Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Jawa Barat Luncurkan Skema Rehabilitasi Hutan Berbasis Pemberdayaan: Satu Warga Satu Hektare, Digaji Harian Rp50 Ribu plus Hak Atas Hasil Panen

Jawa Barat Luncurkan Skema Rehabilitasi Hutan Berbasis Pemberdayaan: Satu Warga Satu Hektare, Digaji Harian Rp50 Ribu plus Hak Atas Hasil Panen

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 minutes read
Jawa Barat Luncurkan Skema Rehabilitasi Hutan Berbasis Pemberdayaan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Bandung, 2 Desember 2025 – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkenalkan pendekatan baru dalam rehabilitasi hutan kritis dengan mengintegrasikan unsur pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program yang diberi nama “Satu Orang Satu Hektare” ini menetapkan setiap peserta bertanggung jawab atas pengelolaan satu hektare lahan gundul, dengan imbalan upah harian Rp50 ribu selama masa penanaman dan perawatan, ditambah hak kepemilikan atas hasil panen pohon yang ditanam.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan konsep ini saat kunjungan kerja di Sumedang pada Selasa (2/12). Menurutnya, skema ini dirancang untuk menjawab dua problem struktural sekaligus: kerusakan ekosistem akibat deforestasi dan tingginya angka kemiskinan di kawasan pedesaan.

“Yang kami tawarkan bukan sekadar penanaman pohon, tapi paket lengkap: lahan garapan, upah harian, dan kepastian hukum bahwa pohon yang dirawat menjadi milik perawatnya. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi tenaga kerja sementara, melainkan pemilik aset produktif jangka panjang,” ujar Dedi.

Program ini akan memulai uji coba pada kawasan kebun teh di wilayah Bandung Selatan yang mengalami degradasi serius akibat erosi dan alih fungsi lahan. Pohon-pohon produktif seperti alpukat, durian, petai, hingga jati dan sonokeling direncanakan menjadi komoditas utama, disesuaikan dengan karaktersitik agroekologi masing-masing lokasi.

Berbeda dengan skema rehabilitasi hutan sebelumnya yang lebih mengandalkan dana APBN atau hibah internasional dengan target luas tanam semata, pendekatan Jawa Barat ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama sekaligus penerima manfaat ekonomi langsung. Hak kepemilikan hasil panen diatur melalui sertifikat tanam yang akan diterbitkan pemerintah provinsi, sehingga peserta memiliki jaminan hukum untuk memanfaatkan atau menjual hasil kayu maupun buah di masa mendatang.

Dedi menekankan bahwa mekanisme ini juga menjadi jawaban atas kritik lama terhadap program reboisasi yang kerap gagal karena kurangnya rasa memiliki dari masyarakat lokal. “Kalau hanya ditanam lalu dibiarkan, pasti gagal. Tapi kalau yang menanam digaji dan hasilnya menjadi haknya, maka perawatan akan dilakukan secara sungguh-sungguh,” katanya.

Data Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat mencatat sekitar 184.000 hektare lahan kritis di wilayahnya pada tahun 2024, dengan sebagian besar berada di wilayah Bandung Raya, Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur. Jika program ini berhasil, potensi penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai puluhan ribu kepala keluarga, terutama dari kalangan petani gurem dan buruh tani yang selama ini bergantung pada upah harian tidak tetap.

Baca juga : Minahasa Utara: Dari Daerah “Kurang Inovatif” Menjadi Kandidat Terinovatif Nasional 2025

Langkah ini sekaligus menjadi respons terhadap meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di Jawa Barat. Sepanjang 2025, sedikitnya 127 kejadian longsor dan banjir bandang tercatat, mayoritas dipicu oleh hilangnya tutupan lahan di bagian hulu.

Pengamat kehutanan dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Bambang Hero Saharjo, menilai pendekatan ini memiliki potensi besar apabila diimbangi dengan penguatan kelembagaan di tingkat desa dan pengawasan ketat terhadap potensi penyalahgunaan lahan. “Memberi insentif ekonomi memang terbukti efektif dalam konservasi berbasis masyarakat di berbagai negara. Yang krusial adalah kepastian hukum dan pencegahan konversi lahan kembali ke tanaman semusim setelah masa kontrak berakhir,” ujarnya.

Pemprov Jawa Barat menargetkan 10.000 hektare lahan kritis dapat direhabilitasi melalui skema ini pada tahap awal 2026–2028, dengan anggaran kombinasi APBD, APBN, dan kerja sama sektor swasta yang tertarik pada skema carbon credit serta agroforestry komersial.

Program “Satu Orang Satu Hektare” ini mencerminkan pergeseran paradigma pengelolaan lingkungan di Indonesia: dari pendekatan konservasi murni menuju model konservasi yang berkeadilan sosial, di mana pemulihan ekosistem dan pengentasan kemiskinan berjalan dalam satu tarikan napas.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Minahasa Utara: Dari Daerah “Kurang Inovatif” Menjadi Kandidat Terinovatif Nasional 2025
Next: Dualisme Pengaturan Desa: Antara Entitas Kultural dan Bagian Struktur Negara

Related Stories

Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu

Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu: Bandung Angklung City Festival 2026 Makin Menggema

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 menit ago 0
Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau

Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau: CFD Rasuna Said Siap Jadi Landmark Baru Warga

Jurnalis RI News Portal Posted on 26 menit ago 0
Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi

Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi, Siapkan Kemenangan 2029

Jurnalis RI News Portal Posted on 14 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Revolusi Kekuatan Komputasi: Google Berbalik Menyewa dari SpaceX di Era Dominasi AI Elon Musk
  • Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu: Bandung Angklung City Festival 2026 Makin Menggema
  • Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau: CFD Rasuna Said Siap Jadi Landmark Baru Warga
  • Ditjen Imigrasi Berhasil Tangkap dan Deportasi Buronan Pelecehan Seksual Warga AS yang Bersembunyi 15 Tahun di Indonesia
  • Trump Menggoyang Selat Taiwan: Siap Telepon Lai Ching-te Meski Beijing Murka
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.