Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal: Apakah SPLC Menciptakan Ekstremisme yang Dinyatakan Diperanginya?

Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal: Apakah SPLC Menciptakan Ekstremisme yang Dinyatakan Diperanginya?

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Washington – Pusat Hukum Kemiskinan Selatan (Southern Poverty Law Center/SPLC), organisasi hak sipil yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pengawas kelompok ekstremis sayap kanan, kini berada di pusaran badai hukum. Pada Selasa (21 April 2026), sebuah dakwaan federal dari grand jury di Alabama menuduh organisasi tersebut melakukan penipuan skala besar terhadap para donaturnya.

Menurut Jaksa Agung sementara Todd Blanche, SPLC diduga menggalang jutaan dolar dari donatur dengan klaim memerangi kebencian dan ekstremisme, tetapi sebagian dana tersebut justru disalurkan secara rahasia untuk membayar informan yang terkait dengan kelompok supremasi kulit putih, termasuk Ku Klux Klan dan organisasi neo-Nazi.

Dakwaan setebal itu mencakup 11 tuduhan, yaitu enam dakwaan penipuan kawat (wire fraud), empat dakwaan pernyataan palsu kepada bank yang diasuransikan federal, serta satu dakwaan konspirasi pencucian uang. Jaksa menduga organisasi ini menyembunyikan aliran dana lebih dari 3 juta dolar AS antara tahun 2014 hingga 2023 kepada individu yang berafiliasi dengan kelompok ekstremis.

Salah satu contoh yang disebut dalam dakwaan adalah seorang informan yang dibayar lebih dari 1 juta dolar sementara ia aktif di kelompok neo-Nazi National Alliance. Informan lain disebut terlibat dalam grup obrolan online yang merencanakan unjuk rasa “Unite the Right” di Charlottesville tahun 2017, dan bahkan menghadiri acara tersebut atas arahan SPLC.

Untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya, SPLC disebut menciptakan rekening bank atas nama entitas palsu seperti “Fox Photography” dan “Rare Books Warehouse”. Uang donasi yang masuk kemudian dialihkan ke informan tanpa pernah diungkapkan secara terbuka kepada para pendukungnya.

“Organisasi ini tidak membongkar kelompok-kelompok tersebut. Sebaliknya, mereka justru memproduksi ekstremisme yang mereka klaim lawan dengan membayar sumber untuk memicu kebencian rasial,” tegas Blanche dalam konferensi pers.

Baca juga : Penyitaan Aset Jimmy Lai dan Ujian Kebebasan Pers di Hong Kong

Dakwaan ini muncul setelah SPLC sendiri mengakui adanya penyelidikan kriminal terhadap program informan rahasianya yang sudah dibubarkan. Organisasi ini membela diri dengan menyatakan bahwa program tersebut bertujuan memantau ancaman kekerasan dan informasi yang diperoleh sering dibagikan kepada aparat penegak hukum.

Interim CEO dan Presiden SPLC, Bryan Fair, menyatakan bahwa pekerjaan melawan kelompok kebencian merupakan tugas paling berbahaya sekaligus paling penting yang mereka lakukan. Menurutnya, informasi dari informan telah menyelamatkan banyak nyawa, terutama di era pasca-Gerakan Hak Sipil yang penuh kekerasan.

Didirikan pada 1971 di Montgomery, Alabama, SPLC awalnya dikenal melalui gugatan perdata yang berhasil melumpuhkan beberapa kelompok supremasi kulit putih. Namun dalam beberapa tahun terakhir, organisasi ini sering dikritik karena dianggap terlalu partisan, terutama oleh kalangan konservatif dan Republik.

Kritikus menilai SPLC kerap mencap organisasi konservatif arus utama sebagai “kelompok kebencian” hanya karena perbedaan pandangan politik. Laporan tahunan “The Year in Hate and Extremism” yang diterbitkan organisasi ini juga menjadi bahan perdebatan.

Kasus dakwaan ini muncul di tengah pergantian kekuasaan di Washington. Beberapa pihak melihatnya sebagai bagian dari upaya pemerintahan saat ini untuk meninjau ulang praktik lembaga-lembaga yang dianggap bias. Sementara itu, SPLC menegaskan akan membela diri sepenuhnya dan menyebut dakwaan tersebut sebagai serangan yang tidak berdasar.

Penyelidikan ini juga menimbulkan pertanyaan lebih luas tentang akuntabilitas organisasi nirlaba besar yang mengandalkan donasi publik. Undang-undang nirlaba mengharuskan transparansi tinggi dalam penggunaan dana, termasuk kejujuran kepada donatur mengenai tujuan penggalangan dana.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche berbicara sementara Direktur FBI Kash Patel mendengarkan selama konferensi pers di Departemen Kehakiman, Selasa, 21 April 2026, di Washington.

Hingga berita ini ditulis, proses hukum masih berjalan. Kasus ini kemungkinan akan menjadi sorotan panjang karena menyentuh isu sensitif: kepercayaan publik terhadap organisasi hak sipil, batas antara pengawasan ekstremisme dengan potensi konflik kepentingan, serta independensi penegakan hukum di Amerika Serikat.

Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau, termasuk kemungkinan penyitaan aset yang diajukan jaksa serta respons dari komunitas hak sipil dan kelompok konservatif.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penyitaan Aset Jimmy Lai dan Ujian Kebebasan Pers di Hong Kong
Next: Movie Review: Dekonstruksi Sheriff dan Anomali Kekuasaan Lokal dalam Film “Normal”

Related Stories

Kemajuan Ukraina di Medan Perang dan Diplomasi Eropa

Kemajuan Ukraina di Medan Perang dan Diplomasi Eropa: Tekanan Semakin Kuat terhadap Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Junta Mali Tantang Barat

Junta Mali Tantang Barat, Vonis Penjara 20 Tahun untuk Mata-Mata Prancis

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Perubahan Mendadak Trump terhadap Pasukan AS di Eropa Mengancam Kesiapan dan Kepercayaan NATO

Perubahan Mendadak Trump terhadap Pasukan AS di Eropa Mengancam Kesiapan dan Kepercayaan NATO

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi, Siapkan Kemenangan 2029
  • Pantai Sundak Bangkit: Kodim dan Pemkab Gunungkidul Luncurkan Gerakan Indonesia Asri di Hari Lingkungan Sedunia
  • Dugaan Penipuan Rp555 Juta di Balik Sewa Alat Berat: Cek Bodong Menggerus Kepercayaan Bisnis di Labuan Bajo
  • Kekerasan di Balik Tembok Pesantren: Polres Lombok Tengah Usut Kasus Pembakaran dan Pelecehan Santri
  • Kemajuan Ukraina di Medan Perang dan Diplomasi Eropa: Tekanan Semakin Kuat terhadap Rusia
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.