Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik: Refleksi Presiden Prabowo Subianto

Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik: Refleksi Presiden Prabowo Subianto

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta 6 Januari 2026 – Dalam sebuah pertemuan strategis di Hambalang, Bogor, pada awal Januari 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan urgensi kemandirian pangan sebagai pilar utama ketahanan nasional. Pidatonya, yang disampaikan dalam rangka taklimat awal tahun, menggarisbawahi risiko ketergantungan impor di tengah konflik global yang semakin tidak terprediksi, termasuk eskalasi berkepanjangan di perbatasan Thailand-Kamboja sepanjang 2025.

Presiden Prabowo mengilustrasikan potensi ancaman tersebut dengan merujuk pada dinamika konflik di Asia Tenggara. “Bayangkan saja, jika pasokan pangan kita bergantung pada negara-negara yang sedang mengalami ketegangan geopolitik tinggi, di mana negosiasi damai sering kali diikuti oleh ledakan kekerasan baru,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa Indonesia historically mengandalkan impor beras dari wilayah tersebut, yang kini rentan terganggu oleh instabilitas rantai pasok akibat pertempuran sporadis, serangan udara, dan penutupan perbatasan yang berulang.

Lebih lanjut, Presiden mengenang pengalaman pahit selama pandemi COVID-19, ketika banyak negara eksportir pangan menerapkan kebijakan proteksionis dengan membatasi ekspor untuk memprioritaskan kebutuhan domestik. Situasi itu menyebabkan kerentanan bagi negara importir, meskipun memiliki kemampuan finansial yang memadai. “Kejadian semacam itu membuktikan bahwa ketergantungan eksternal dapat menjadi titik lemah strategis bagi sebuah bangsa,” tegasnya.

Dalam konteks ini, kebijakan swasembada pangan yang digalakkan pemerintahan saat ini dipandang sebagai langkah antisipatif yang tepat waktu. Swasembada bukan sekadar target ekonomi, melainkan elemen inti dari transformasi nasional berbasis kajian jangka panjang, yang bertujuan memperkuat kedaulatan dan kemandirian. “Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika ia tidak mampu menjamin kecukupan pangan bagi rakyatnya,” kata Presiden Prabowo, menggemakan prinsip berdikari yang menjadi fondasi ideologi negara.

Capaian signifikan dicatat pada akhir 2025, ketika Indonesia berhasil menghindari impor beras konsumsi sepenuhnya untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Hal ini didukung oleh stok cadangan beras pemerintah yang mencapai sekitar tiga juta ton per 31 Desember 2025—angka tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan peningkatan produksi domestik melalui optimalisasi lahan, irigasi, dan penyerapan panen petani, tetapi juga menjadi bukti empirik bahwa strategi intensifikasi pertanian dapat merespons tantangan global secara efektif.

Baca juga : Adaptasi KPK terhadap KUHP dan KUHAP Nasional: Penyesuaian Bertahap dalam Kerangka Lex Specialis

Dari perspektif akademis, peringatan Presiden ini selaras dengan teori ketahanan pangan (food security) yang menekankan empat pilar: ketersediaan, aksesibilitas, utilisasi, dan stabilitas. Ketergantungan impor, terutama dari wilayah rawan konflik, dapat mengganggu pilar stabilitas, sebagaimana terlihat dalam kasus-kasus historis seperti krisis pangan global 2007-2008 atau restriksi ekspor selama pandemi. Di sisi lain, pencapaian swasembada Indonesia pada 2025 menunjukkan potensi model resiliensi berbasis produksi lokal, yang relevan bagi negara-negara berkembang di tengah perubahan iklim dan geopolitik yang volatil.

Ke depan, mempertahankan momentum ini memerlukan pendekatan holistik, termasuk investasi berkelanjutan dalam teknologi pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan diversifikasi komoditas. Pidato Presiden di Hambalang tidak hanya merayakan milestone nasional, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kemandirian pangan adalah investasi strategis bagi masa depan bangsa di era ketidakpastian global.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Adaptasi KPK terhadap KUHP dan KUHAP Nasional: Penyesuaian Bertahap dalam Kerangka Lex Specialis
Next: Inovasi Modus Baru Peredaran Narkotika: Bongkar Laboratorium Liquid Vape dan Happy Water di Jakarta Utara

Related Stories

INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat

INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional

KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Hari Lahir Pancasila sebagai Panggilan Nurani Negara

Hari Lahir Pancasila sebagai Panggilan Nurani Negara: Lindungi Martabat Perempuan dari Bayang-Bayang Kekerasan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
  • Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS
  • INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional
  • KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.