RI News. Warsawa – Keputusan Presiden Polandia Karol Nawrocki untuk mencabut Ordo Elang Putih dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memicu gelombang kontroversi yang mendalam di Kyiv. Langkah ini, yang diambil sebagai respons terhadap penamaan sebuah unit militer Ukraina dengan nama “Pahlawan UPA”, menyoroti luka sejarah yang belum sepenuhnya sembuh antara kedua negara tetangga tersebut.
Dalam pernyataannya, Presiden Nawrocki menegaskan bahwa pencabutan penghargaan tertinggi negara Polandia itu bukanlah tindakan yang ditujukan kepada bangsa Ukraina secara keseluruhan, melainkan sebuah “sinyal peringatan” atas apa yang ia sebut sebagai “penguatan ingatan yang diracuni oleh kejahatan”. Ia menjamin bahwa dukungan strategis Polandia terhadap Ukraina dalam perang melawan Rusia tetap tidak berubah. “Ada batas-batas yang tidak boleh dilintasi dalam hubungan Polandia-Ukraina,” tegasnya.
Zelenskyy merespons dengan mengembalikan medali tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa jika ordo tersebut dapat diberikan dan dipertahankan bagi tokoh-tokoh seperti Catherine II, Benito Mussolini, dan Gerhard Schröder, maka Ukraina tidak akan memperdebatkannya. Meski demikian, ia menekankan rasa terima kasih Ukraina kepada rakyat Polandia atas dukungan selama ini, sekaligus menyatakan keterbukaan Kyiv untuk berdialog mengenai bab-bab sejarah yang sulit dan menyakitkan demi menghormati para korban tak berdosa di abad ke-20.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut keputusan Polandia sebagai “kesalahan strategis” yang hanya akan menguntungkan Rusia. Beberapa pejabat Ukraina lainnya, termasuk Kepala Kantor Presiden Kyrylo Budanov dan Duta Besar Ukraina untuk Polandia Vasyl Bodnar, juga mengembalikan penghargaan mereka sebagai bentuk protes. Budanov menyebut langkah tersebut sebagai “hadiah bagi agresor Moskow” yang akan dieksploitasi untuk melemahkan kedua negara.
Di Polandia, Perdana Menteri Donald Tusk mengingatkan bahwa konflik terbuka antara Warsaw dan Kyiv hanya akan menggembirakan Presiden Rusia Vladimir Putin. “Tugas Presiden Zelenskyy dan Nawrocki adalah meredakan emosi, bukan memperburuk ketegangan. Garis depan berada di tempat lain,” ujar Tusk. Sementara itu, Institut Peringatan Nasional Polandia berencana meluncurkan kampanye informasi tentang nasionalisme Ukraina.
Kontroversi ini berakar pada perbedaan narasi sejarah mengenai Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN) dan Tentara Pemberontak Ukraina (UPA). Bagi Polandia, peristiwa Volhynia tahun 1943 merupakan genosida terhadap penduduk Polandia. Sementara di Ukraina, OUN dan UPA lebih sering dilihat sebagai pejuang melawan pendudukan Soviet pasca-Perang Dunia II. Penamaan unit militer dengan merujuk pada “Pahlawan UPA” di akhir Mei lalu menjadi pemicu langsung reaksi Polandia.
Baca juga : Serangan Rusia Terus Meluluhlantakkan Kota-Kota Ukraina: Korban Sipil Tak Berhenti Berjatuhan
Ordo Elang Putih sendiri diberikan kepada Zelenskyy pada April 2023 oleh Presiden Polandia saat itu, Andrzej Duda, sebagai pengakuan atas kontribusinya memperkuat hubungan kedua negara dan perjuangan bersama melawan ancaman Rusia. Menurut undang-undang Polandia, presiden berwenang mencabut penghargaan setelah meminta pendapat dewan orde, apabila penerima dianggap tidak lagi layak.
Survei terbaru menunjukkan mayoritas masyarakat Polandia mendukung keputusan pencabutan ini, meskipun ada kekhawatiran dari sebagian kalangan bahwa langkah tersebut dapat mengganggu kerja sama bilateral di tengah ancaman bersama dari Rusia.

Keputusan ini menguji ketahanan hubungan Polandia-Ukraina di saat keduanya menghadapi tekanan geopolitik yang besar. Meski dukungan militer dan politik Polandia terhadap Ukraina tetap solid, isu memori sejarah yang terpolitisasi ini berpotensi menjadi celah yang dimanfaatkan pihak ketiga. Bagi kedua bangsa, kemampuan untuk menjembatani perbedaan masa lalu tanpa mengorbankan persatuan menghadapi ancaman saat ini akan menjadi ujian kepemimpinan yang krusial di masa depan.
Pewarta : Serangan Rusia Terus Meluluhlantakkan Kota-Kota Ukraina: Korban Sipil Tak Berhenti Berjatuhan
Tagline : #PolandiaUkraina, #OrdoElangPutih, #VolodymyrZelenskyy, #KarolNawrocki, #SejarahUPA, #HubunganBilateral, #MemoriKolektif, #GeopolitikEropa, #KonflikVolhynia, #DukunganAntiRusia,

