RI News. Bangkok – Dalam langkah yang jarang terjadi di tengah ketegangan lintas Selat Taiwan, pemerintah China mengumumkan akan memulihkan sebagian hubungan yang sempat dibekukan dengan Taiwan, termasuk penerbangan langsung ke berbagai kota di daratan utama serta impor produk akuakultur asal pulau tersebut. Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam setelah pemimpin Partai Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun menyelesaikan kunjungannya ke Beijing.
Kantor Urusan Taiwan di bawah Partai Komunis China menyatakan pihaknya akan menjajaki pembentukan mekanisme komunikasi jangka panjang antara Partai Komunis China dan KMT. Selain itu, Beijing berjanji memfasilitasi kembali impor produk akuakultur Taiwan yang sempat dilarang beberapa tahun terakhir. Langkah ini mencakup rencana pembukaan penerbangan langsung dari kota-kota seperti Xi’an dan Urumqi menuju Taiwan, meski detail implementasinya masih belum jelas.
Pertemuan puncak terjadi Jumat lalu ketika Cheng Li-wun bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Kedua pihak menekankan pentingnya perdamaian di Selat Taiwan, tanpa menyampaikan proposal konkret. Xi menegaskan bahwa rakyat di kedua sisi Selat adalah “satu keluarga”, sementara Cheng menggambarkan kunjungannya sebagai misi perdamaian untuk meredakan ketegangan.

Taiwan memang berstatus pemerintahan mandiri sejak 1949, namun China tetap mengklaim pulau itu sebagai bagian wilayahnya yang tak terpisahkan. Hubungan kedua pihak memburuk tajam sejak 2016, ketika pemilih Taiwan memilih Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik (DPP) sebagai presiden. Sejak itu, Beijing memutus hampir seluruh dialog resmi dengan pemerintah Taipei dan meningkatkan aktivitas militer dengan mengirimkan pesawat dan kapal perang ke sekitar Taiwan hampir setiap hari.
Daftar langkah pemulihan yang diumumkan mencakup sejumlah kebijakan yang sempat dihentikan seiring meningkatnya ketegangan. China juga menyatakan akan mendorong pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan dengan Kepulauan Kinmen dan Matsu—dua pulau Taiwan yang secara geografis lebih dekat ke China. Proyek tersebut sebenarnya sudah lama diusulkan Beijing.
Larangan impor produk Taiwan oleh China sebelumnya meluas dari nanas pada 2021 hingga berbagai komoditas lain seperti ikan kerapu, cumi-cumi, tuna, dan buah-buahan lainnya. Setelah larangan awal terhadap ikan kerapu, Kementerian Pertanian Taiwan sempat mendekati Beijing untuk penyesuaian, namun respons yang diterima terbatas pada daftar perusahaan tertentu tanpa penjelasan lebih lanjut.
Sementara itu, pemerintah Taiwan melalui pernyataan Sabtu lalu menegaskan akan terus mendukung petani dan pelaku usaha untuk memperluas pasar ke luar negeri guna mendiversifikasi risiko. Pendekatan ini mencerminkan upaya Taipei mengurangi ketergantungan pada pasar China di tengah ketidakpastian politik.
Pengamat hubungan lintas selat menilai pengumuman ini sebagai sinyal politik Beijing untuk memperkuat pengaruhnya terhadap partai oposisi Taiwan menjelang dinamika politik internal pulau tersebut. Namun, banyak pihak mempertanyakan apakah langkah-langkah ekonomi ini akan diikuti perubahan substantif dalam isu keamanan dan kedaulatan, mengingat aktivitas militer China di sekitar Taiwan masih berlanjut.
Kunjungan Cheng Li-wun menjadi yang pertama bagi seorang ketua KMT yang masih menjabat dalam waktu hampir satu dekade, menandai upaya oposisi Taiwan untuk membuka jalur dialog alternatif di tengah kebuntuan hubungan resmi antara pemerintah Taipei dan Beijing.
Pewarta : Setiawan Wibisono

