RI News. Jakarta, 24 Juli 2026 — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menilai Nigeria berpotensi menjadi pintu masuk strategis bagi perluasan pasar produk kreatif Indonesia ke kawasan Afrika. Melalui sektor perfilman Nollywood yang sedang berkembang pesat, peluang kolaborasi dengan industri kreatif Tanah Air dinilai sangat menjanjikan.
Irene menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap dinamika pasar Afrika. “Nigeria memiliki potensi menjadi ‘entry point’ bagi perfilman Indonesia di kawasan Afrika. Selain membangun kolaborasi industri, kita juga perlu memahami tren pasar, kebutuhan masyarakat, dan produk kreatif yang memiliki peluang besar di sana. Dengan begitu, pejuang ekraf Indonesia dapat lebih siap memasuki pasar Afrika secara berkelanjutan,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Nollywood dikenal sebagai salah satu industri film terbesar di dunia dengan volume produksi mencapai sekitar 2.500 judul setiap tahun dan nilai ekonomi sekitar 6,4 miliar dolar AS. Potensi ini membuka jalan bagi sineas Indonesia untuk menjalin kemitraan, mulai dari co-production hingga distribusi konten yang saling menguntungkan.

Selain perfilman, peluang pasar Afrika juga membentang luas ke subsektor unggulan Indonesia lainnya. Kuliner berbasis rempah, kriya tangan, serta fesyen yang mengusung kearifan lokal diproyeksikan akan mendapat sambutan hangat di Nigeria. Dengan populasi yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang terus melaju, negara tersebut menawarkan prospek jangka panjang yang signifikan bagi ekspor produk kreatif Indonesia.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bambang Suharto, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kesamaan karakteristik demografi, keberagaman budaya, serta jumlah penduduk yang besar antara kedua negara menjadi modal sosial yang kuat untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan kebudayaan.
“Nigeria saat ini mulai memberikan perhatian lebih kepada negara-negara seperti Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang perlu kita manfaatkan, tidak hanya untuk membangun persepsi positif terhadap Indonesia, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk kerja sama di sektor ekonomi kreatif,” ujar Bambang Suharto.
Baca juga: Kejari Subulussalam Bangun Sinergi Harmonis dengan Insan Pers untuk Transparansi Hukum
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abuja mendorong partisipasi aktif pelaku ekonomi kreatif nasional dalam berbagai ajang promosi internasional. Salah satu fokus utama adalah keikutsertaan pada Lagos International Trade Fair, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor sekaligus memperluas jejaring bisnis di pasar Afrika.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di kancah global, tetapi juga membuka era baru diplomasi ekonomi berbasis kreativitas yang berkelanjutan.
Pewarta: Naomi Justine Nevada
Tagline: #EkonomiKreatifIndonesia, #KolaborasiNollywood, #PasarAfrika, #DiplomasiEkonomi, #IreneUmar, #NigeriaIndonesia,

