RI News. Manggarai Barat, NTT – Sebuah insiden tragis mengguncang kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, jembatan gantung kayu yang menjadi jalur utama menuju air terjun ambruk secara mendadak. Akibatnya, dua wisatawan asal Austria, Jurgen (54) dan Astrid (56), tewas setelah jatuh ke jurang sedalam sekitar 10 meter dan menghantam bebatuan di dasar sungai.
Menurut keterangan pemandu wisata Muhamad Muhardin, pasangan suami-istri tersebut sedang merekam video di atas jembatan ketika struktur kayu tersebut tiba-tiba patah hanya beberapa langkah setelah mereka melintas. “Saya mendengar suara retak keras, lalu jembatan langsung roboh. Saya tidak sempat berbuat apa-apa,” ujar Muhardin dengan suara bergetar saat dimintai keterangan.
Tim SAR gabungan bersama personel Polsek Sano Nggoang segera melakukan evakuasi jenazah dari dasar jurang. Kedua korban kemudian dibawa ke RS Pratama Komodo untuk proses identifikasi dan pemulasaraan. Polres Manggarai Barat telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kecelakaan, dengan fokus pada dugaan kelalaian perawatan dan pengawasan jembatan oleh pengelola wisata setempat.

Kasus ini akan disidik menggunakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian orang lain. Penyidik juga akan memeriksa pengelola objek wisata untuk memastikan standar keselamatan yang diterapkan. Sementara itu, Polres Manggarai Barat telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta untuk memfasilitasi pemulangan jenazah kedua korban ke tanah air mereka.
Akibat insiden ini, objek wisata Air Terjun Cunca Wulang ditutup sementara waktu untuk keperluan penyelidikan dan evaluasi keselamatan menyeluruh. Pihak berwenang menyatakan penutupan dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi potensi bahaya serupa di seluruh fasilitas pendukung wisata.
Baca juga : Kapolsek Tapan Raih Lulusan Terbaik Magister Manajemen, Bukti Dedikasi Polisi yang Tak Henti Belajar
Kawasan Cunca Wulang selama ini dikenal sebagai destinasi unggulan di Flores yang menawarkan keindahan alam yang masih alami. Namun, banyak pengamat pariwisata lokal menyayangkan minimnya pemeliharaan infrastruktur pendukung, terutama jembatan gantung yang kerap digunakan wisatawan untuk mendekati air terjun. Insiden ini menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keselamatan yang ketat di destinasi wisata alam yang berisiko tinggi.
Kepolisian setempat mengimbau kepada seluruh pengelola wisata di Manggarai Barat untuk segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan infrastruktur sebelum membuka kembali layanan bagi wisatawan. Tragedi ini tidak hanya menjadi duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi catatan penting bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
Pewarta : Vitalis No

