RI News. Wonogiri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri resmi meluncurkan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2026 dalam rangka memperkuat pelayanan kemanusiaan di wilayahnya. Kegiatan yang digelar di Ruang Gedung Khayangan, komplek Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, pada Jumat, 18 September 2026, menandai komitmen resmi untuk terus hadir di tengah berbagai kebutuhan masyarakat. Melalui momentum ini, Pemkab Wonogiri berharap dapat menumbuhkan kebersamaan yang lebih kuat dalam menangani isu-isu kemanusiaan yang kompleks.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bergotong royong mendukung berbagai program PMI. Menurutnya, Bulan Dana PMI bukan sekadar ajang menghimpun sumbangan, melainkan wadah strategis untuk membangun kepedulian dan semangat gotong royong di bidang sosial dan kemanusiaan.
“Bulanan Dana PMI bukan sekadar kegiatan mengumpulkan dana dari masyarakat, tetapi menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan memperkuat pelayanan kemanusiaan di Wonogiri,” kata Bupati Setyo.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa PMI selama ini telah terbukti memberikan kontribusi nyata dalam penanggulangan bencana dan kondisi gawat darurat, pelayanan kesehatan, layanan darah, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Peran PMI yang konsisten tersebut menjadikan dukungan masyarakat sebagai kebutuhan mutlak untuk menjaga keberlanjutan layanan di tengah tuntutan yang semakin dinamis.
“Karena itu, keberlanutan dukungan terhadap PMI dinilai penting agar berbagai pelayanan tersebut dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Bupati Setyo menekankan agar Bulan Dana PMI 2026 dilaksanakan dengan prinsip keterbukaan, transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas. Ia mengajak seluruh pihak terkait—pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, organisasi masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, hingga masyarakat Wonogiri secara luas—untuk turut berpartisipasi dalam pengumpulan dana tersebut.
Baca juga : Keluarga Mahmul Hatopan Minta Pemerintah Percepat Pemulangan Jenazah dari Kamboja
Menurut Bupati, dana yang terkumpul dapat langsung digunakan untuk memperkuat program-program kemanusiaan, mulai dari respons terhadap bencana, pelayanan ambulans gratis, hingga bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). PMI juga memiliki potensi lebih besar melalui penyediaan sumur pantek, pencegahan dan penanganan stunting, serta perlindungan BPJS bagi relawan.
“Selain itu, peningkatan kapasitas relawan juga menjadi bagian penting. Relawan merupakan salah satu unsur yang berperan dalam pelaksanaan pelayanan kemanusiaan PMI, terutama ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat,” kata dia.
Bupati Setyo meyakini bahwa kontribusi masyarakat, meskipun dalam jumlah yang tidak besar, tetap sangat berarti apabila dikelola dengan amanah. Setiap rupiah yang disumbangkan, melalui pengelolaan yang baik, dapat menjadi bentuk pertolongan nyata bagi saudara-saudara yang membutuhkan.
“Setiap rupiah yang kita sumbangkan, apabila dikelola dengan amanah, dapat menjadi pertolongan bagi saudara kita yang tertimpa bencana,” imbuhnya.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #BulanDanaPMI2026, #GotongRoyongWonogiri, #KepedulianKemanusiaan, #KuatkanPMI, #BerbagiUntukKemanusiaan,
