RI News. Tanjungpinang, Rabu, 15 Juli 2026 — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) secara resmi mengusulkan percepatan pemerataan infrastruktur digital kepada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI guna mengatasi kesenjangan jaringan komunikasi yang masih membayangi wilayah kepulauan terdepan Indonesia.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan usulan tersebut langsung kepada Sekretaris BNPP, Komjen Pol Makhruzi Rahman, dalam pertemuan di Jakarta pada Selasa, 14 Juli. Menurut Nyanyang, kondisi blankspot yang masih melanda banyak pulau di Kepri menghambat kemajuan daerah, terutama di Kabupaten Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas. “Kondisi ini menjadikan Kepri belum merdeka secara komunikasi karena masih terkendala keterbatasan sinyal,” ujarnya di Tanjungpinang, Rabu.
Nyanyang menjelaskan terdapat 207 lokasi tanpa sinyal, baik secara total maupun parsial, yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Tantangan ini semakin mendesak karena kebutuhan akan konektivitas yang lebih baik untuk mendukung Program Desa Nelayan Merah Putih, termasuk akses internet dan fasilitas cold storage sebagai penyimpanan bersuhu rendah yang menjaga kesegaran hasil laut serta memperpanjang masa simpan produk perikanan.

Untuk itu, Pemprov Kepri mengusulkan beberapa langkah konkret: pembangunan Base Transceiver Station (BTS) baru di permukiman blankspot, peningkatan kapasitas jaringan menjadi 4G/5G pada infrastruktur existing, serta penyediaan akses internet berbasis satelit untuk wilayah terpencil dan terluar. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan layanan publik, tetapi juga mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman menyambut positif usulan tersebut. Ia menekankan perlunya penanganan terintegrasi antara infrastruktur kelistrikan dan jaringan komunikasi. Makhruzi menyatakan akan menugaskan timnya untuk menindaklanjuti rasio elektrifikasi dan cakupan telekomunikasi di Kepri bersama kementerian terkait. “Kita akan menggagas pembangunan infrastruktur pendukung listrik dan komunikasi di Kepri,” tegasnya.
Baca juga: MMD Sengkuyung: Sinergi TNI-Rakyat yang Menggerakkan Pembangunan Desa di Pelosok Wonogiri
Menurut Makhruzi, penguatan infrastruktur digital di Kepri menjadi strategis karena letak geografis wilayah tersebut yang berdekatan dengan Singapura sebagai pusat ekonomi dan digital regional. Dengan jaringan yang lebih kuat, khususnya peningkatan ke teknologi 4G/5G, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata lokal diharapkan mampu bersaing di pasar internasional dan tidak tertinggal dari ekosistem digital negara tetangga. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di garis depan perbatasan Indonesia.
Pewarta: Adi Saputra Tanjung
Tagline: #InfrastrukturDigitalKepri, #PercepatanBlankspot, #BNPPKepri, #PemerataanDigital, #DesaNelayanMerahPutih, #KepriMerdekaKomunikasi,

