RI News. Wonogiri, 4 Agustus 2026- Di tengah arus generasi muda yang kerap mencari jalur cepat menuju pengaruh, Yadi memilih jalan yang jarang dilirik. Ia menempuh politik lokal sebagai anggota DPRD Kabupaten Wonogiri periode 2024-2029. Kisahnya bukan sekadar loncatan status, melainkan perjalanan panjang yang berakar dari kerja keras dan realitas pedesaan.
Yadi tumbuh dalam keluarga petani di Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono. Sejak usia muda ia akrab dengan kerja fisik. Sebelum duduk di kursi legislatif, ia telah menjalani setidaknya enam jenis pekerjaan: bertani, jasa transportasi, hingga menjadi loper roti yang menyusuri warung-warung di pedesaan. Pengalaman itu kemudian mendorongnya membangun usaha sendiri. Ia mengembangkan industri rumah tangga roti berlegalitas Mutiara Prima dan produk roti gaplek Ina Giri yang berbahan baku singkong asli Wonogiri. Produknya menembus pasar di dalam dan luar Jawa.
“Semua kesempatan saya coba. Waktu itu saya hanya berpikir bagaimana bisa mengembangkan usaha untuk menghidupi keluarga dan kebutuhan biaya sekolah anak,” ujarnya saat berbincang di rumahnya.

Sebelumnya, menjadi politikus sama sekali tidak terlintas dalam benaknya. Namun perjalanan hidup membawanya pada persimpangan berbeda. Secara bertahap ia dikader di wilayah Kecamatan Jatisrono. Pada Pemilu 2024, ia dicalonkan dan terpilih sebagai anggota DPRD Wonogiri.
Keputusan terjun ke politik berangkat dari keinginan sederhana: memberi dampak yang lebih luas. “Dulu saya tidak berani bermimpi sejauh itu. Tapi saya merasa berada di waktu yang tepat dan bertemu orang yang tepat yang meyakinkan saya bahwa politik bisa jadi jalan untuk mengabdi,” katanya.
Bagi Yadi, ruang politik bukan sekadar kekuasaan. Ia menemukan realitas yang sering luput dari perhatian publik: keluhan ekonomi, keterbatasan akses layanan, dan suara warga yang jarang terdengar. Dari situ ia memaknai perannya. Selain menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, ia aktif menjadi jembatan antara warga dan pemerintah. Ia membantu akses layanan kesehatan gratis, pendidikan, serta mendampingi proses pembangunan desa.
Sebagai politikus muda, Yadi membawa pendekatan berbeda. Ia memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan informasi seputar usaha mikro, pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan terhadap pemerintah. Baginya, konten tersebut merupakan bentuk tanggung jawab. “Itu bentuk tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat. Supaya masyarakat tahu saya bekerja,” tegasnya.
Meski telah duduk di dewan, tantangan tetap ada. Amanah masyarakat yang berat dan pengalaman tidak menyenangkan kerap menjadi cambuk. Namun Yadi tidak surut. Ia justru menjadikan pengalaman itu sebagai bahan bakar untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi agar persoalan warga tidak tumpang tindih.
“Pemuda sekarang harus saling mendukung, bukan saling menjatuhkan,” ujarnya. Bagi Yadi, politik bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk memperjuangkan akses, keadilan, dan harapan, terutama bagi mereka yang selama ini berada dalam keterbatasan.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #YadiWonogiri, #PemudaPolitikLokal, #DariLoperKeDewan, #DPRDWonogiri, #PerjuanganPemuda, #UMKMKeLegislatif,

