RI News. Sipirok, Tapanuli Selatan – Ratusan massa dari aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PENA Nusantara Bersatu, pers, mahasiswa, dan warga Desa Batang Tura, Kecamatan Sipirok, menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (13/5/2026). Mereka mendesak Aparat Intern Pemerintah (APIP) segera menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat (Dumas) dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa tahun 2023-2025 yang telah dilimpahkan Unit Tipikor Polres Tapsel.
Aksi yang berlangsung tertib namun tegang ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat sipil dalam mengawal akuntabilitas penggunaan dana publik di tingkat desa. Massa menilai proses audit internal mandek meski berkas perkara sudah berada di tangan Inspektorat sejak Januari 2026.
Koordinator aksi, Mahmul Harahap, dalam orasinya menegaskan bahwa pelimpahan berkas dari Polres Tapsel ke APIP belum menunjukkan kemajuan berarti. “Masyarakat Desa Batang Tura sudah lama menunggu keadilan. Dana desa adalah hak rakyat, bukan untuk disalahgunakan,” tegasnya.

Situasi sempat memanas ketika Inspektur Kabupaten Hamdi S Pulungan tidak langsung hadir. Massa yang kecewa dengan kehadiran Sekretaris Inspektorat Ahmad Fikri, S.H., sempat menyalakan api untuk membakar ban. Chris Zebua, Penanggung Jawab Aksi sekaligus perwakilan LSM PENA Nusantara Bersatu, menyatakan ketidakpuasan atas respons perwakilan tersebut. “Kami minta Kepala Inspektorat hadir langsung. Jika tidak, massa akan masuk ke kantor,” tegas Chris Zebua di tengah perdebatan yang semakin ricuh.
Ketegangan berhasil diredam berkat intervensi Polres Tapanuli Selatan dan Satuan Polisi Pamong Praja yang mengawal aksi. Setelah negosiasi, Hamdi S Pulungan akhirnya menemui perwakilan massa di dalam ruangan kantor Inspektorat.
Dalam pertemuan tersebut, Hamdi S Pulungan menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan permasalahan. Ia berjanji akan melakukan audit internal secara menyeluruh, turun langsung ke lapangan minggu depan, serta memanggil Kepala Desa Batang Tura, Ahmad Efendi Siregar, untuk dimintai keterangan.
Baca juga : Transformasi Militer Era Baru: Seskoad Gelar Seminar Strategis Hadapi Geopolitik dan Disrupsi Teknologi
“Kepada masyarakat Desa Batang Tura, saya ucapkan terima kasih banyak. Tolong kasih saya kepercayaan, akan saya selesaikan,” ujar Hamdi S Pulungan, seraya menekankan upaya maksimal APIP dalam menindaklanjuti laporan Dumas yang dilimpahkan Unit Tipikor Polres Tapsel.
Aksi ini menjadi bukti sinergi antara elemen masyarakat sipil, akademisi, dan pers dalam mendorong transparansi pemerintahan daerah. Meski berakhir dengan dialog damai, tuntutan massa tetap fokus pada percepatan audit dan penegakan hukum atas dugaan korupsi dana desa agar tidak berlarut-larut.
Pihak Inspektorat kini berada di bawah sorotan publik untuk mewujudkan janji audit cepat dan transparan, sebagai langkah konkret menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pewarta : AT/Red

