Skip to content
23/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Trump’s Greenland Gambit: Ancaman Tarif Memecah Belah Transatlantik dan Menggoyang Fondasi NATO

Trump’s Greenland Gambit: Ancaman Tarif Memecah Belah Transatlantik dan Menggoyang Fondasi NATO

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 min read
Ancaman Tarif Memecah Belah Transatlantik dan Menggoyang Fondasi NATO
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington – Upaya Presiden Donald Trump untuk memperoleh kendali atas Greenland melalui tekanan ekonomi ekstrem telah memicu reaksi keras dari Eropa yang jarang terlihat sejak akhir Perang Dingin. Ancaman penerapan tarif impor 10 persen terhadap delapan negara anggota Uni Eropa yang mendukung posisi Denmark bukan hanya perselisihan perdagangan biasa, melainkan ujian paling serius terhadap kohesi aliansi Barat sejak pembentukan NATO pada 1949.

Berbeda dengan konflik tarif sebelumnya yang lebih bersifat bilateral dan terfokus pada defisit perdagangan, kali ini Washington secara eksplisit menghubungkan instrumen ekonomi dengan isu kedaulatan wilayah pihak ketiga. Greenland—wilayah otonom luas di bawah kedaulatan Denmark—tiba-tiba menjadi titik sentral di mana kepentingan strategis Arktik, hukum internasional, dan kredibilitas komitmen kolektif NATO dipertaruhkan sekaligus.

Menyusul pengumuman tarif tersebut, nada respons Eropa berubah drastis dari diplomasi akomodatif menjadi pernyataan perlawanan terbuka. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa “kesepakatan adalah kesepakatan” dan memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang selama ini ingin melihat perpecahan transatlantik.

Lebih tajam lagi, Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menyebut rencana tersebut “gila” dan menyatakan kesiapan Uni Eropa untuk mengaktifkan—untuk pertama kalinya—Instrumen Anti-Pemaksaan (Anti-Coercion Instrument), alat yang selama ini disimpan sebagai senjata pamungkas terhadap tekanan ekonomi dari kekuatan besar mana pun, termasuk Amerika Serikat.

Perubahan sikap ini menandai titik balik penting. Selama beberapa bulan pertama kepemimpinan Trump periode kedua, sebagian besar ibu kota Eropa masih memilih strategi “pujian di depan, negosiasi di belakang”. Kini, setelah ancaman tarif dikaitkan langsung dengan isu Greenland, pendekatan itu tampaknya dinilai telah mencapai batasnya.

Pemerintah Greenland dan Denmark berulang kali menegaskan bahwa isu ini bukan sekadar transaksi properti, melainkan pertanyaan prinsipil tentang hak menentukan nasib sendiri dan integritas teritorial yang diakui hukum internasional. Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menekankan bahwa “hukum internasional bukanlah permainan”, sebuah pernyataan yang sengaja dipilih untuk mengingatkan komunitas internasional bahwa prinsip yang sama juga melindungi kedaulatan banyak negara kecil lainnya.

Baca juga : Gencatan Senjata Suriah-Kurdi Rapuh: Bentrokan Penjara ISIS Ancam Kembalinya Ancaman Terorisme

Di sisi lain, Trump terus mempertahankan narasi keamanan nasional: Greenland diperlukan untuk mencegah dominasi China dan Rusia di Arktik yang semakin dapat diakses akibat perubahan iklim. Namun, argumen tersebut kesulitan mendapatkan dukungan luas di Eropa karena kurangnya bukti ancaman militer konkret dari Beijing atau Moskow terhadap pulau tersebut.

Yang paling mengkhawatirkan para analis keamanan adalah keretakan kepercayaan yang semakin dalam di dalam NATO. Trump secara terbuka mempertanyakan apakah sekutu Eropa akan membela Amerika Serikat jika terjadi serangan, sebuah pernyataan yang—meski pernah diucapkan sebelumnya—kini terasa lebih berbahaya ketika diikuti dengan tindakan konkret berupa ancaman ekonomi terhadap anggota aliansi.

Beberapa pengamat menyebut situasi ini sebagai “krisis kepercayaan terstruktur”: ketika negara pemimpin aliansi menggunakan instrumen kekuasaan ekonomi untuk memaksa sekutu menyerahkan wilayah strategis, maka fondasi Pasal 5—yang menyatakan serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap semua—menjadi rentan terhadap keraguan eksistensial.

Forum Ekonomi Dunia di Davos kali ini bukan lagi sekadar ajang diskusi ekonomi global, melainkan ruang diplomasi darurat. Beberapa pemimpin Eropa dilaporkan sedang mempertimbangkan inisiatif bersama untuk menawarkan peningkatan kehadiran militer NATO di Arktik—sebuah langkah yang selama ini ditunda karena biaya tinggi—sebagai “jalan keluar bersama” yang bisa menyelamatkan muka semua pihak.

Namun hingga akhir sesi hari ini, belum ada tanda-tanda kompromi konkret. Trump hanya menyatakan keyakinannya bahwa “sesuatu akan diselesaikan” tanpa memberikan petunjuk lebih lanjut, sementara delegasi Eropa tampak semakin bersatu dalam sikap menolak pemaksaan sepihak.

Di tengah salju Davos yang dingin, pertanyaan yang kini menggantung bukan lagi apakah Amerika Serikat bisa mendapatkan Greenland, melainkan apakah aliansi transatlantik masih memiliki kekuatan yang cukup untuk bertahan dari guncangan yang diciptakan oleh salah satu pendirinya sendiri.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gencatan Senjata Suriah-Kurdi Rapuh: Bentrokan Penjara ISIS Ancam Kembalinya Ancaman Terorisme
Next: LDK Bukan Momok: Siswa SMP Islam Rumpun Muslim Jatisrono Belajar Disiplin dan Nasionalisme dari Praktik Baris-Berbaris TNI

Related Stories

Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal
3 min read

Kontroversi Mendalam di Balik Dakwaan Federal: Apakah SPLC Menciptakan Ekstremisme yang Dinyatakan Diperanginya?

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Penyitaan Aset Jimmy Lai dan Ujian Kebebasan Pers di Hong Kong
3 min read

Penyitaan Aset Jimmy Lai dan Ujian Kebebasan Pers di Hong Kong

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Kemitraan Futuristik di Tengah Gejolak Global
2 min read

Kemitraan Futuristik di Tengah Gejolak Global: Lee Jae-myung dan Modi Targetkan Perdangan Indo-Korea Capai 50 Miliar Dolar AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polisi dan Ketahanan Pangan: Strategi Institusional Polres Melawi dalam Mendukung Swasembada Jagung Nasional
  • Hotline 110 sebagai Infrastruktur Respons Cepat: Strategi Polres Melawi dalam Memperkuat Pelayanan Publik Berbasis Keamanan
  • Energi Kepedulian: Dari Cahaya Listrik Menuju Kemandirian Disabilitas Netra di Sumatera Barat
  • Rem Mendadak di Jalinsum: Kecelakaan Fatal di Kabupaten Dharmasraya dan Problem Sistemik Keselamatan Jalan
  • Sinergi Negara dan Desa: TMMD ke-128 di Minahasa Tenggara sebagai Instrumen Akselerasi Pembangunan Inklusif
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.