Skip to content
21/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Bisnis
  • Di Balik Fluktuasi Rupiah: Ancaman “Fiscal Dominance” dan Ujian Independensi BI

Di Balik Fluktuasi Rupiah: Ancaman “Fiscal Dominance” dan Ujian Independensi BI

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Di Balik Fluktuasi Rupiah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah yang berlanjut hingga kuartal ketiga tahun ini tidak hanya menjadi persoalan angka, melainkan juga ujian terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi nasional. Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menggarisbawahi bahwa faktor paling krusial yang akan menentukan arah mata uang adalah persepsi pasar terhadap integritas kebijakan Bank Indonesia (BI), terutama dalam menjaga independensi dari tekanan fiskal pemerintah.

“Tren pelemahan yang terjadi berpotensi memburuk. Faktor paling krusial yang perlu diantisipasi adalah stabilitas fiskal dan kebijakan moneter yang semakin didominasi oleh kepentingan fiskal atau fiscal dominance,” tegas Wijayanto dalam analisisnya, Selasa (10/9).

Konsep fiscal dominance mengacu pada situasi di mana kebijakan moneter bank sentral didikte oleh kebutuhan pendanaan defisit anggaran pemerintah, yang dapat mengorbankan target inflasi dan stabilitas nilai tukar. Menurut Wijayanto, kekhawatiran pasar akan fenomena inilah yang kini menjadi beban psikologis bagi rupiah, di samping faktor eksternal seperti penguatan dolar AS.

Ia juga mengingatkan agar analisis pelemahan rupiah tidak dilakukan secara sempit hanya terhadap dolar AS. “Dolar AS sendiri sebenarnya melemah hampir 10 persen terhadap tujuh mata uang utama dunia dalam setahun terakhir. Jika rupiah dibandingkan dengan basket currency tersebut, depresiasinya mencapai hampir 14 persen. Ini kondisi yang serius,” paparnya.

Tantangan ini, lanjut Wijayanto, menjadi bagian dari ujian awal bagi Deputi Gubernur BI terpilih, Thomas Djiwandono. Kapasitasnya dinilai akan diuji dalam mengelola sentimen pasar yang muncul pasca-penunjukannya. “Sentimen itu sifatnya temporer. Namun, ia harus membuktikan kapasitasnya dan memastikan kehadirannya tidak memperburuk persepsi mengenai independensi BI,” jelasnya.

Di sisi lain, pasar sempat merespons positif komitmen BI menjaga stabilitas. Pada perdagangan Selasa, rupiah ditutup menguat tipis. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan tersebut didorong oleh respons positif terhadap intervensi BI di pasar spot dan non-deliverable forward (NDF), baik domestik maupun luar negeri.

Baca juga : Penertiban Tambang Ilegal Picu Kejutan Global: Harga Timah Melonjak 51%, Indonesia Buktikan Pengaruh di Pasar Dunia

Namun, para pengamat memandang, intervensi jangka pendek saja tidak cukup. Fondasi yang harus diperkuat adalah kepercayaan bahwa BI memiliki ruang gerak yang independen untuk menahan laju inflasi dan menjaga nilai rupiah, tanpa terkendala oleh target-target fiskal jangka pendek pemerintah. Jika sinyal fiscal dominance semakin kuat, tekanan terhadap rupiah diprediksi akan semakin sulit dibendung hanya dengan intervensi di pasar valas.

Peringatan Wijayanto ini menempatkan isu tata kelola kebijakan ekonomi makro sebagai jantung persoalan. Ke depan, fokus pasar tidak hanya pada angka defisit atau tingkat suku bunga, tetapi pada bagaimana dinamika hubungan antara otoritas fiskal dan moneter akan memengaruhi kepercayaan investor terhadap mata uang Indonesia.

Pewarta : Yogi Hilmawan

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penertiban Tambang Ilegal Picu Kejutan Global: Harga Timah Melonjak 51%, Indonesia Buktikan Pengaruh di Pasar Dunia
Next: Wali Kota Tegal Gabungkan Refleksi Bencana dengan Visi Pembangunan 2026

Related Stories

Reformasi Pasar Modal Diuji Rebalancing MSCI

OJK Siap Hadapi ‘Short Term Pain’ demi ‘Long Term Gain’: Reformasi Pasar Modal Diuji Rebalancing MSCI

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago
Estafet Kepemimpinan Baru BI Jawa Barat

Estafet Kepemimpinan Baru BI Jawa Barat: Memperkuat Sinergi untuk Pertumbuhan Inklusif dan Stabilitas Ekonomi

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago
Pandangan CIO Danantara Pandu Sjahrir

IHSG Tertekan Rupiah, Bukan Hanya MSCI: Pandangan CIO Danantara Pandu Sjahrir

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  2. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  3. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  4. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda
  5. Wisnu mengenai Ning Nuri: Srikandi PKB Ngawi yang Siap Merajut Kekuatan untuk Pemilu 2029

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Generasi Muda Batang Diajak “Jelajah Ruang” BNN: Melihat Langsung Ancaman Narkoba di Balik Replika dan Senjata Operasi
  • Kerusakan Jalan Parah di Lampung: Beban Berat Proyek Geothermal Mengancam Keselamatan Warga
  • Wabup Mad Hasnurin: Pengesahan 224 Warga Baru PSHT Bukan Akhir, Melainkan Awal Tanggung Jawab Besar
  • Polda Papua Tengah Gelar Lomba Kreatif dan Fotografi Bhayangkara, Perkuat Kerukunan di Tengah Keberagaman
  • Duta Besar Indroyono Soesilo: Indonesian-American Games, Jembatan Persatuan Diaspora di Tanah Paman Sam
Copyright © RI News Production | Editor IT by Setiawan Wibisono S.Th | PT. Virnanda Creator Productions .