Skip to content
16/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Di Balik Keheningan Aparat: Penjarahan Emas Ilegal Menggerogoti Rimbo Tanjuang, Pasaman Barat

Di Balik Keheningan Aparat: Penjarahan Emas Ilegal Menggerogoti Rimbo Tanjuang, Pasaman Barat

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Penjarahan Emas Ilegal Menggerogoti Rimbo Tanjuang
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Pasaman Barat, Sumatera Barat – Di balik Kehijauan Perbukitan Rimbo Tanjuang, Pasaman Barat, Sumatera Barat, tersimpan realitas kelam yang semakin sulit disembunyikan. Deru mesin dompeng dan raungan excavator beroperasi siang malam tanpa henti, meninggalkan lubang-lubang menganga di tanah yang dulu subur, serta mengubah aliran sungai jernih menjadi lumpur pekat beracun.

Penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan ini bukan lagi praktik sporadis atau bisik-bisik di pinggir masyarakat. Hasil penelusuran lapangan menunjukkan aktivitas tersebut telah berkembang menjadi operasi sistematis dan terorganisir, dengan penggunaan alat berat skala besar yang masuk tanpa hambatan berarti. Sungai yang menjadi sumber kehidupan warga kini berubah warna menjadi cokelat keruh akibat sedimentasi masif dan pencemaran merkuri serta bahan kimia berbahaya lainnya.

Ini bukan sekadar kerusakan lingkungan biasa. Aktivitas ilegal ini merampas masa depan Rimbo Tanjuang: lahan pertanian terancam mandul, risiko banjir bandang meningkat tajam akibat hilangnya vegetasi penahan tanah, dan air sungai tak lagi layak untuk minum, mandi, apalagi irigasi sawah. Ekosistem hutan yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat adat perlahan terkikis, meninggalkan warisan degradasi yang sulit dipulihkan dalam waktu singkat.

Yang paling mengkhawatirkan adalah sikap aparatur penegak hukum yang tampak hening di tengah maraknya operasi ini. Warga setempat kerap melaporkan kejadian berulang kali, namun excavator tetap mengaum tanpa penindakan tegas. Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan kemarahan mendalam: “Kami sudah lapor berkali-kali, tapi alat berat itu masih beroperasi. Seolah hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil, bukan bagi pemodal besar yang mengendalikan semuanya.”

Indikasi kuat menunjukkan bahwa PETI di wilayah ini bukan sekadar inisiatif penambang kecil, melainkan operasi bermodal besar dengan jaringan terstruktur di belakang layar. Kehadiran puluhan alat berat dan kelancaran operasi menimbulkan pertanyaan serius: siapa yang melindungi siapa di balik keheningan ini? Apakah penegakan hukum kalah oleh kepentingan ekonomi gelap yang mengalir deras?

Baca juga : Waspada! Tagihan Tilang ETLE Palsu Beredar Masif via SMS dan WhatsApp, Ancaman Blokir STNK Menipu Warga Jateng

Tokoh adat dan kelompok pemuda Rimbo Tanjuang mulai mengangkat suara lebih lantang. Mereka menuntut bukan lagi sekadar janji rapat atau sosialisasi, melainkan tindakan konkret: penutupan total lokasi PETI dan penindakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku maupun pembekingnya. Jika negara terus absen, warga mengisyaratkan siap mengambil langkah-langkah sosial kolektif untuk menyelamatkan kampung dan alam warisan leluhur mereka.

Pertanyaan besar masih menggantung di udara Rimbo Tanjuang: sampai kapan alam harus terus dikorbankan demi kerakusan segelintir orang? Kehijauan perbukitan yang memikat mata menyimpan luka mendalam—dan waktu untuk penyembuhan semakin sempit.

Pewarta: Sami S

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Waspada! Tagihan Tilang ETLE Palsu Beredar Masif via SMS dan WhatsApp, Ancaman Blokir STNK Menipu Warga Jateng
Next: Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor

Related Stories

Desakan Audit Segera

Desakan Audit Segera: Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Desak Inspektorat Tapsel Tindak Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Batang Tura

Jurnalis RI News Portal Posted on 20 jam ago 0
Komnas HAM Dorong Relokasi Pasca Bencana Aceh yang Berkeadilan

Komnas HAM Dorong Relokasi Pasca Bencana Aceh yang Berkeadilan: Partisipasi Warga Jadi Kunci Utama

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Mengurai Gunungan Sampah 127 Ton

Mengurai Gunungan Sampah 127 Ton: Bupati Parosil Jemput Dukungan Pusat untuk Lampung Barat

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Pastikan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus Berjalan Khidmat: Personel Polisi Kawal Keamanan Umat di Putussibau Selatan
  • Polsek Putussibau Selatan Gencar Sosialisasi Cegah Narkoba dan Bullying Sejak Usia Dini
  • Desakan Audit Segera: Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Desak Inspektorat Tapsel Tindak Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Batang Tura
  • Transformasi Militer Era Baru: Seskoad Gelar Seminar Strategis Hadapi Geopolitik dan Disrupsi Teknologi
  • Komnas HAM Dorong Relokasi Pasca Bencana Aceh yang Berkeadilan: Partisipasi Warga Jadi Kunci Utama
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.