RI News. Wonogiri, 18 Agustus 2026- Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 dengan gelaran Pawai Budaya yang meriah dan penuh makna. Acara tahunan ini menggabungkan semangat merayakan kemerdekaan dengan semangat pelestarian kebudayaan, di mana 15 desa dan dua kelurahan serta seluruh pelajar se-Kecamatan Jatisrono ikut serta dalam satu karnaval yang penuh nuansa seni dan tradisi.
Pawai dimulai pukul 09.00 WIB dari Lapangan Desa Gunungsari dan melintas melalui jalan kampung untuk menghindari gangguan arus lalu lintas menuju Wonogiri-Ponorogo serta sebaliknya. Rute yang telah ditetapkan sejak bertahun-tahun ini memastikan jalur tetap aman dan nyaman bagi para peserta maupun penonton. Semua kreasi disiapkan oleh panitia karnaval tingkat kecamatan, dengan fokus pada atraksi lokal yang sesuai kapasitas dan keunikan masing-masing desa.

Kontingen dari Dinas Pendidikan bersama 15 desa dan dua kelurahan beradu kreativitas di panggung kehormatan. Tema karnaval tahun ini, yang bertema “Kebudayaan”, menjadikan arak-arakan dominan oleh elemen seni, busana adat, dan tradisi desa yang menonjol. Berbagai kesenian lainnya—mulai dari tarian hingga hiburan tradisional—membuat panggung kehormatan semakin hidup. Acara ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya leluhur.
Acara dihadiri Forkopimcam beserta anggota DPRD Kabupaten Wonogiri dari Fraksi PDIP dan Fraksi PKS. Para tokoh tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat warga. Camat Kecamatan Jatisrono Danang Sugiyatmoko S.ST.MM menyatakan bahwa pawai ini merupakan bentuk kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya yang harus terus dijaga. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan penghargaan nyata terhadap kebudayaan Nusantara,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang jalan pawai. Warga lokal maupun pengunjung dari luar kecamatan berbondong-bondong menyaksikan kekayaan budaya Indonesia yang hidup dan beragam.
Dalam karnaval ini, Desa Gunungsari mencuri perhatian dengan patung NAGA ANTA BOGA raksasa setinggi 3 meter, lebar tubuh 3 meter, dan panjang 15 meter. Karya ornamen yang dibuat Supriyanto selama dua minggu itu menghabiskan biaya 12 juta rupiah yang dibiayai dana gotong royong tingkat RT. Kreativitas ini menjadi viral di media sosial dan membuat warga menunggu antusias hingga akhir pawai. Supriyanto sendiri mengaku sangat gembira melihat respon positif dari penonton.
Baca juga: Banyuanyar Terpilih, tapi Haji Tak Jadi: Penipuan Rp102 Juta Ungkap Polisi, Tersangka Ditahan
Suksesnya Pawai Budaya Kecamatan Jatisrono tahun ini menjadi harapan masyarakat agar agenda tahunan berikutnya semakin semarak. Melalui kegiatan ini, diharapkan silaturahmi antarwarga semakin kuat dan kekayaan budaya Indonesia semakin terjaga untuk generasi mendatang.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #PawaiBudayaJatisrono #KebudayaanIndonesia #PelestarianWarisanLokal,

