RI News. Yogyakarta, 7 September 2026 — Ruang sosial Kota Yogyakarta kembali menegaskan jati dirinya sebagai kuali peleburan budaya melalui perayaan Malam Kesenian dan Ramah Tamah dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-119 Perkumpulan Budi Abadi (Hoo Hap Hwee). Bertempat di markas perkumpulan, Jalan Bintaran Wetan No. 19, Gunungketur, Pakualaman, perhelatan yang berlangsung pada Minggu (6/9/2026) malam tersebut menjadi bukti historis bagaimana simpul kebudayaan Tionghoa mampu berjalin kelindan secara harmonis dengan denyut nadi masyarakat lokal.

Kehadiran Komandan Koremdar 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., beserta Ibu, menegaskan pentingnya dukungan struktural pertahanan dan keamanan terhadap eksistensi lembaga sosial berbasis tradisi. Tak kurang dari 300 tamu undangan dari spektrum lintas sektoral—meliputi unsur TNI-Polri, jajaran pemerintah daerah, perwakilan komunitas Tionghoa, seniman, hingga elemen masyarakat luas—melebur dalam ruang dialog kebudayaan yang inklusif.
Dinamika pertunjukan seni malam itu menyuguhkan sintesis estetika yang kaya. Kehadiran tarian khas Kalimantan bertaut selaras dengan ritme maskulin Rampak Tambur, serta keanggunan atraksi Tari Naga dan Barongsai yang dibawakan langsung oleh para anggota dan binaan perkumpulan. Pergelaran ini tidak sekadar berfungsi sebagai tontonan visual, tetapi juga merupakan bentuk aktualisasi nilai-nilai kebangsaan yang diekspresikan melalui bahasa seni pertunjukan.
Ketua Perkumpulan Budi Abadi (Hoo Hap Hwee) Yogyakarta, Drs. Tandean Harry S., menegaskan bahwa pencapaian usia lebih dari satu abad ini bukanlah sekadar selebrasi instrumental. Menurutnya, perayaan ini memuat tanggung jawab kolektif untuk merawat memori kolektif, menjaga keberlanjutan warisan budaya Tionghoa agar tetap relevan, serta memastikan nilai-nilai kebudayaan tersebut terus diwariskan secara kontinyu kepada generasi penerus.
Melalui momentum bersejarah ini, perayaan ulang tahun ke-119 Hoo Hap Hwee diharapkan mampu memperkuat landasan integrasi sosial. Semangat melestarikan tradisi, mempererat tali silaturahmi, dan membangun kohesi sosial lintas komunitas dipandang sebagai modal kebudayaan yang krusial bagi keberlanjutan kehidupan bermasyarakat di Yogyakarta.
Pewarta: Lee Anno
Tagline: #HooHapHwee119, #BudayaYogyakarta, #Kebersamaan, #SeniDanBudaya, #Yogyakarta,

