RI News. Jakarta, 11 April 2026 – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menunjukkan iktikad baik dalam pembicaraan langsung yang akan digelar di Islamabad, Pakistan. Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk menuju kesepakatan komprehensif yang mampu mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat (10/4), menegaskan bahwa Guterres menyambut baik inisiatif mediasi Pakistan. “Dapat saya sampaikan bahwa Sekretaris Jenderal menyambut baik pembicaraan AS-Iran yang dimediasi Pakistan dan dijadwalkan dimulai di Islamabad pada akhir pekan. Ia meminta para pihak memanfaatkan kesempatan diplomatik ini dengan iktikad baik menuju kesepakatan yang langgeng dan komprehensif,” ujar Dujarric.
Pembicaraan tersebut akan berlangsung Sabtu pagi waktu setempat, hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Trump menyatakan bahwa Iran juga sepakat membuka Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, untuk lalu lintas kapal secara aman.

Namun, situasi di lapangan masih penuh ketegangan. Pada Rabu (8/4), Israel melancarkan gelombang serangan udara terbesar terhadap Lebanon sejak konflik dengan Iran memanas. Serangan tersebut menewaskan ratusan orang dan memicu kekhawatiran luas bahwa gencatan senjata bilateral AS-Iran tidak mencakup front Lebanon yang melibatkan kelompok Hizbullah.
Trump sendiri menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, lantaran faktor Hizbullah yang dianggap terpisah. Di sisi lain, Iran memandang aksi militer Israel itu sebagai pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa keberhasilan pembicaraan untuk mengakhiri konflik sepenuhnya bergantung pada komitmen semua pihak terhadap kewajiban gencatan senjata di seluruh lini, termasuk di Lebanon.
Analis hubungan internasional menilai bahwa meski gencatan senjata dua minggu ini memberikan ruang bernapas, tantangan utama tetap berada pada isu-isu mendasar seperti program nuklir Iran, kehadiran pasukan pro-Iran di kawasan, serta keamanan Israel. Mediasi Pakistan, yang mendapat apresiasi dari Guterres, menjadi harapan baru karena posisinya yang netral dan hubungan baik dengan kedua belah pihak.
Baca juga : Gelombang OTT KPK 2026 Berlanjut: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diamankan dalam Operasi Kesepuluh
PBB sendiri terus mendorong agar semua pihak mematuhi hukum internasional selama periode sensitif ini. Envoy khusus Guterres juga telah melakukan kunjungan ke wilayah untuk mendukung upaya perdamaian yang lebih luas.
Dengan pembicaraan di Islamabad yang akan segera dimulai, mata dunia tertuju pada apakah diplomasi kali ini mampu mengubah gencatan senjata sementara menjadi fondasi perdamaian yang berkelanjutan, atau hanya jeda sesaat di tengah siklus kekerasan yang telah berlangsung lama. Keberhasilan atau kegagalan putaran ini tidak hanya akan menentukan nasib jutaan warga sipil di Timur Tengah, tetapi juga stabilitas pasokan energi global.
Perkembangan selanjutnya dari Islamabad diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai prospek dialog yang krusial ini.
Pewarta : Anjar Bramantyo

