ketika disertai narasi polarisasi.

Dalam konteks Indonesia yang masih muda demokrasinya, pendekatan Setiawan Wibisono menawarkan perspektif kritis yang seimbang. Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap integritas tidak selalu berwujud invasi militer, melainkan bisa datang melalui jaringan keuangan, media, dan gerakan sipil yang tampak netral. Di tengah ambisi Prabowo membangun Indonesia Emas, suara seperti ini menjadi pengingat penting: kedaulatan ekonomi harus diiringi kedaulatan narasi dan institusi.

Fenomena George Soros, dari korban totaliterisme hingga aktor global yang kontroversial, mengilustrasikan kompleksitas dunia kontemporer. Bagi Lembaga C.I.A. di bawah kepemimpinan Wibisono, tugas penjagaan integritas Nusantara berarti terus melakukan analisis mendalam, memisahkan fakta dari narasi berlebihan, serta mendorong transparansi yang sesungguhnya—baik dari aktor asing maupun domestik. Hanya dengan kewaspadaan yang cerdas, Indonesia dapat memanfaatkan peluang globalisasi tanpa mengorbankan jiwa kebangsaannya.

Analisis ini disusun sebagai refleksi akademis atas dinamika politik-ekonomi saat ini, dengan harapan mendorong diskusi berbasis bukti demi masa depan Indonesia yang lebih tangguh.

Penulis : Setiawan Wibisono S.Th

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Diplomasi di Ambang Harapan: PBB Dorong AS dan Iran Manfaatkan Jendela Gencatan Senjata untuk Perdamaian Abadi di Timur Tengah
Next: Tim SAR Gabungan Terus Sisir Sungai Cina Meski Hujan Lebat, Warga Hilang Diduga Tenggelam Masih Belum Ditemukan

Related Stories

Hotman Paris Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Jurnalis

PWI Tempuh Jalur Hukum: Hotman Paris Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan terhadap Profesi Jurnalis

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG Tahun Ajaran Baru

Pemerintah Perkuat Tata Kelola MBG Tahun Ajaran Baru: Investasi Nyata untuk Generasi Emas Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Dudung Abdurachman Buka Jalan Panen Tebu Ribuan Petani Lampung di Register 44

Dudung Abdurachman Buka Jalan Panen Tebu Ribuan Petani Lampung di Register 44

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ratusan Santri Tinggalkan Pondok Pesantren Wonogiri usai Dugaan Pencabulan oleh Pimpinan yang Berstatus Polisi
  • Polres Padangsidimpuan Gerebek L300 Tenda Biru, Sita Puluhan Karton Rokok Ilegal
  • Sinergi Digital yang Menyentuh Nyata: Polda DIY dan Komunitas Jogja Menyapa Gulung Lengan Bantu Sesama
  • Dugaan Korupsi Pengadaan di Wonogiri: Bayang-Bayang Fee 10 Persen dan Lelang di Atas Kertas
  • Semangat Pengabdian Muda: 231 Calon Bintara Polri Mulai Ditempa di SPN Banyumas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.