Skip to content
04/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Kirab Tumpeng 26 Gunung Doa: Tradisi Nyadran Ngaliyan Bangkit Kembali Jelang Ramadan 2026

Kirab Tumpeng 26 Gunung Doa: Tradisi Nyadran Ngaliyan Bangkit Kembali Jelang Ramadan 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 2 min read
Tradisi Nyadran Ngaliyan Bangkit Kembali Jelang Ramadan 2026
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Semarang – Suasana khidmat menyelimuti Kelurahan Ngaliyan, Kota Semarang, ketika warga menggelar tradisi Nyadran atau Sadran pada Minggu, 8 Februari 2026. Puncak acara ditandai dengan kirab megah 26 gunungan tumpeng yang diarak dari pendopo kelurahan menuju Makam Giriloyo, sebagai simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus doa bersama menyambut bulan suci Ramadan.

Tradisi Nyadran, yang berakar dari kata Jawa “sadran” merujuk pada bulan Sya’ban (ruwah syakban), telah lama menjadi bagian integral kehidupan masyarakat Jawa Tengah. Ritual ini bukan sekadar ziarah kubur, melainkan perpaduan harmonis antara nilai spiritual Islam dan warisan budaya lokal. Warga membersihkan makam dari rerumputan dan kotoran, menaburkan bunga telasih, serta memanjatkan doa untuk orang tua, kakek-nenek, serta kerabat yang telah tiada.

Tahun ini, kegiatan Nyadran di Ngaliyan terasa lebih istimewa karena digelar secara penuh setelah sempat vakum panjang akibat pandemi Covid-19. Lurah Ngaliyan, Nurkolis, secara langsung membuka rangkaian acara tersebut. “Tradisi ini rutin setiap tahun, namun sempat terhenti. Pada 2026, atas usulan dan aspirasi warga, kami gelar kembali secara lengkap. Dulu saat pandemi hanya sederhana, kini kami hidupkan lagi semangat kebersamaannya,” ujar Nurkolis.

Makam Giriloyo menjadi pusat ziarah bersama bagi 15 Rukun Warga (RW) di Kelurahan Ngaliyan, bahkan menarik peziarah dari luar wilayah. Keberadaan makam ini tidak hanya sebagai tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga simbol pengelolaan bersama yang mempererat silaturahmi dan kerukunan antarwarga.

Ketua panitia Nyadran, Agung, menjelaskan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi Paguyuban Pangrekso Giriloyo yang melibatkan seluruh RW terkait. Rangkaian kegiatan mencakup pembersihan makam, kirab tumpeng, doa bersama, tausiah agama, hingga makan bersama dari tumpeng yang dibagikan. “Total 26 tumpeng: 15 dari masing-masing RW, ditambah 10 lagi dari RT yang ikut sukarela. Ini wujud gotong royong sejati,” katanya.

Baca juga : Insan Pers Kebumen Wujudkan Kepedulian Nyata Jelang HPN 2026: Bantu PKL Difabel di Pusat Kuliner Alun-Alun

Tak hanya itu, acara juga diisi santunan bagi warga lanjut usia di setiap RW, menambah dimensi kepedulian sosial dalam tradisi tersebut.

Salah seorang warga RW 07, Suroyo, menekankan makna mendalam dari kegiatan ini. “Dengan membudayakan agama melalui tradisi seperti ini, agama menjadi mudah dipahami dan hidup di tengah masyarakat. Ini juga wujud kecintaan kita pada orang tua dan leluhur yang telah berjuang. Sekaligus menjadi bentuk ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah kenegaraan, memulai persatuan bangsa dari tingkat umat Islam. Tradisi semacam ini harus terus dilestarikan,” ungkap Suroyo saat berbincang dengan pewarta RI News.

Kembalinya Nyadran secara penuh di Ngaliyan tahun ini menjadi bukti resiliensi budaya lokal di tengah perubahan zaman. Di balik kirab tumpeng yang harum dan doa-doa yang dipanjatkan, tradisi ini mengingatkan bahwa penghormatan kepada leluhur bukan hanya ritual tahunan, melainkan pondasi kebersamaan dan identitas masyarakat yang terus dijaga.

Pewarta: Sriyanto

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Insan Pers Kebumen Wujudkan Kepedulian Nyata Jelang HPN 2026: Bantu PKL Difabel di Pusat Kuliner Alun-Alun
Next: Konflik Pertanahan Puluhan Tahun di Kendal: Ahli Waris Tolak Klaim Penjualan, Didampingi Advokat dan Gerakan Anti Mafia Tanah

Related Stories

Bukittinggi Mengukir Jejak Diplomasi Global Jelang Satu Abad Jam Gadang
3 min read

Bukittinggi Mengukir Jejak Diplomasi Global Jelang Satu Abad Jam Gadang

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 jam ago 0
Solo Tetap Waspada Tanpa Kasus Positif
3 min read

Lonjakan Campak di Jawa Tengah Mengkhawatirkan, Solo Tetap Waspada Tanpa Kasus Positif

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Perkembangan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Jatisrono
2 min read

Perkembangan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Indonesia Bidik Gastronomi Jepang sebagai Pilar Pariwisata Masa Depan: Kolaborasi Strategis Menuju 60 Juta Wisatawan Mancanegara
  2. Hani I mengenai Babak Penentuan Dramatis Kasus VCS Bupati Limapuluh Kota: Polda Sumbar Siapkan Gelar Perkara Tanpa Restorative Justice
  3. Adi Tanjoeng mengenai Debat Sengit Data Bantuan Banjir Mengguncang Paripurna LKPJ Wali Kota Padangsidimpuan
  4. Mayang Sari mengenai Posbakum di Akar Rumput: Wujud Nyata Reformasi Hukum Prabowo untuk Keadilan Bagi Semua Lapisan Masyarakat
  5. Sammy Sandinata mengenai KSAL Laksamana Muhammad Ali Lepas KRI Bima Suci: Diplomasi Laut yang Menempa Generasi Pelaut Global

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bukittinggi Mengukir Jejak Diplomasi Global Jelang Satu Abad Jam Gadang
  • Lonjakan Campak di Jawa Tengah Mengkhawatirkan, Solo Tetap Waspada Tanpa Kasus Positif
  • Polres Lampung Barat Gelar Simulasi Pengamanan Markas Jelang May Day: Antisipasi Ancaman untuk Jaga Stabilitas Keamanan
  • Perkembangan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Jatisrono, Wonogiri
  • Jokowi Tegaskan Batasan: Urusan PDIP Tetap Internal, Isu Pengambilalihan Hanya Bayangan Lama
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.