RI News. Solo, 16 Juli 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solo terus memperluas jangkauan edukasi politik ke kalangan santri melalui kolaborasi strategis dengan lembaga pendidikan keagamaan.
Kerja sama tersebut diawali dengan silaturahmi dan pembahasan nota kesepahaman (MoU) bersama Pondok Pesantren Al Muayyad Solo pada Rabu, 15 Juli 2026. Inisiatif ini menjadi pintu masuk bagi program Bawaslu Goes to Pesantren, yang dirancang untuk membekali santri baru dengan pemahaman mendalam tentang demokrasi, kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta pentingnya integritas dalam kehidupan berbangsa.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas teknis penandatanganan MoU, penyusunan materi sosialisasi, serta langkah-langkah penguatan kerja sama berkelanjutan di bidang pendidikan politik dan literasi demokrasi. Program ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang efektif bagi para santri agar tidak hanya memahami prinsip-prinsip demokrasi, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.

Agus Sulistyo, Anggota Bawaslu Kota Solo, menekankan peran strategis pesantren dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga pendidikan keagamaan merupakan langkah krusial untuk memperluas pendidikan demokrasi sekaligus menumbuhkan budaya pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
“Kami ingin mengajak para santri untuk memahami pentingnya demokrasi yang berintegritas, mengenal peran Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi, serta mendorong tumbuhnya semangat pengawasan partisipatif. Kami berharap para santri dapat menjadi agen literasi demokrasi yang mampu menyebarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan semangat menolak politik uang di lingkungan sekitarnya,” ujar Agus.
Bawaslu Kota Solo menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Upaya ini bertujuan meningkatkan literasi demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mewujudkan demokrasi yang berintegritas di Kota Solo.
Baca juga: Mengungkap Jaringan Pemerasan di Sukoharjo: KPK Geledah Sembilan Lokasi, Bukti Berlimpah Disita
Ke depan, program serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi edukasi demokrasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.
Pewarta: Surya Kencana
Tagline: #LiterasiDemokrasi, #BawasluSolo, #PesantrenAlMuayyad, #PendidikanPolitik, #SantriKritis, #DemokrasiBerintegritas,

