RI News. Sipirok – Ketua DPD KNPI Kabupaten Tapanuli Selatan, Abdul Rahman Almandili Nasution, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam mendorong keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan harian siswa, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia sejak usia dini.
Almandili, yang akrab disapa Bung Menjet, menekankan bahwa Program MBG memiliki nilai strategis dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. “Program ini harus dipahami bukan sebagai bantuan konsumtif semata, tetapi sebagai investasi sosial yang akan menentukan kualitas generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika pemerintah daerah menunjukkan keseriusan mengawal keberlanjutan dan efektivitas program tersebut, sesungguhnya sedang dibangun fondasi peradaban yang lebih sehat, produktif, dan kompetitif di Tapanuli Selatan.

Menurut Bung Menjet, keberhasilan Program MBG akan membawa dampak multidimensional. Selain meningkatkan status gizi dan kesehatan anak, program ini juga berpotensi meningkatkan konsentrasi belajar, kualitas pendidikan secara keseluruhan, serta membentuk ekosistem sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan.
“Dalam konteks pembangunan manusia, Program MBG merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang. Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur fisik, tetapi harus ditopang oleh investasi serius pada kualitas manusia,” tegasnya.
Bung Menjet menilai komitmen Pemkab Tapanuli Selatan sebagai langkah visioner yang patut didukung seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pemuda. “Hingga saat ini, sudah 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi secara resmi di kabupaten ini. Ini menunjukkan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar wacana, melainkan telah direalisasikan,” ungkapnya.
Baca juga : Gelombang Aspirasi Buruh Pemalang Menguat di Hari Buruh: Tuntut Upah Layak dan Martabat Manusia
Sebagai organisasi kepemudaan, DPD KNPI Kabupaten Tapanuli Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap suksesi Program MBG. KNPI mendorong seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal implementasi program agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda menjadi kunci utama agar program ini tidak hanya berhasil secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Tapanuli Selatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, KNPI mengajak semua pemangku kepentingan menjadikan Program MBG sebagai gerakan kolektif untuk membangun generasi unggul daerah. Keberhasilan suatu wilayah, kata Bung Menjet, pada akhirnya akan diukur dari kemampuan daerah tersebut menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, berkarakter unggul, dan sejahtera—sebagai modal utama menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan harus menempatkan isu gizi dan kualitas generasi muda sebagai prioritas utama.
Pewarta: Red/Sumut


