RI News. Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang langsung menunjukkan semangat tinggi dalam mengawali tahun kerja 2026. Melalui rapat internal yang digelar Kamis (16/4/2026), institusi ini memperkuat komitmen untuk menghadirkan pelayanan prima berbasis kerja nyata, dengan mengandalkan sinergi antarpejabat serta percepatan berbagai inovasi layanan dan pembinaan.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, dalam rapat tersebut menekankan pentingnya adaptasi cepat bagi pejabat baru yang bergabung. Menurutnya, seluruh jajaran harus segera bergerak untuk mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan.
“Kami tidak boleh ada sekat antara pejabat teknis dan nonteknis. Semua harus bergerak bersama dalam satu irama. Jika menemui kendala, selesaikan melalui diskusi terbuka untuk mencapai solusi terbaik,” tegas Wachid Wibowo.

Wachid menambahkan bahwa Lapas Cipinang sebagai salah satu barometer pemasyarakatan nasional memiliki tanggung jawab besar. Setiap kebijakan dan capaian kinerja diharapkan dapat menjadi contoh bagi unit pelaksana teknis lainnya di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Wachid juga memaparkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan sepanjang tahun 2025 dan akan terus dipercepat implementasinya. Inovasi tersebut meliputi Latucip Go, Latucip Smart Service, Pondok Aksi Berani, SIPETA Latucip, serta Blok Restoratif.
“Inovasi-inovasi ini bukan sekadar nama program, melainkan wujud nyata dari transformasi pelayanan dan pembinaan. Kami ingin pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat serta Warga Binaan Pemasyarakatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan yang baru, Bambang Setyawan, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan dan memperkuat berbagai program pembinaan yang telah berjalan. Ia menegaskan bahwa pembinaan harus mampu menciptakan perubahan perilaku yang nyata pada Warga Binaan, sehingga mereka siap kembali bermasyarakat dengan lebih baik.
“Sebagai bagian dari tim pembinaan, saya berkomitmen untuk terus mendorong program-program ini agar memberikan hasil yang konkret. Pembinaan bukan hanya rutinitas, tetapi harus menjadi investasi jangka panjang bagi perubahan positif,” ujar Bambang Setyawan.
Baca juga : Trotoar Taman Patih Sampun “Raib” Dijadikan Parkir Massal Pelajar, Pejalan Kaki Terancam Bahaya
Di sisi lain, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Cipinang, Sumaryo, yang telah lama bertugas di lingkungan tersebut, menyambut positif kehadiran pejabat baru. Menurutnya, momentum ini menjadi peluang untuk semakin memperkuat soliditas dan kekompakan seluruh jajaran.
“Kami sangat menyambut rekan-rekan pejabat baru. Dengan sinergi yang kuat dan semangat kerja yang sama, saya yakin Lapas Cipinang akan semakin solid dalam menjalankan tugas pemasyarakatan,” katanya.
Selain penguatan internal, Wachid Wibowo juga menyampaikan arahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai persiapan pelaksanaan Apel dan Ikrar Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Langkah ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga integritas, keamanan, serta mencegah praktik-praktik yang merusak citra lembaga pemasyarakatan.
Melalui pendekatan kepemimpinan yang kuat, sinergi antarpejabat, serta percepatan inovasi, Lapas Cipinang bertekad menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional, responsif, transparan, dan berdampak nyata. Komitmen ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang menekankan prinsip Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel.
Dengan langkah awal yang agresif ini, Lapas Kelas I Cipinang diharapkan mampu menjadi pionir dalam reformasi pemasyarakatan yang lebih baik di Indonesia.
Pewarta : Ragil Surono

