RI News. Jenewa – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114 yang diselenggarakan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jenewa, Swiss. Kehadiran Indonesia dalam forum tahunan ini menjadi momentum strategis untuk memperjuangkan kepentingan ketenagakerjaan nasional di tengah dinamika transformasi dunia kerja yang semakin kompleks.
Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, Menaker Yassierli menegaskan bahwa partisipasi Indonesia bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan upaya konkret memperkuat pelindungan pekerja, menjaga keberlangsungan usaha, serta memastikan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.
“Indonesia hadir untuk membawa suara ketenagakerjaan nasional. Perubahan dunia kerja harus kita kelola agar pekerja tetap terlindungi, kesempatan kerja semakin terbuka, dunia usaha tetap berjalan, dan investasi tetap terjaga,” ujar Yassierli.

Forum ILC ke-114 mengusung tema “Navigating Change Through Inclusive Social Dialogue”, yang menekankan pentingnya dialog sosial yang inklusif, representatif, dan berorientasi hasil. Menaker menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari digitalisasi ekonomi, perkembangan platform digital, dinamika hubungan industrial, hingga tekanan pasar kerja global.
Menurutnya, dialog sosial antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan tersebut. “Dalam situasi global yang penuh tantangan, dialog sosial menjadi kunci. Pekerja, pengusaha, dan pemerintah harus terus membangun komunikasi yang konstruktif agar hubungan industrial tetap kondusif dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” katanya.
Dalam forum bergengsi tersebut, Indonesia akan mengarahkan perhatian pada beberapa isu prioritas, antara lain:
- Pelindungan hak-hak pekerja platform digital
- Kesetaraan gender di tempat kerja, termasuk pelindungan pekerja perempuan
- Penguatan dialog sosial dan mekanisme tripartit
- Dukungan terhadap penguatan partisipasi Palestina dalam forum ILO
Selain menyampaikan Pernyataan Nasional (National Statement) pada Sidang Pleno ILC ke-114, Menaker Yassierli juga dijadwalkan menghadiri Asia Pacific Group (ASPAG) Labour Ministers’ Meeting.
Baca juga : Kembalinya Mandalorian ke Bioskop: Antara Aksi Memukau dan Formula Lama yang Menjemukan
Salah satu momen penting adalah penyerahan instrumen asli ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan kepada Direktur Jenderal ILO. Langkah ini menunjukkan komitmen nyata Indonesia dalam memperkuat pelindungan pekerja, khususnya di sektor perikanan yang selama ini rentan terhadap berbagai risiko.
Kepala Biro Kerja Sama Kementerian Ketenagakerjaan M. Arif Hidayat menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari diplomasi ketenagakerjaan Indonesia di tingkat global untuk memastikan kepentingan nasional tetap terakomodasi dalam standar perburuhan internasional.
Dengan pendekatan yang proaktif ini, Indonesia berharap dapat berkontribusi pada pembentukan kebijakan perburuhan global yang lebih adil, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Pewarta : Yudha Purnama
Tagline : #ILC2026, #KetenagakerjaanIndonesia, #DialogSosial, #ILO, #PelindunganPekerja, #KonvensiILO188, #EkonomiPlatform, #KesetaraanGender, #MenakerYassierli,

