RI News. Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi membuka Bung Karno Festival 2026 sebagai bentuk komitmen kolektif untuk memperkuat ingatan sejarah dan menghidupkan kembali nilai-nilai kebudayaan bangsa di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Festival yang digelar dalam rangka Bulan Bung Karno ini berlangsung di Taman Proklamasi, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Wakil Gubernur Rano Karno yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana festival. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menegaskan makna mendalam peringatan ini sebagai momentum rekonsiliasi antara masa lalu dan masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Rano Karno menekankan bahwa menghormati Bung Karno bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan untuk melanjutkan cita-cita beliau.
“Menghormati Bung Karno berarti melanjutkan cita-citanya, menghidupkan Pancasila dalam tindakan, dan menjadikan kebudayaan sebagai jiwa bangsa, bukan sekadar hiasan panggung,” ujar Rano Karno saat membuka festival.

Ia juga menggarisbawahi signifikansi historis Bulan Juni yang sarat makna. Selain memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dan kelahiran Soekarno pada 6 Juni, momen ini sekaligus mengenang wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni.
Rano menambahkan bahwa Jakarta, sebagai panggung proklamasi kemerdekaan dan miniatur Indonesia, memiliki tanggung jawab khusus. Pembangunan ibu kota tidak boleh hanya berorientasi pada fisik dan teknologi semata, tetapi harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan ingatan sejarah yang kuat.
“Tugas kita bukan hanya membangun Jakarta yang tinggi gedungnya, tetapi juga luhur budinya dan luhung jiwanya. Sebab, kota yang lupa sejarah akan kehilangan arah,” tegasnya.
Melalui Bung Karno Festival 2026, nilai-nilai Pancasila dan semangat berdikari diwujudkan secara konkret melalui berbagai kegiatan. Mulai dari lomba pidato ala Bung Karno yang melibatkan generasi muda, partisipasi UMKM lokal, hingga pentas seni budaya nusantara yang kaya warna.
Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan dinamika sosial, festival ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga solidaritas kebangsaan.
Baca juga : Menggali Akar Budaya: Seminar PPKn Unila Hadirkan Kearifan Lokal sebagai Benteng Etika di Tengah Modernisasi
“Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, berbeda jalan, tetapi kita tidak boleh kehilangan solidaritas sebagai sesama anak bangsa,” pesan Rano Karno.
Festival ini diharapkan menjadi katalisator bagi generasi muda Jakarta untuk terus berkarya dengan tetap berpijak pada akar budaya dan sejarah perjuangan bangsa, sehingga pembangunan Jakarta tidak hanya maju secara material, tetapi juga beradab secara spiritual.
Pewarta : Yogi Hilmawan
Tagline : #BungKarnoFestival2026, #PancasilaHidup, #JakartaBerbudaya, #GenerasiMudaSejarah, #SemangatBungKarno, #BulanBungKarno, #ProklamatorIndonesia,

