RI News. Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen tegas pemerintahannya untuk menghadapi segala bentuk perlawanan dari kelompok-kelompok yang terlibat dalam praktik ekonomi ilegal. Pernyataan ini disampaikan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin.
“Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal,” tegas Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, potensi perlawanan tersebut kemungkinan besar berasal dari pihak-pihak yang kurang memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan bahkan berupaya melemahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menekankan bahwa bangsa besar harus berani mengambil keputusan yang benar meski sulit, demi membela kepentingan rakyat.

“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka yang tidak cinta tanah air bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita,” ujarnya.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo memposisikan diri sebagai Presiden Kedelapan RI yang bertanggung jawab tidak hanya pada masa kini, melainkan juga pada masa depan generasi penerus. Ia menolak pendekatan jangka pendek yang mengorbankan kedaulatan ekonomi jangka panjang.
Salah satu sorotan utama dalam pidato tersebut adalah pengakuan atas kelemahan struktural ekonomi Indonesia selama beberapa dekade. Model pertumbuhan yang belum merata dan kebocoran nilai tambah sumber daya alam yang lebih banyak dinikmati pihak asing menjadi titik lemah yang ingin diperbaiki melalui transformasi ekonomi berlandaskan Pancasila.
Strategi yang dijalankan pemerintahan Prabowo mencakup pemberlakuan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu, percepatan industrialisasi hilirisasi, penguatan pengelolaan devisa, program ketahanan pangan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta program makan bergizi gratis. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memutus rantai ketergantungan dan kebocoran kekayaan negara.
Presiden meyakini bahwa pengamalan Pancasila secara konsekuen di bidang politik, hukum, budaya, dan khususnya ekonomi menjadi kunci untuk menjaga persatuan bangsa dari ancaman perpecahan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Upacara dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara lain Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Ke-10 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-13 Ma’ruf Amin, serta Wakil Presiden Ke-14 Gibran Rakabuming Raka, beserta para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan pelajar.
Pidato Presiden Prabowo ini semakin mempertegas arah kebijakan pemerintah yang menggabungkan semangat nasionalisme ekonomi dengan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama pembangunan.
Pewarta : Albertus Parikesit
Tag Line : #PrabowoSubianto, #HariLahirPancasila, #TransformasiEkonomi, #KedaulatanEkonomi, #Hilirisasi, #Pancasila, #NKRI, #EkonomiMerahPutih, #AntiKorupsi, #KetahananPangan,

