RI News. Beirut – Insiden keamanan kembali menimpa pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan. Dua anggota kontingen Malaysia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mengalami luka ringan setelah serangan menghantam konvoi logistik mereka di desa Haris pada Kamis, 11 Juni.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengonfirmasi bahwa serangan terjadi di dekat konvoi logistik UNIFIL. “Dua rekan penjaga perdamaian Malaysia kami terluka, untungnya hanya luka ringan, dan dua kendaraan mereka rusak,” kata Dujarric dalam keterangan kepada wartawan. Meski demikian, konvoi berhasil kembali ke pangkalan terdekat, di mana kedua personel tersebut mendapatkan perawatan medis. Kondisi kesehatan mereka dinilai stabil.
UNIFIL menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui latar belakang dan pelaku di balik insiden tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan yang masih rapuh di Lebanon selatan pasca-kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada 16 April lalu. Meskipun gencatan senjata telah disepakati, ketegangan tetap berlanjut dengan adanya serangan harian yang saling balas antara pihak-pihak terkait.
Sebelumnya, pada 2 Maret, gerakan Hezbollah memulai serangkaian serangan roket dan drone terhadap Israel di tengah eskalasi konflik yang lebih luas. Israel kemudian melancarkan operasi militer besar-besaran, termasuk serangan udara di berbagai wilayah Lebanon dan operasi darat di bagian selatan negara itu.
Keberadaan pasukan UNIFIL di Lebanon selatan merupakan bagian dari mandat internasional untuk menjaga stabilitas di sepanjang garis biru perbatasan Lebanon-Israel. Kontingen Malaysia yang tergabung dalam UNIFIL telah lama dikenal berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian di kawasan tersebut.
Baca juga : Sudewo Mulai Babak Baru di Rutan Semarang: Tekanan Darah Tinggi Hambat Kunjungan Keluarga
Insiden terbaru ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keselamatan personel penjaga perdamaian internasional yang bertugas di zona rawan konflik. Para pengamat menilai bahwa stabilitas jangka panjang di Lebanon masih sangat bergantung pada komitmen semua pihak untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata dan menghindari provokasi lebih lanjut.
Pewarta : Setiawan Wibisono
Tagline : #UNIFIL, #LebanonSelatan, #PenjagaPerdamaianMalaysia, #GencatanSenjata, #KonflikHezbollahIsrael, #MisiPBB, #KetenanganTimurTengah,

