Skip to content
06/08/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Bisnis
  • Di Balik Fluktuasi Rupiah: Ancaman “Fiscal Dominance” dan Ujian Independensi BI

Di Balik Fluktuasi Rupiah: Ancaman “Fiscal Dominance” dan Ujian Independensi BI

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 minutes read
Di Balik Fluktuasi Rupiah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah yang berlanjut hingga kuartal ketiga tahun ini tidak hanya menjadi persoalan angka, melainkan juga ujian terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi nasional. Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menggarisbawahi bahwa faktor paling krusial yang akan menentukan arah mata uang adalah persepsi pasar terhadap integritas kebijakan Bank Indonesia (BI), terutama dalam menjaga independensi dari tekanan fiskal pemerintah.

“Tren pelemahan yang terjadi berpotensi memburuk. Faktor paling krusial yang perlu diantisipasi adalah stabilitas fiskal dan kebijakan moneter yang semakin didominasi oleh kepentingan fiskal atau fiscal dominance,” tegas Wijayanto dalam analisisnya, Selasa (10/9).

Konsep fiscal dominance mengacu pada situasi di mana kebijakan moneter bank sentral didikte oleh kebutuhan pendanaan defisit anggaran pemerintah, yang dapat mengorbankan target inflasi dan stabilitas nilai tukar. Menurut Wijayanto, kekhawatiran pasar akan fenomena inilah yang kini menjadi beban psikologis bagi rupiah, di samping faktor eksternal seperti penguatan dolar AS.

Ia juga mengingatkan agar analisis pelemahan rupiah tidak dilakukan secara sempit hanya terhadap dolar AS. “Dolar AS sendiri sebenarnya melemah hampir 10 persen terhadap tujuh mata uang utama dunia dalam setahun terakhir. Jika rupiah dibandingkan dengan basket currency tersebut, depresiasinya mencapai hampir 14 persen. Ini kondisi yang serius,” paparnya.

Tantangan ini, lanjut Wijayanto, menjadi bagian dari ujian awal bagi Deputi Gubernur BI terpilih, Thomas Djiwandono. Kapasitasnya dinilai akan diuji dalam mengelola sentimen pasar yang muncul pasca-penunjukannya. “Sentimen itu sifatnya temporer. Namun, ia harus membuktikan kapasitasnya dan memastikan kehadirannya tidak memperburuk persepsi mengenai independensi BI,” jelasnya.

Di sisi lain, pasar sempat merespons positif komitmen BI menjaga stabilitas. Pada perdagangan Selasa, rupiah ditutup menguat tipis. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan tersebut didorong oleh respons positif terhadap intervensi BI di pasar spot dan non-deliverable forward (NDF), baik domestik maupun luar negeri.

Baca juga : Penertiban Tambang Ilegal Picu Kejutan Global: Harga Timah Melonjak 51%, Indonesia Buktikan Pengaruh di Pasar Dunia

Namun, para pengamat memandang, intervensi jangka pendek saja tidak cukup. Fondasi yang harus diperkuat adalah kepercayaan bahwa BI memiliki ruang gerak yang independen untuk menahan laju inflasi dan menjaga nilai rupiah, tanpa terkendala oleh target-target fiskal jangka pendek pemerintah. Jika sinyal fiscal dominance semakin kuat, tekanan terhadap rupiah diprediksi akan semakin sulit dibendung hanya dengan intervensi di pasar valas.

Peringatan Wijayanto ini menempatkan isu tata kelola kebijakan ekonomi makro sebagai jantung persoalan. Ke depan, fokus pasar tidak hanya pada angka defisit atau tingkat suku bunga, tetapi pada bagaimana dinamika hubungan antara otoritas fiskal dan moneter akan memengaruhi kepercayaan investor terhadap mata uang Indonesia.

Pewarta : Yogi Hilmawan

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penertiban Tambang Ilegal Picu Kejutan Global: Harga Timah Melonjak 51%, Indonesia Buktikan Pengaruh di Pasar Dunia
Next: Wali Kota Tegal Gabungkan Refleksi Bencana dengan Visi Pembangunan 2026

Related Stories

Semangat Baru Ekonomi Kreatif

Semangat Baru Ekonomi Kreatif: Kemenekraf Gaspol Akselerasi Program Kerakyatan di Semester II 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Warung Pangan Jadi Benteng Utama Stabilisasi Harga Pangan di Pasar Tradisional

Warung Pangan Jadi Benteng Utama Stabilisasi Harga Pangan di Pasar Tradisional

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
OJK Tegaskan Perlindungan Konsumen

OJK Tegaskan Perlindungan Konsumen: Penyitaan Aset Rp113,97 Miliar dari PT Asuransi Jiwa Prolife

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
iklan
iklan
iklan
Iklan
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bau Limbah SPPG Wonosegoro Picu Keluhan Warga, Pengelola Tunggu Hasil Uji Lab DLH
  • PMI Pasaman Barat Resmikan Layanan Transportasi Medis dan Prioritas Darah Gratis bagi Pasien Rujukan Kurang Mampu di Padang
  • Darwanto, Pengusaha Kuliner Kediri, Bantah Tuduhan Tidak Senonoh dan Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Fitnah
  • Kodim Wonogiri Salurkan 10.500 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Basuhan
  • Antrian BBM di Subulussalam: Kelangkaan yang Mengubah Jalan Protokol Jadi Parkir Raksasa, Warga Minta Kuota Ditingkatkan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.