RI News. Kyiv, Ukraine – Serangan drone Ukraina kembali menunjukkan jangkauan operasi yang semakin luas dalam konflik Rusia-Ukraina. Pada Sabtu, satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di wilayah Krasnodar, Rusia bagian selatan. Puing-puing drone memicu kebakaran di sebuah terminal laut yang berfungsi sebagai pusat ekspor minyak mentah, produk petroleum, dan gas cair di desa Volna.
Gubernur Krasnodar, Veniamin Kondratyev, mengonfirmasi insiden tersebut, meski tidak merinci skala kerusakan. Serangan ini menjadi bagian dari strategi Kyiv yang secara konsisten menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur energi Rusia di wilayah belakang garis depan.
Sementara itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan serangan sukses terhadap stasiun persiapan dan pompa minyak di wilayah Volgograd. Serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah pendudukan Rusia di Donetsk dan Zaporizhzhia. Presiden Volodymyr Zelenskyy sebelumnya menyatakan bahwa pasukannya telah menghantam beberapa target strategis, termasuk pabrik militer di Cheboksary, Chuvashiya—lebih dari 900 kilometer dari garis depan—menggunakan rudal jarak jauh FP-5 Flamingo.

Di tengah perkembangan ini, perhatian global terhadap konflik Ukraina semakin terpecah. Perang AS-Israel melawan Iran dan dampak gangguannya terhadap pasokan energi dunia telah menggeser fokus internasional. Presiden AS Donald Trump, yang sempat bertemu Zelenskyy di Mar-a-Lago pada Desember lalu, saat ini tidak dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral saat menghadiri KTT G7 di Evian-les-Bains.
Lebih dari empat tahun sejak invasi Rusia skala penuh dimulai, garis depan yang membentang lebih dari 1.000 kilometer relatif stagnan. Kedua pihak kini semakin bergantung pada serangan jarak jauh menggunakan drone dan rudal. Pekan lalu, Presiden Vladimir Putin menjanjikan penguatan sistem pertahanan udara Rusia setelah serangan Ukraina membakar terminal minyak di St. Petersburg dan pangkalan angkatan laut terdekat.
Baca juga : Dibalik Gencatan Senjata: Israel Percepat Kemajuan di Selatan Lebanon Menjelang Kesepakatan AS-Iran
Di pihak Ukraina, serangan balasan Rusia melukai sembilan warga sipil di wilayah Dnipropetrovsk, termasuk memicu kebakaran di sebuah pasar tradisional. Enam korban harus dirawat di rumah sakit, salah satunya dalam kondisi kritis. Serangan tersebut dilakukan lebih dari 20 kali menggunakan drone dan bom udara di tiga distrik berbeda.
Kedua belah pihak terus meningkatkan penggunaan senjata jarak jauh, menandakan babak baru dalam konflik yang tidak hanya menguji kemampuan militer, tetapi juga ketahanan infrastruktur energi dan ekonomi kedua negara. Dampak jangka panjang dari pola serangan ini berpotensi memperburuk krisis energi global dan memperpanjang penderitaan penduduk sipil di kawasan.
Pewarta: Setiawan Wibisono
Tagline : #KonflikRusiaUkraina, #SeranganDrone, #InfrastrukturEnergi, #Zelenskyy, #VladimirPutin, #Krasnodar, #EskalasiMiliter, #PerangProxy, #KeamananEnergiGlobal,

