Skip to content
23/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Gencatan Senjata Suriah-Kurdi Rapuh: Bentrokan Penjara ISIS Ancam Kembalinya Ancaman Terorisme

Gencatan Senjata Suriah-Kurdi Rapuh: Bentrokan Penjara ISIS Ancam Kembalinya Ancaman Terorisme

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 min read
Bentrokan Penjara ISIS Ancam Kembalinya Ancaman Terorisme
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Raqqa, Syria – Hanya sehari setelah pengumuman kesepakatan bersejarah antara pemerintah Suriah interim dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, harapan rekonsiliasi nasional langsung diuji oleh gelombang kekerasan baru di wilayah timur laut. Bentrokan bersenjata di sekitar fasilitas penahanan kelompok Negara Islam (IS) menewaskan puluhan kombatan dari kedua belah pihak dan memicu pelarian ratusan tahanan berisiko tinggi, menandakan betapa rapuhnya upaya integrasi kekuatan bersenjata pasca-rezim lama.

Pada Senin (19 Januari 2026), pasukan pemerintah dan unit SDF saling tembak di dekat dua penjara utama—Shaddadi di provinsi Hasakah dan al-Aqtan di timur laut Raqqa. Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan sekitar 120 tahanan IS berhasil melarikan diri dari Shaddadi di tengah kekacauan, meskipun sebagian besar kemudian berhasil ditangkap kembali selama operasi penyisiran. SDF, di sisi lain, menyatakan kehilangan kendali sementara atas fasilitas tersebut dan melaporkan sembilan anggotanya tewas serta lebih dari 20 terluka dalam insiden terpisah di al-Aqtan.

Insiden ini meletus tepat saat Komandan SDF Mazloum Abdi berada di Damaskus untuk membahas detail implementasi kesepakatan Minggu sebelumnya. Perjanjian tersebut mencakup penyerahan kendali wilayah timur laut—termasuk penjara dan kamp penahanan—kepada otoritas pusat, serta pengintegrasian bertahap puluhan ribu pejuang SDF ke dalam struktur pertahanan dan keamanan nasional. Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan pernyataan bersama, dan SDF kemudian merilis seruan mobilisasi kepada “seluruh pemuda” untuk memperkuat barisan perlawanan, dengan menyamakan ancaman saat ini dengan serangan Turki yang diduga mendukung elemen “berpikiran IS baru”.

Dari perspektif keamanan, pelarian tahanan ini menimbulkan risiko eskalasi serius. Penjara-penjara di bawah pengawasan SDF selama bertahun-tahun menampung sekitar 8.000–9.000 anggota IS—termasuk pelaku kekejaman di Suriah dan Irak sejak deklarasi kekhalifahan pada 2014. Transfer kendali yang tergesa-gesa tanpa mekanisme pengawasan bersama berpotensi membuka celah bagi sel-sel tidur IS untuk bangkit kembali, terutama di tengah ketidakpercayaan mendalam antara pihak-pihak yang berseteru.

Presiden Suriah sementara Ahmad al-Sharaa, dalam komunikasi telepon dengan Presiden AS Donald Trump, menekankan komitmen menjaga integritas wilayah Suriah sekaligus melindungi hak-hak komunitas Kurdi. Kedua pemimpin sepakat melanjutkan kerja sama anti-IS, meskipun Washington—melalui utusan khususnya—telah menyiratkan bahwa peran SDF sebagai mitra utama melawan terorisme “telah kadaluwarsa” seiring kesiapan pemerintah pusat mengambil alih tanggung jawab keamanan.

Baca juga : Chief Mouser Larry dan Tamu Istimewa: Bagaimana Seekor Kucing Mencairkan Pertemuan Prabowo-Starmer

Di pihak eksternal, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa penundaan atau hambatan terhadap kesepakatan Damaskus tidak akan ditoleransi. Ankara secara konsisten memandang SDF sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dianggap teroris, sehingga mendorong integrasi penuh sebagai syarat perdamaian regional.

Secara akademis, dinamika ini mencerminkan tantangan klasik dalam proses rekonsiliasi pasca-konflik: ketidakseimbangan kekuatan militer, trauma historis minoritas, dan kepentingan aktor regional yang saling bertabrakan. Tanpa mekanisme verifikasi independen, pengawasan internasional yang kuat, serta jaminan otonomi budaya yang kredibel bagi Kurdi, kesepakatan semacam ini berisiko berulang menjadi siklus kekerasan—seperti yang terjadi pada upaya integrasi sebelumnya di tahun 2025.

Hingga kini, kedua pihak telah mengumumkan gencatan senjata sementara selama empat hari untuk merumuskan rencana integrasi praktis di provinsi Hasakah. Namun, laporan serangan sporadis dari kelompok pro-pemerintah menunjukkan bahwa perdamaian yang rapuh ini masih jauh dari kestabilan jangka panjang. Masa depan timur laut Suriah—dan keamanan global terhadap residu IS—bergantung pada kemauan semua pihak untuk melampaui retorika konfrontatif menuju kompromi yang berkelanjutan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Chief Mouser Larry dan Tamu Istimewa: Bagaimana Seekor Kucing Mencairkan Pertemuan Prabowo-Starmer
Next: Trump’s Greenland Gambit: Ancaman Tarif Memecah Belah Transatlantik dan Menggoyang Fondasi NATO

Related Stories

Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal
3 min read

Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal: Apakah SPLC Menciptakan Ekstremisme yang Dinyatakan Diperanginya?

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Penyitaan Aset Jimmy Lai dan Ujian Kebebasan Pers di Hong Kong
3 min read

Penyitaan Aset Jimmy Lai dan Ujian Kebebasan Pers di Hong Kong

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Kemitraan Futuristik di Tengah Gejolak Global
2 min read

Kemitraan Futuristik di Tengah Gejolak Global: Lee Jae-myung dan Modi Targetkan Perdangan Indo-Korea Capai 50 Miliar Dolar AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polisi dan Ketahanan Pangan: Strategi Institusional Polres Melawi dalam Mendukung Swasembada Jagung Nasional
  • Hotline 110 sebagai Infrastruktur Respons Cepat: Strategi Polres Melawi dalam Memperkuat Pelayanan Publik Berbasis Keamanan
  • Energi Kepedulian: Dari Cahaya Listrik Menuju Kemandirian Disabilitas Netra di Sumatera Barat
  • Rem Mendadak di Jalinsum: Kecelakaan Fatal di Kabupaten Dharmasraya dan Problem Sistemik Keselamatan Jalan
  • Sinergi Negara dan Desa: TMMD ke-128 di Minahasa Tenggara sebagai Instrumen Akselerasi Pembangunan Inklusif
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.