Skip to content
07/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Maraknya Dugaan Prostitusi Berkedok Lapo Tuak di Lampung Timur: Fenomena Sosial yang Mendesak Penanganan Serius

Maraknya Dugaan Prostitusi Berkedok Lapo Tuak di Lampung Timur: Fenomena Sosial yang Mendesak Penanganan Serius

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 tahun ago 4 minutes read
Maraknya Dugaan Prostitusi Berkedok Lapo Tuak di Lampung Timur
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Lampung Timur, 5 Juni 2025 – Maraknya praktik prostitusi terselubung yang berkedok lapo tuak di Kabupaten Lampung Timur memunculkan kekhawatiran dari berbagai pihak, baik masyarakat sipil maupun organisasi kemasyarakatan. Dugaan kuat praktik ini terjadi di Desa Tambah Dadi, Kecamatan Purbolinggo, dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Praktik tersebut bukan hanya mencoreng norma sosial dan etika publik, namun juga mengindikasikan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penyakit masyarakat (pekat) yang dapat merusak generasi muda.

Dalam investigasi media yang dilakukan pada awal Juni 2025, seorang pemilik usaha lapo tuak berinisial WD mengakui bahwa usahanya telah berjalan selama tiga tahun. WD menyatakan bahwa selain menyediakan minuman tuak, ia juga memfasilitasi aktivitas seksual di kamar yang disediakan khusus bagi pelanggan, dengan tarif sebesar Rp50.000 per kunjungan. PSK yang dipekerjakan tidak menetap di tempat, namun dapat dihubungi sewaktu-waktu jika ada permintaan dari pelanggan.

Pengakuan ini diperkuat oleh kesaksian seorang pelanggan yang enggan disebutkan namanya, yang mengonfirmasi bahwa lapo tuak tersebut memang menyediakan kamar khusus untuk aktivitas seksual. Menurutnya, tempat tersebut selalu ramai pengunjung dan telah menjadi konsumsi umum bagi warga setempat.

Ketua DPD Gema Masyarakat Lokal Indonesia Bersatu (GML-IB) Lampung Timur, Safarudin, menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya praktik prostitusi terselubung ini. Ia menilai keberadaan lapo tuak yang menjadi tempat berlangsungnya praktik esek-esek ini sebagai bentuk degradasi sosial yang membahayakan masa depan generasi muda.

“Saya sangat menyayangkan kenapa bisnis prostitusi bermoduskan lapo tuak seperti ini dibiarkan begitu saja. Ada banyak efek negatif. Dari sisi ekonomi, ini merugikan rumah tangga. Dari sisi kesehatan, risiko penularan penyakit menular seksual sangat tinggi. Dan dari sisi moral, anak-anak bisa terpengaruh dan menormalisasi perilaku menyimpang,” ujar Safarudin kepada media.

Ia mendesak agar pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan serius menangani persoalan ini melalui pendekatan regulatif dan preventif. Menurutnya, penertiban dapat dilakukan dengan memperkuat peraturan daerah (Perda) tentang pekat, dan melibatkan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Satuan Polisi Pamong Praja.

Fenomena ini menggambarkan adanya ruang abu-abu dalam tata kelola sosial di tingkat lokal, di mana praktik prostitusi dapat berlangsung secara terang-terangan namun tidak segera ditindak secara hukum. Padahal, praktik seperti ini bertentangan dengan Pasal 296 dan 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur tentang perbuatan yang memudahkan atau mengambil keuntungan dari pelacuran.

Baca juga : Pengkhianatan Penegak Hukum: Kompol Satria Nanda Divonis Seumur Hidup atas Perdagangan Narkotika di Batam

Lebih lanjut, dari perspektif kesehatan publik, keberadaan aktivitas seksual komersial yang tidak diawasi secara medis meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular seksual (PMS) seperti HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis. Sementara itu, dari aspek sosial, keberadaan tempat-tempat seperti ini di lingkungan permukiman dapat mengganggu ketertiban umum serta menciptakan lingkungan yang permisif terhadap penyimpangan moral.

Ironisnya, ketika dimintai tanggapan atas keberadaan usaha tersebut, kepala desa Tambah Dadi memilih bungkam, menambah kesan bahwa persoalan ini telah berlangsung dalam suasana pembiaran yang sistemik.

Mengingat kompleksitas persoalan yang tidak hanya menyangkut hukum, tetapi juga aspek sosial dan kesehatan, diperlukan pendekatan lintas sektoral dalam penanganannya. Pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur perlu merumuskan strategi terpadu yang mencakup:

  1. Penegakan Hukum Tegas: Tindakan pidana harus diterapkan kepada pihak-pihak yang terbukti memfasilitasi prostitusi.
  2. Pembinaan Sosial: Melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga akan bahaya prostitusi.
  3. Pemeriksaan dan Rehabilitasi Kesehatan: Menyediakan layanan kesehatan bagi PSK dan pelanggan untuk mencegah wabah penyakit menular.
  4. Revisi Perda dan Penambahan Sanksi Administratif: Memperkuat landasan hukum untuk menindak tempat hiburan ilegal berkedok lapo tuak.
  5. Peningkatan Peran Pemerintahan Desa: Kepala desa harus menjadi aktor utama dalam menjaga ketertiban dan etika sosial masyarakat desa.

Maraknya dugaan prostitusi terselubung di balik usaha lapo tuak di Lampung Timur adalah sinyal keras bahwa diperlukan keberanian pemerintah dan masyarakat untuk tidak lagi menormalisasi penyakit masyarakat demi alasan ekonomi semata. Jika dibiarkan, praktik ini bukan hanya merusak tatanan sosial dan moral, tetapi juga menyimpan bom waktu dalam bentuk krisis kesehatan dan keretakan keluarga di masa mendatang.

Pewarta : Lii

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pengkhianatan Penegak Hukum: Kompol Satria Nanda Divonis Seumur Hidup atas Perdagangan Narkotika di Batam
Next: Dukungan Diplomatik Belanda terhadap Program Ruang Bersama Indonesia: Pendekatan Komunitas dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Related Stories

Geliat Sport Tourism di Kediri

Geliat Sport Tourism di Kediri: Mengurai Sinergi Kesehatan Mental dan Akselerasi Ekonomi Daerah

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Menjaga Napas Tradisi di Kaki Gunung Manik Oro

Menjaga Napas Tradisi di Kaki Gunung Manik Oro: Ritual Tiban dan Reog Satukan Lintas Daerah di Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan

Tradisi Lubuk Larangan Padangsidimpuan: Menyemai Konservasi Sungai, Memanen Kepedulian Sosial

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Mendorong Nalar Kritis Gen Z: Polres Wonogiri dan SMKN 1 Cetak Ratusan Pelajar Sadar Etika Kecerdasan Buatan
  • Penetrasi Kemanusiaan di Bawah Kepungan Asap: Langkah Nyata Kepolisian Menukung Respons Bencana Karhutla
  • Geliat Sport Tourism di Kediri: Mengurai Sinergi Kesehatan Mental dan Akselerasi Ekonomi Daerah
  • Dialektika Loyalitas dan Disrupsi Digital: Memaknai Transformasi Pengabdian Aparatur Negara di Bangsal Kepatihan
  • Merajut Kebhinekaan di Tanah Mataram: Seratus Sembilan Belas Tahun Perjalanan Sosio-Kultural Hoo Hap Hwee
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by