Skip to content
25/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Klaim Penguasaan Luhansk oleh Rusia Dipertanyakan: Diplomasi Trump Terancam Mandek di Tengah Serangan Drone Mematikan

Klaim Penguasaan Luhansk oleh Rusia Dipertanyakan: Diplomasi Trump Terancam Mandek di Tengah Serangan Drone Mematikan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 minutes read
Klaim Penguasaan Luhansk oleh Rusia Dipertanyakan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta, 1 April 2026 — Klaim Kementerian Pertahanan Rusia yang menyatakan pasukannya telah menguasai seluruh wilayah Luhansk di Ukraina memicu kontroversi baru di medan perang yang telah berlangsung hampir lima tahun. Sementara itu, upaya mediasi yang melibatkan utusan Amerika Serikat menghadapi tantangan serius di tengah serangan drone Rusia yang kembali menewaskan warga sipil.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu mengumumkan bahwa unit Kelompok Pasukan Barat telah “menyelesaikan pembebasan” Republik Rakyat Luhansk. Namun, juru bicara pasukan gabungan Ukraina, Viktor Trehubov, dengan tegas membantah klaim tersebut. Menurutnya, pasukan Ukraina masih mempertahankan posisi-posisi kecil di wilayah tersebut yang telah dikuasai oleh brigade ketiga selama periode yang cukup lama.

Pakar militer mencatat bahwa klaim kemajuan Rusia sering kali bersifat berlebihan dan sulit diverifikasi secara independen. Sebelumnya, pejabat yang ditunjuk Moskow di Luhansk pernah mengumumkan penguasaan penuh wilayah itu pada Juni tahun lalu, meski kenyataan di lapangan menunjukkan situasi yang jauh lebih kompleks.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pertempuran di garis depan saat ini sangat sengit akibat peningkatan serangan musim semi Rusia. “Situasi di garis depan cukup tegang. Tentara Rusia sedang berusaha meningkatkan intensitas serangannya,” tulis Zelenskyy di akun media sosialnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pasukan Ukraina masih mampu bertahan.

Di tengah perkembangan di medan perang, Zelenskyy dijadwalkan melakukan panggilan video dengan dua utusan Presiden AS Donald Trump, yaitu Steve Witkoff dan Jared Kushner. Pembicaraan ini bertujuan menjajaki kemungkinan negosiasi trilateral lebih lanjut untuk mengakhiri konflik.

Upaya diplomatik yang dipimpin Washington selama setahun terakhir belum berhasil memecah kebuntuan utama, terutama soal penarikan pasukan Ukraina dari wilayah timur yang dituntut Rusia. Rusia secara ilegal mencaplok Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia pada September 2022, tetapi hingga kini belum pernah sepenuhnya menguasai keempat wilayah tersebut. Presiden Rusia Vladimir Putin pernah menyatakan bahwa pasukan Ukraina masih menguasai sebagian kecil Luhansk dan menjadikan penarikan total sebagai syarat utama perdamaian—tuntutan yang ditolak mentah-mentah oleh Kyiv.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Bantalan Fiskal Rp90-100 Triliun untuk Redam Gejolak Energi Global

Sementara perhatian Washington saat ini juga tertuju pada konflik di Iran, analis politik internasional menilai bahwa momentum diplomasi semakin rapuh. Ketidaksepakatan mengenai status wilayah timur dan jaminan keamanan bagi Ukraina menjadi penghalang utama.

Di luar klaim wilayah, perang terus memakan korban di kalangan warga sipil. Serangan drone Rusia pada Rabu menewaskan empat orang di wilayah Cherkasy, tepatnya di area terbuka Zolotonosha, sekitar 150 kilometer tenggara Kyiv. Gubernur wilayah tersebut, Ihor Taburets, mengonfirmasi bahwa korban tewas saat peringatan serangan udara sedang berlangsung.

Serangan serupa juga merusak fasilitas industri dan pusat distribusi di Lutsk, Ukraina barat, dekat perbatasan Polandia. Meski terjadi kebakaran di sebuah gedung hunian akibat puing drone, tidak ada laporan korban jiwa di lokasi tersebut.

Dalam foto yang disediakan oleh Layanan Darurat Ukraina pada hari Rabu, 1 April 2026 ini, petugas penyelamat memadamkan api di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak akibat serangan Rusia di Lutsk, Ukraina.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil menembak jatuh ratusan drone dalam serangan semalam, sebagian besar berjenis Shahed buatan Iran. Ukraina sendiri terus mengembangkan teknologi drone canggih tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga menawarkan kerja sama kepada negara-negara Teluk guna menghadapi ancaman serangan drone serupa dari Iran.

Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina sedang menjalin kerja sama substansial dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar di tengah ketegangan Timur Tengah. Konsultasi juga dilakukan dengan Yordania serta negara-negara Teluk lainnya seperti Bahrain, Kuwait, dan Irak.

Lembaga pemikir seperti Institute for the Study of War menilai bahwa taktik pertahanan Ukraina berhasil mengganggu laju kemajuan pasukan Rusia yang unggul dalam jumlah. Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina bahkan mencatatkan kemajuan signifikan di medan perang, meski perang secara keseluruhan telah menyebabkan lebih dari 15.000 korban jiwa sipil menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Konflik ini tidak hanya menjadi ujian militer, tetapi juga ujian diplomasi global. Dengan Rusia yang terus menekankan penguasaan penuh Donbas dan Ukraina yang menolak segala bentuk penyerahan wilayah, proses perdamaian tampaknya masih akan panjang dan penuh tantangan.

Perkembangan terkini menunjukkan bahwa perang yang semula diperkirakan berlangsung singkat telah memasuki fase kelelahan panjang, di mana ketahanan sipil, inovasi teknologi, dan dukungan internasional menjadi faktor penentu.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemerintah Siapkan Bantalan Fiskal Rp90-100 Triliun untuk Redam Gejolak Energi Global
Next: Risiko Besar di Balik Rencana Pengamanan Uranium Iran: Operasi Militer yang Bisa Picu Bencana Radiasi

Related Stories

Delapan Negara Arab dan Islam Kutuk Penghinaan Ben-Gvir terhadap Aktivis Flotilla Global Sumud

Delapan Negara Arab dan Islam Kutuk Penghinaan Ben-Gvir terhadap Aktivis Flotilla Global Sumud

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Ledakan Hipersonik di Langit Kyiv

Ledakan Hipersonik di Langit Kyiv: Malam Paling Mengerikan dalam Empat Tahun Perang

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Rubio di New Delhi

Rubio di New Delhi: Upaya Perbaikan Hubungan AS-India di Tengah Arus Ketegangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Prabowo Gelorakan Swasembada Protein: Tambak Udang Modern Jadi Andalan Ketahanan Pangan Indonesia
  • Ahli Waris Berusia 87 Tahun Tempuh Jalur Hukum atas Sengketa Tanah Turun-Temurun di Kendal
  • Harapan Baru dari Sungai Sesayap: Hiu Gangga yang Nyaris Punah Ditemukan Kembali di Kalimantan
  • Miliaran Rupiah untuk Makan-Minuman Rapat DPRD Padangsidimpuan Dipertanyakan, Ketua WIB: Segera Diaudit !
  • Revitalisasi SMPN 2 Angkola Selatan: Dugaan Pemborosan APBN dan Ancaman Keselamatan Siswa di Balik Campuran Rangka Kayu Lapuk
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.