RI News. Semarang, 18 Agustus 2026 – Polda Jawa Tengah menunjukkan komitmennya yang semakin dalam terhadap korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tak hanya berhenti pada pengiriman barang logistik, melainkan juga pendampingan psikologis yang mendalam. Setelah sebelumnya mengirim 10 truk dan satu mobil box berisi kebutuhan pokok pada momentum Hari Kemerdekaan, Polda Jateng kini bersiap memberangkatkan Tim Trauma Healing untuk memberikan dukungan mental kepada masyarakat terdampak bencana pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kesiapan pemberangkatan tim dimulai dengan arahan Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmat, S.I.K., M.Si., di Kantor Bagpsi Ro SDM Polda Jateng pukul 07.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jateng AKBP Ahli Rumekso, M.Psi., Psikolog, memberikan briefing kepada seluruh personel tim. Tim Trauma Healing Polda Jateng terdiri atas tiga personel psikologi berpengalaman, yaitu Ipda Putri Agustina, S.Psi., MM, Briptu Narulita DH, S.Psi., dan Briptu Bagoes Hendra K., S.Psi. Ketiganya disiapkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang mengalami trauma, dengan pendekatan yang fleksibel sesuai kondisi lapangan.

Kombes Pol Dr. Noviana Tursanurohmat menegaskan bahwa bencana alam tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan luka mendalam di ranah psikologi. “Bencana yang terjadi bukan sekadar kerusakan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari, melainkan juga mengganggu kondisi mental masyarakat. Kehadiran tim psikologi ini diharapkan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami situasi sulit,” ungkapnya.
Tim akan bekerja dengan prinsip humanis, mendengarkan, dan memberikan dukungan tanpa paksaan. “Kami ingin hadir, mendengarkan, memberikan dukungan, dan membantu mereka melewati masa sulit pasca-bencana. Pendampingan ini khususnya penting bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih untuk bangkit kembali dengan tenang,” tambahnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan bahwa pengiriman Tim Trauma Healing merupakan kelanjutan dari komitmen kepedulian Polda Jateng yang menyeluruh. “Bencana meninggalkan kerugian materiil dan fisik, tetapi juga luka psikologis yang tak selalu terlihat. Oleh karena itu, selain bantuan logistik, kami hadirkan personel yang kompeten untuk membantu pemulihan kondisi mental para penyintas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat terdampak bukan hanya simbol perlindungan, melainkan juga bentuk empati yang nyata. “Semoga keberadaan Tim Trauma Healing Polda Jateng memberikan kekuatan dan semangat bagi masyarakat NTT. Mereka tidak sendirian; ada dukungan dari keluarga besar Polri yang siap membantu mereka bangkit dan melewati masa sulit ini.”
Pewarta: Nandang Bramantyo
Tagline: #KepedulianHumanis #TraumaHealing #PoldaJatengNTT #PolriUntukRakyat,

