Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Hiburan
  • Movie Review: Dekonstruksi Sheriff dan Anomali Kekuasaan Lokal dalam Film “Normal”

Movie Review: Dekonstruksi Sheriff dan Anomali Kekuasaan Lokal dalam Film “Normal”

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Dekonstruksi Sheriff dan Anomali Kekuasaan Lokal dalam Film
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Semarang – Film Normal menghadirkan pendekatan naratif yang tidak lazim dalam lanskap sinema thriller-aksi kontemporer. Disutradarai oleh Ben Wheatley dan ditulis oleh Derek Kolstad—yang dikenal melalui penciptaan semesta John Wick—film ini tidak sekadar menyuguhkan kekerasan visual, tetapi juga menyelipkan kritik sosial terhadap relasi kuasa dalam komunitas lokal Amerika.

Berbeda dari konvensi umum film bertema kota kecil yang korup, “Normal” justru membalikkan peran klasik tersebut. Tokoh sheriff yang biasanya digambarkan sebagai representasi kekuasaan represif, dalam film ini hadir sebagai figur outsider yang berupaya menegakkan rasionalitas hukum. Ulysses, yang diperankan oleh Bob Odenkirk, memasuki kota kecil Normal, Minnesota, bukan sebagai penguasa yang mapan, melainkan sebagai pengganti sementara yang perlahan menyadari adanya distorsi sistemik di balik stabilitas semu kota tersebut.

Secara tematik, film ini menyoroti fenomena “keteraturan artifisial” dalam masyarakat tertutup. Kota Normal digambarkan sebagai ruang sosial yang tampak harmonis, namun menyimpan praktik kontrol sosial yang intensif dan eksklusif. Indikasi ini terlihat dari berbagai elemen naratif: akumulasi dana publik dalam jumlah besar yang tidak transparan, distribusi senjata yang tidak proporsional, hingga pengawasan informal oleh warga sipil. Situasi ini mencerminkan bentuk lokal dari otoritarianisme berbasis komunitas, di mana legitimasi kekuasaan tidak selalu bersumber dari institusi formal, melainkan dari konsensus sosial yang represif.

Konflik memuncak ketika aparat formal—termasuk wali kota yang diperankan Henry Winkler—justru menjadi bagian dari mekanisme eksklusi tersebut. Ketika Ulysses berusaha menjalankan fungsi hukum secara normatif, ia justru dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas lokal. Dalam konteks ini, film “Normal” mengilustrasikan paradoks klasik dalam studi politik hukum: hukum sebagai instrumen keadilan dapat bertransformasi menjadi alat legitimasi kekuasaan ketika beroperasi dalam sistem sosial yang tertutup.

Selain itu, representasi karakter Alex—remaja transgender yang terpinggirkan—memberikan dimensi tambahan terkait isu marginalisasi identitas. Keberadaan karakter ini bukan sekadar pelengkap narasi, tetapi berfungsi sebagai indikator bagaimana komunitas mempertahankan homogenitas melalui eksklusi terhadap “yang berbeda”. Hal ini memperkuat tesis bahwa kota Normal bukan hanya ruang geografis, melainkan konstruksi ideologis yang dikendalikan secara kolektif.

Dari sisi estetika, Wheatley menggabungkan elemen western, thriller, dan aksi dengan pendekatan hiperbolik. Kekerasan yang ditampilkan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai metafora atas eskalasi konflik sosial yang tidak terselesaikan melalui mekanisme deliberatif. Gaya ini memiliki kemiripan dengan atmosfer film Fargo, meskipun “Normal” lebih condong pada eksplorasi aksi dibandingkan komedi gelap.

Baca juga : Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal: Apakah SPLC Menciptakan Ekstremisme yang Dinyatakan Diperanginya?

Kehadiran elemen eksternal seperti jaringan kriminal internasional—yang disimbolkan melalui kemunculan yakuza—menunjukkan bahwa dinamika lokal tidak sepenuhnya terisolasi dari struktur global. Ini mengindikasikan adanya interkoneksi antara kekuasaan lokal dan jaringan ekonomi-politik yang lebih luas, sebuah tema yang relevan dalam kajian globalisasi dan kriminalitas transnasional.

Secara keseluruhan, “Normal” dapat dibaca sebagai refleksi sinematik atas krisis legitimasi institusi hukum di tingkat lokal. Film ini tidak hanya menawarkan hiburan berbasis aksi, tetapi juga membuka ruang interpretasi kritis mengenai bagaimana kekuasaan, identitas, dan hukum saling berinteraksi dalam masyarakat kontemporer. Dalam lanskap sinema modern, pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa film aksi pun dapat berfungsi sebagai medium refleksi sosial yang substansial.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal: Apakah SPLC Menciptakan Ekstremisme yang Dinyatakan Diperanginya?
Next: Jejak Digital, Modus Kepercayaan, dan Respons Aparat: Kasus Penggelapan Sepeda Motor di Pracimantoro

Related Stories

Menggugat Geografi Musik Global

Menggugat Geografi Musik Global: Mengurai Strategi Tur Ekstensif TXT “Steal The Wind” dan Signifikansi Pasar Jakarta

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Tapestry Musik Nusantara Merajut Persahabatan Abadi

Orkestra Muda Indonesia Pukau Beijing: Tapestry Musik Nusantara Merajut Persahabatan Abadi

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago
Ariana Grande Mundur dari American Horror Story Musim 13

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story Musim 13: Prioritas Tur Eternal Sunshine Mengalahkan Proyek Horor

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by