RI News, Jatisrono, Senin (26/10/2026) – Dugaan keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di lingkungan SMPN 1 Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Sekitar 300 murid dan guru dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan, dan penyebab pastinya hingga kini belum dapat dipastikan.
Gejala tersebut mulai dirasakan pada Jumat (23/10/2026). Seorang sumber dari lingkungan sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan bahwa pada hari itu banyak siswa tidak masuk sekolah. Sejumlah guru juga mengajukan izin karena kondisi tubuh yang tidak fit. “Informasinya ada belasan guru yang izin tidak masuk di hari itu. Siswa sama guru ada 300-an,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber di lingkungan sekolah, keluhan yang dialami para korban meliputi mual, nyeri perut, hingga diare. Sampai berita ini disusun, belum ada kepastian apakah terdapat siswa atau guru yang harus menjalani rawat inap.
Penelusuran awal telah dilakukan oleh Forkompimcam Jatisrono bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri untuk mengungkap penyebab ratusan siswa dan guru tidak masuk sekolah akibat dugaan keracunan tersebut. Meski investigasi sudah berjalan, sumber yang sama menyatakan bahwa penyebabnya belum jelas.
Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Satgas MBG juga telah bergerak. Sampel menu MBG yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Ngrandu, Desa Gunungsari, telah diambil untuk diperiksa. “Menunya yang disampaikan ayam bakar, dibagikan Kamis (22/10/2026),” kata sumber tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri yang juga menjabat Wakil Ketua Satgas MBG Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengaku telah menerima informasi mengenai dugaan keracunan MBG tersebut. Satgas MBG melalui Dinkes Wonogiri disebut akan memeriksa sampel makanan dari SPPG yang bersangkutan.
Baca juga: Lorong Genangan di Bawah Tol Arteri: Warga Tagih Kepastian, Somasi Disiapkan
Dari perspektif keamanan pangan, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menjadi langkah penting untuk memastikan ada tidaknya kontaminasi mikroba atau faktor lain pada makanan. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar yang objektif, sehingga kesimpulan tidak semata bertumpu pada dugaan yang beredar di masyarakat. Hingga kini, dugaan keracunan tersebut masih menunggu pembuktian secara ilmiah.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #KeracunanMBG, #SMPN1Jatisrono, #Wonogiri, #MakanBergiziGratis, #KeamananPangan, #DinkesWonogiri, #SatgasMBG, #SPPGGunungsari,

